6 keracunan pake

42
PEMANTAUAN FUNGSI SISTEM GI & HEPATIK KEPERAWATAN KEGAWAT DARURATAN ANAK OlEH: Ns. Amatus Yudi Ismanto

Upload: rafil-hanafi

Post on 25-Dec-2015

48 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

etw

TRANSCRIPT

PEMANTAUAN FUNGSI SISTEM GI & HEPATIK

KEPERAWATAN KEGAWAT DARURATANANAK

OlEH: Ns. Amatus Yudi Ismanto

SOAL PEMICU

1.KERACUNAN• MEMERIKSA TANDA KEGAWAT DARURATAN• PRINSIP TATALAKSANA KERACUNAN DENGAN

PAJANAN ORAL

2.ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATAN SISTEM GASTROINTESTINAL: KERACUNAN

ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN:

OlEH: Ns. Amatus Yudi Ismanto

KERACUNAN

PENDAHULUAN• Pusat pengendali racun America

(Poison Control Center) melaporkan bahwa jumlah keracunan anak menempati urutan tertinggi (63,2%) dibanding dewasa (36,02%) dengan prevalensi tertinggi kelompoak anak usia 1 tahun.

• Zat toksik penyebab keracunan tersering pada anak adalah kosmetik, bahan kimia rumah tangga, obat-obatan, senyawa hidrokarbon & pestisida.

• Sebagian besar pajanan (exposure) adalah melalui saluran cerna (oral, tertelan)

Sumber: http://gagalginjalkronik.com/penyebab-gagal-ginjal-kronik/

DEFINISI• MASUKNYA SUATU ZAT RACUN KE DALAM TUBUH YANG MEMPUNYAI EFEK MEMBAHAYAKAN / MENGGANGGU FUNGSI ORGAN DAN TIDAK DITENTUKAN OLEH JUMLAH, JENIS, FREKUENSI DAN DURASI YANG TIDAK DISENGAJA MAUPUN DISENGAJA BAHKAN DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN.

TANDA & GEJALA UMUM

• SESEORANG YANG SEHAT MENDADAK SAKIT

• GEJALA TAK SESUAI DENGAN KONDISI PATOLOGIK TERTENTU

• PROGRESIF/CEPAT & INTOLERANBLE• Anamnestik menunjukkan kearah keracunan (terutama pada kasus bunuh diri & kecelakaan)

• Keracunan kronik: penggunaan obat waktu lama/lingk. Pekerjaan ybd zat kimia.

IDENTIFIKASI KASUS KERACUNAN: Anamnesis, pemeriksaan fisis meliputi aspek DE (disability & exposure)

Sumber: Buku Saku Pelayanan Kesehatan anak di RS (2008)

Pemeriksaan Penunjang

Screening Urine

Screening Darah

PENATALAKSANAAN UMUM

RACUN TERTELAN

5. Tatalaksana suportif

racun tertelan

PENATALAKSANAAN lanjutan….

< 1 JAM

ZAT TOKSIK ANTIDOTE

Sianida Dikobal edetat, Natrium nitrit 3%, Natrium tiosulfat 25%

Alkohol / Opioid Nalokson

Paracetamol Sisteamin, asetil sistei

Organofospat Atropin, pralidoksin

Logam berat besi Desferoksamin

Logam berat Arsen Dimerkaprol

Logam berat air raksa N asetil penisilamin

Tembaga D pinisilamin

Timbal Dimerkaprol

Metanol etilen glikol Etanol

Anti depresan trisiklik Fisostigmin

Anti koagulan kumarin Vitamin K

PENATALAKSANAAN lanjutan….

PENATALAKSANAAN lanjutan….

KERACUNAN MELALUI KONTAK KLULIT / MATA

2. Mata: bilas mata 10-15 menit dengan air bersih mengalir atau garam normal.

RACUN TERHIRUP

INTUBASI ENDOTRAKEAL, BRONKODIALTOR DAN VENTILATOR MUNGKIN DIPERLUKAN

RACUN KHUSUS

3. Paracetamol: 1 jam: arang aktif atau InduksiAntidot: mencegah kerusakan hati= 150 mg/kgBB

GIGITAN ULAR

3. RUJUK KE RS: ANTIBISA (ULAR TELAH DIMATIKAN, BAWA BANGKAI ULAR)

PEMANTAUAN

ADA PERTANYAAN?

ASUHAN KEPERAWATANI. PENGKAJIANA. PRIMER

A, B, C

Jenis racun, durasi, frekuensi, lokasi

Tingkat kesadaran

B. SEKUNDER•Laboratorium

Pemeriksaan fisis meliputi aspek DE (disability & exposure)

II. DOAGNOSA KEPERAWATAN

1. BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF b/d spasme, sputum

2. POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF b/d kerusakan neurologis, disfungsi neuromuskular

3. RISIKO KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN OTAKFaktor risiko: penyalahgunaan zat

4. Risiko: SYOK

Faktor risiko: hipoksemia, hipoksia

AIR WAY

1.BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF b/d spasme, sputum

• Membersihkan jalan napas• Pantau TTV• Hindari aspirasi gas racun pasien• Kolaborasi: pengobatan simptomatik,

spesifik, antidotum

III. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

BREATHING

2.POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF b/d kerusakan neurologis

• Pantau TTV, khususnya pernapsan• Berikan bantuan napas • Kolaborasi: Pemberian O2,

pemeriksaan lab (AGD), pengobatan simptomatik, spesifik, antidotum

CIRCULATION

3.RISIKO KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN (otak, perifer)

• Pantau TTV• Pantau tingkat kesadaran• Bersihkan saluran napas• Beri bantuan napas• Keluarkan racun yang diserap• Kolaborasi: Pemberian O2,

pemeriksaan lab (AGD), pengobatan simptomatik, spesifik, antidotum

4. Risiko Syok

TUJUAN: setelah diberikan tindakan keperawatan syok tidak terjadi dengan kriteria: TTV normal, hasil laboratorium normal.

INTERVENSI• Kaji keadaan umum klien• Kaji tingkat kesadaran • Monitor TTV• Cegah/hentikan penyerapan racun• Keluarkan racun yang telah diserap• Monitor hasil laboratorium• Kolaborasi: pemberian obat, pemeriksaan lab.

ADA PERTANYAAN?

KESIMPULAN

• PRINSIP DASAR TATALAKSANA KERACUNAN DENGAN PAJANAN GI ADALAH MELAKSANAKAN TATALAKSANA UMUM KEGAWATAN, DEKONTAMINASI, ANTIDOTE, TERAPI SUPORTIF DAN RUJUKAN.

• TINDAKAN DEKONTAMINASI UNTUK SETIAP KASUS KERACUNAN TIDAK LAGI DILAKUKAN SECARA RUTIN

ADA PERTANYAAN?

NEXT………………………

PEMANTAUAN FUNGSI ENDOKRIN

SOAL PEMICU

Dengan meningkatnya insiden DM Tipe 1 (DMT1) pada anak di berbagai negara, termasuk Indonesia, maka kedaruratan hiperglikemi pada DM yang mengakibatkan ketoasidosis diabetikum (KAD) perlu diwaspadai. Khusus di Indonesia dengan kewaspadaan adanya penyakit DM pada anak masih rendah, hiperglikemi pada DMT1 merupakan keadaan kegawatan yang perlu penanganan tepat dan cepat

SOAL PEMICU

1.APA ITU KETOASIDOSIS DIABETIKUM

2.Etiologi

3.Patofisiologi

4.Diagnosis

5.Tatalaksana

6.Masalah Keperawatan yang dapat muncul

7.Pemantaun klien anak yang mengalami KETOASIDOSIS DIABETIKUM.

TERIMA KASIH