7. farmakologi hematologi kulpak 2010

Download 7. FARMAKOLOGI HEMATOLOGI kulpak 2010

If you can't read please download the document

Post on 11-Feb-2015

130 views

Category:

Documents

29 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

FARMAKOLOGI HEMATOLOGIDR H ARIF FADILLAH SpPD, FINASIM

OBAT ANTIANEMIA 1. ANTIANEMIA DEFISIENSI 1.1. besi (Fe) dan garam-garamnya 1.2. vitamin B12 1.3. asam folat 1.4. obat lain 2. ERITROPOIETIN

ANTIANEMIA DEFISIENSI 1.1. Besi dan garam-garamnya. Distribusi dalam tubuh. Tubuh mengandung + 3,5 g Fe dalam bentuk ikatan kompleks dgn protein. 70 % merupakan Fe fungsional (esensial) 30 % merupakan Fe non esensial. Fe esensial : - pada hemoglobin + 66 % - pada mioglobin 3 % - pada enzim tertentu (sitokrmoksidase, suksinil dehidrogenase dan xantin oksidase) 0,5 % - pada transferin 0,1 %

Fe non esensial : - sebagai cadangan dalam bentuk feritin dan hemosiderin + 25 %, dan pada parenkim jaringan 5 % - cadangan Fe pada wanita 200 400 mg - cadangan Fe pada pria + 1 gram

FARMAKOKINETIKAbsorbsi Melalui saluran cerna, terutama berlangsung diduodenum dan jejunum proksimal, makin kedistal absorbsi makin berkurang. Lebih mudah diabsorbsi dalam bentuk fero. Ion fero yg sudah diabsorbsi pada sel mukosa akan dirubah menjadi ion feri. Ion feri akan masuk kedalam plasma dengan perantaraan transferin, atau diubah menjadi feritin dan disimpan dalam sel mukosa usus.

Pada individu normal absobsi Fe perhari 5-10 % atau sekitar 0,5 -1 mg/hari. Absorbsi meningkat bila cadangan rendah atau kebutuhan Fe bertambah. Pada wanita menstruasi absobsi 1-2 mg/hari, pada wanita hamil absorbsi 3-4 mg/hari. Absorbsi dapat ditingkatkan oleh kobalt,inosin, etionin, vitamin C, HCl, suksinat dan senyawa asam lain. Absorbsi akan menurun bila terdapat fosfat atau antasida, misalnya kalsium karbonat, alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida. Fe dari hewan, misalnya daging lebih mudah diabsorbsi dibanding yg berasal dari nabati. Fe dari hemoglobin dan mioglobin diabsorbsi dalam bentuk utuh.

Distribusi Dalam darah Fe akan diikat oleh transferin (siderofilin), suatu beta 1-globulin glikoprotein, lalu dibawa keberbagai jaringan, terutama sumsum tulang dan depot Fe. Metabolisme Kalau tidak digunakan dalam eritropoiesis, Fe akan mengikat suatu protein apoferitin dan membentuk feritin. Fe disimpan terutama pada sel mukosa usus halus dan dalam sel-sel RES (hati, limpa, sumsum tulang). Cadangan ini tersedia disumsum tulang utk proses eritropoiesis (10 %), didalam labile pool. Fe yg berada diparenkim tidak bisa utk eritropoiesis. Kalau diberi secara IV, Fe akan cepat diikat oleh apoferitin disimpan dihati, sedang sesudah pemberian peroral terutama Fe akan disimpan dalam sumsum tulang dan limpa.

Ekskresi Ekskresi sedikit hanya + 0,5 1 mg/hari, terutama melalui epitel kulit dan saluran cerna yg terkelupas, keringat, urin, feses, serta kuku dan rambut yg dipotong. Pada proteinuria Fe yg dikeluarkan dapat meningkat bersamaan dgn sel yg terkelupas. Pada wanita subur dgn siklus haid 28 hari, Fe yg diekskersikan sekitar 0,5 1 mg/hari

Kebutuhan BesiJumlah kebutuhan harian dipengaruhi oleh berbagai faktor : - umur - jenis kelamin (wanita hamil atau tidak) - jumlah darah dalam badan. Dalam keadaan normal, laki-laki dewasa perlu asupan 10 mg/ hari, wanita perlu 12 mg/hari sehingga bisa diabsorbsi 1 mg dan 1,2 mg sehari. Wanita hamil dan menyusui perlu tambahan asupan 5 mg sehari. Kalau asupan tak terpenuhi maka akan diambil Fe dari gudang gudang akan kosong timbul anemi defisiensi besi (Fe). Ini terjadi karena absorbsi jelek, perdarahan kronik perlu tambahan Fe dalam bentuk obat.

Sumber Alami Fe dalam kadar tinggi (>5 mg/100 gr) ada di: - hati, jantung, kuning telur, ragi, kerang, kacang-kacangan dan buah2an kering tertentu. Dalam jumlah sedang (1-5 mg/100 gr) ada di: - daging, ikan, unggas, sayur2an berwarna hijau dan biji2an. Dalam jumlah sedikit (< 1 mg/100 gr) : - susu atau produknya, dan sayuran yg kurang hijau.

IndikasiSediaan Fe hanya diindikasikan untuk pencegahan dan pengobatan anemia defisiensi Fe, yang paling sering diakibatkan oleh kekurangan darah. Selain itu dapat pula terjadi misalnya pada wanita hamil (terutama multipara) dan pada masa pertumbuhan, karena kebutuhan yang meningkat. Banyak anemia yang mirip anemia defisiensi Fe. Sebagai pegangan untuk diagnostik dalam hal ini ialah, bahwa pada anemia defisiensi Fe dapat terlihat granula berwarna kuning emas di dalam sel-sel retikuloendotelial.

Efek Samping Efek samping yang paling sering timbul berupa intoleransi terhadap sediaan oral, dan ini sangat tergantung dari jumlah Fe yang dapat larut dan yang diabsorpsi pada tiap pemberian. Gejala yang sering timbul dapat berupa mual dan nyeri lambung (720%), konstipasi (10%), diare (5%) dan kolik. Pemberian Fe secara IM dapat menyebabkan reaksi lokal pada tempat suntikan yaitu berupa rasa sakit, warna coklat pada tempat suntikan, peradangan lokal dengan pembesaran kelenjar inguinal. Peradangan lokal lebih sering terjadi pada pemakaian IM dibandingkan IV.

EFEK SAMPING Pada 0,5-0,8% kasus, terjadi reaksi sistemik. Reaksi yang dapat terjadi dalam 10 menit setelah suntikan adalah sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hemolisis, takikardi, flushing, berkeringat, mual, muntah, bronkospasme, hipotensi, pusing dan kolaps sirkulasi. Reaksi yang lebih sering timbul dalam -24 jam setelah suntikan misalnya sinkop, demam, menggigil, rash, urtikaria, nyeri dada, perasaan sakit pada seluruh badan dan ensefalopatia. Reaksi sistemik ini lebih sering terjadi pada pemberian IV, demikian pula dengan syok atau henti jantung.

EFEK SAMPING Intoksikasi akut dapat terjadi setelah menelan Fe sebanyak 1 g. kelainan utama terdapat pada saluran cerna, mulai dari iritasi, korosi, sampai terjadi nekrosis. Gejala yang timbul seringkali berupa mual, muntah, diare, hemetemesis serta feses berwarna hitam karena perdarahan pada saluran cerna, syok dan akhirnya kolaps kardiovaskular dengan bahaya kematian. Efek korosif dapat menyebabkan stenosis pilorus dan terbentuknya jaringan parut berlebihan di kemudian hari. Gejala keracunan tersebut dapat timbul dalam waktu 30 menit atau setelah beberapa jam minum obat.

EFEK SAMPING Terapi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Usahakan agar pasien muntah, berikan susu atau telur yang dapat mengikat Fe sebagai kompleks protein Fe. 2. Bila obat diminum 1 jam, telah terjadi nekrosis sehingga bilasan lambung dapat menyebabkan perforasi. 3. Keadaan syok dehidrasi dan asidosis harus diatasi. Deferoksamin yang merupakan kelator (chelating agent) spesifik untuk besi, efektif mengatasi efek toksik sistemik maupun lokal. Intoksikasi menahun dapat mengakibatkan hemosiderosis.

SEDIAAN, DOSISSediaan Oral Fero sulfat, fero glukonat dan fero fumarat. Tidak ada perbedaan absorpsi diantara garam-garam Fe ini. Jika ada kemungkinan disebabkan perbedaan kelarutan dalam asam lambung. Fe sukar diabsorpsi dalam bentuk garam sitrat, tartrat, karbonat, pirofosfat dan garam feri (Fe3+ ) Untuk mengatasi defisiensi Fe dengan cepat umumnya dibutuhkan sekitar 200-400 mg elemen besi selama 36 bulan. Terdapat pula sediaan Fe lepas lambat dan salut enterik, tetapi bioavailabilitasnya kurang baik.

Tabel 50-1. Beberapa Jenis Preparat Besi Oral

PreparatFero sulfat (hidrat) Fero glukonat

Tablet325 mg 325 mg

Elemen Besi Tiap Tablet65 mg 36 mg

Dosis lazim untuk dewasa ( tablet/hari) 3-4 3-4

Fero fumaratFero fumarat

200 mg325 mg

66 mg106 mg

3-42-3

Sediaan Parental Suntikan IM dalam dan IV hanya dibenarkan jika pemberian oral tidak mungkin. Iron-dextran (imferon) mengandung 50 mg Fe setiap mL (larutan 5%)untuk penggunaan IM atau IV. Dosis : 250 mg Fe untuk tiap gram kekurangan Hb. Pada hari pertama disuntikkan 50 mg, dilanjutkan dengan 100250 mg setiap hari atau beberapa hari sekali. Untuk memeperkecil reaksi toksik pada pemberian IV, dosis permulaan tidak boleh melebihi 25 mg, diikuti dengan peningkatan bertahan untuk 2-3 hari sampai tercapai dosis 100 mg/hari. Obat harus diberikan perlahan dengan menyuntikkan 25-50 mg/menit.

Sediaan Parental Mengingat adanya resiko reaksi hipersensitivitas, perlu dilakukan uji dosis kecil terlebih dahulu sebelum pemberian dosis penuh secara IM atau IV. Preparat suntikan lainnya yaitu Iron-sucrose dan Iron sodium gluconate.

1.2 VITAMIN B12 Vit. B12 (sianokobalamin) merupakan satu-satunya kelompok senyawa alam yang mengandung unsur Co. Molekulnya terdiri atas : bagian cincin porfirin dengan satu atom Co, basa dimetilbenzimidazol, ribosa dan asam fosfat. Senyawa dlm kelompok ini dinamakan konalamin ; penambahan gugus-CN menghasilkan sianokobalamin, penambahan gugus-OH menghasilkan zat hidroksokobalamin. Sianokobalamin yang aktif dalam tubuh manusia adalah deoksiadenosil kobalamin dan metilkobalamin. Sehingga sianokobalamin dan hidroksokobalamin yg ada dalam obat dan kobalamin lain yg ada dalam makanan harus diubah menjadi bentuk aktif tsb di atas.

Fungsi Metabolik Vit. B12 bersama asam folat penting untuk metabolisme intrasel. Vit. B12 dan asam folat dibutuhkan untuk sintesis DNA yang normal. Defisiensi salah satu vitamin ini menimbulkan gangguan produksi dan maturasi eritrosit yang memberikan gambaran sebagai anemia megaloblastik. Defisiensi Vitamin B12 juga menyebabkan kelainan neurologik.

Defisiensi Vitamin B12 Disebabkan oleh kurangnya asupan, terganggunya absorpsi, terganggunya utilisasi, meningkatnya kebutuhan, destruksi yang berkelebihan atau ekskresi yang meningkat. Defisiensi kobalamin ditandai dengan gangguan hematopoesis, gangguan neurologi, kerusakan sel epitel, terutama epitel saluran cerna, dan debilitas umum. Defisiensi vitamin B12 menimbulkan anemia megaloblastik yang disertai gangguan neurologik; bila tidak cepat diobati dapat membuat pasien cacat seumur hidup.

Defisiensi Vitamin B12 Kelainan neurologik pada defisiensi vitamin B12 diduga karena kerusakan pada sarung mielin. Defisiensi vitamin B12 pada orang dewasa sering disebabkan oleh gangguan absorpsinya. Misalnya pada