9 prakarya

Click here to load reader

Post on 09-Aug-2015

60 views

Category:

Education

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. Membelajarkan KompetensiKurikulum 2013Mata Pelajaran PrakaryaMelalui Pendekatan Saintifik
  2. 2. Kata PengantarBAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang,B. Tujuan,C. Ruang LingkupBAB II. PEMBELAJARAN KOMPETENSIA. Pendekatan Pembelajaran saintifikB. Penilaian AutentikBAB III ANALISIS KOMPETENSIA. Prosedur analisis1. Mengembangkan Materi pembelajaran2. Alternatif kegiatan pembelajaran sesuai tahapan:3. Alternatif penilaian (Penilaian Autentik)a. Aspek pengetahuan melalui tes dan non tesb. Aspek keterampilan melalui observasi kinerja dan portofolioprodukc. Aspek sikap melalui pengamatanB. Hasil Analisis KompetensiBAB IV PENUTUPLampiran:Contoh RPP
  3. 3. KATA PENGANTAR
  4. 4. BAB I. PENDAHULUANA. Latar BelakangPendidikan nasional bertujuan untukmengembangkanpotensipesertadidikagarmenjadimanusiayangberimandanbertakwakepada TuhanYangMahaEsa,berakhlak mulia,sehat,berilmu, cakap,kreatif, mandiri,dan menjadiwarga negara yang demokratis serta bertanggung jawab(Pasal 3).Pencapaian tujuan pendidikan nasional melalui penyelenggaraan pendidikan olehsatuan pendidikan untuk memenuhi hak peserta didik sesuai dengan minat, bakat, dankemampuannnya.Pemerintah mulai mencanagkan pelaksanaan kurikulum 2013 terbatas pada 1270 SMAmulai tahun pelajaran 2013/2014 untuk kelas X. Sebagai persiapan pemerintah telahmelatih guru inti dan guru sasaran serta menyediakan buku pegangan guru dan siswamata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sedangkan untuk matapelajaran lainnya diharapkan dapat memanfaatkan buku yang ada denganmemanfaatkan dan menerapkan kurikulum 2013 menggunakan silabus ynag telahdisediakan.Kondisi riil guru-guru masih beragam dalam menggunakan silabus yang telah disediakanoleh pusat sebagai acuan operasional menyusun perencanaan pembelajaran. Masihdiperlukan penjabaran operasional mengembangkan silabus menjadi RPP (RencanaPelaksanaan Pembelajaran) antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran,mengembakan langkah pembelajaran, mengembangkan indikator pencapaiankompetensi, serta merancang dan melaksanakan penilaian otentik. Oleh karena ituperlu rambu-rambu lebih operasional agar guru dapat menjabarkan silabus menjadiRPP dalam bentuk naskah tertentu.B. TujuanSecara umum tujuan penulisan buku ini adalah membantu guru mata pelajaran .dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan memafaatkan buku sumber yangada. Secara khusus buku ini bertujuan:(1) Memberikan rambu-rambu bagi guru dalam menganalisis kompetensi inti dankompetensi dasar(2) Mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan materi pokok dari silabus matapelajaran(3) Mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik(4) Mengembangkan indikator pencapaian dan penilaian(5) Merancang penilaian otentikC. Ruang LingkupRuang lingkup buku ini terdiri atas:(1) Penjelasan dan langkah-langkah pembelajaran saintifik(2) Langkah-langkah analisis kompetensi;
  5. 5. (3) Penilaian otentik; dan(4) Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelejaran (RPP)
  6. 6. BAB II. PEMBELAJARAN KOMPETENSIKurikulum 2013 adalah penyempurnaan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintissejak tahun 2004 melalui piloting beberapa sekolah, dan secara operasional dikembangkanmenjadi KTSP sejak tahun 2006. Oleh karena itu pembelajaran kurikulum 2013 adalahpembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian otentikuntuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan prosespembelajaran dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang mendorongsiswa lebih mampu dalam mengobservasi, bertanya, bernalar, dan mengomunikasikan ataumempresentasikan.A. Pendekatan Pembelajaran saintifikPembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkahsaintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaranyang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikirsains, terkembangkannya sense of inquiry dan kemampuan berpikir kreatif siswa(Alfred De Vito: 1989). Model pembelajaran yang dibutuhkan adalah yang mampumenghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnyasejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalahbagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh siswa (Zamroni: 2000;Semiawan: 1998).Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir,namum proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaransaintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran berbasispeningkatan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yangmengintegrasikan keterampilan proses sains ke dalam sistem penyajian materi secaraterpadu (Beyer: 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan daripada transfer pengetahuan, siswa dipandang sebagai subjek belajar yang perludilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitatoryang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar siswa.Dalam model ini siswa diajak untuk melakukan proses pencarian pengetahuanberkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sainssebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikanilmiah (Nur: 1998), dengan demikian siswa diarahkan untuk menemukan sendiriberbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untukkehidupannya. Fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembanganketerampilan siswa dalam memproseskan pengetahuan, menemukan danmengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan (Semiawan:1992).Di dalam model ini juga tercakup penemuan makna (meanings), organisasi, danstruktur dari ide atau gagasan, sehingga secara bertahap siswa belajar bagaimanamengorganisasikan dan melakukan penelitian. Pembelajaran berbasis keterampilanproses sains menekankan pada kemampuan siswa dalam menemukan sendiri (discover)pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsipdan generalisasi, sehingga lebih memberikan kesempatan bagi berkembangnyaketerampilan berpikir tingkat tinggi (Houston: 1988). Dengan demikian siswa lebihdiberdayakan sebagai subjek belajar yang harus berperan aktif dalam memburuinformasi dari berbagai sumber belajar, dan guru lebih berperan sebagai organisatordan fasilitator pembelajaran.Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains berpotensi membangunkompetensi dasar hidup siswa melalui pengembangan keterampilan proses sains, sikap
  7. 7. ilmiah, dan proses konstruksi pengetahuan secara bertahap. Keterampilan proses sainspada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitukemampuan yang berfungsi untuk membentuk landasan pada setiap individu dalammengembangkan diri (Chain and Evans: 1990).Sesuai dengan karakteristik fisika sebagai bagian dari natural science, pembelajaranfisika harus merefleksikan kompetensi sikap ilmiah, berfikir ilmiah, dan keterampilankerja ilmiah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses mengamati,menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan kontekssituasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Proses mengamati faktaatau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, danatau menyimak. Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuansiswa dalam bentuk konsep, prisnsip, prosedur, hukum dan terori, hingga berpikirmetakognitif. Tujuannnya agar siswa memiliki kemapuan berpikir tingkat tinggi(critical thingking skill) secara kritis, logis, dan sistematis. Proses menanyadilakukan melalui kegiatan diksusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas. Praktikdiskusi kelompok memberi ruang kebebasan mengemukakan ide/gagasan denganbahasa sendiri, termasuk dengan menggunakan bahasa daerah. Kegiatan mencoba bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa,mengembangkan kreatifitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan ini mencakupmerencanakan, merancang, dan melaksanakan eksperimen, serta memperoleh,menyajikan, dan mengolah data. Pemanfaatan sumber belajar termasuk mesinkomputasi dan otomasi sangat disarankan dalam kegiatan ini. Kegiatan mengasosiasi bertujuan untuk membangun kemampuan berpikir danbersikap ilmiah. Kegiatan dapat dirancang oleh guru melalui situasi yang direkayasadalam kegiatan tertentu sehingga siswa melakukan aktifitas antara lainmenganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, danmemprediksi/mengestimasi dengan memanfaatkan lembar kerja diskusi ataupraktik. Kegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasilkonseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik.Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan,keterampilan, dan penerapannya, serta kreasi siswa melalui presentasi, membuatlaporan, dan/ atau unjuk karya.Tantangan baru dinamika kehidupan menuntut aktifitas pembelajaran bukan sekedarmengulang fakta dan fenomena keseharian yang dapat diduga melainkan mampumenjangkau pada situasi baru yang tak terduga. Dengan dukungan kemajuan teknologidan seni, pembelajaran diharapkan mendorong kemampuan berpikir siswa hinggasituasi baru yang tak terduga.Agar pembelajaran terus menerus membangkitkan kreativitas dan keingintahuan siswakegiatan pembelajaran kompetensi dilakukan dengan langkah sebagai berikut(1) Menyajikan atau mengajak siswa mengamati fakta atau fenomena baik secaralangsung dan/ atau rekonstruksi sehingga siswa mencari informasi, membaca,melihat, mendengar, atau menyimak fakta/fenomena tersebut(2) Memfasilitasi diskusi dan Tanya jawab dalam menemukan konsep, prinsip,hukum,dan teori
  8. 8. (3) Mendorong siswa aktif mencoba melaui kegiatan eksperimen(4) Memaksimalkan pemanfaatan tekonologi dalam mengolah data, mengembangkanpenalaran dan memprediksi fenomena(5) Memberi kebebasan dan tantangan kreativitas dalam presentasi dengan aplikasibaru yang terduga