5. panduan penyel pbkl sma, yogya

Download 5. Panduan Penyel PBKL SMA, Yogya

Post on 20-Jul-2015

266 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PBKL 2010-Dit. Pembinaan SMA

MateriBAB I Pendahuluan Latar Belakang Landasan Operasional Landasan Empiris Tujuan Hasil yang Diharapkan Sasaran

BAB II Penyelenggaraan PBKL di Sekolah Konsep dan Karakteristik PBKL Alur dan Langkah Kegiatan:

Sosialisasi Pembentukan Tim Inventarisasi dan Analisis Kondisi Identifikasi Potensi Keunggulan Lokal Penentuan Tema/Jenis PBKL Pemetaan Kompetensi yang Dikembangkan PBKL Pengintegrasian PBKL dalam Dokumen KTSP Analisis SK/KD Pengembangan Silabus Menentukan Strategi Pelaksanaan Pengembangkan RPP Pengembangan Bahan Ajar Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan Penilaian Supervisi dan Evaluasi Program

BAB III Strategi Pelaksanaan PBKL pada Proses Pembelajaran Integrasi PBKL pada Mapel yang Relevan Pelaksanaan PBKL sebagai Mapel Ketrampilan Pelaksanaan PBKL Melalui Mapel Muatan Lokal

BAB IV Penutup

LATAR BELAKANG

Dalam rangka mendorong penjaminan mutu ke arah pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada penjaminan mutu satuan pendidikan tertentu yang berbasis keunggulan lokal (PP 19 Tahun 2005, Pasal 91, ayat 1,).Dalam rangka pelaksanaan PBKL sesuai konsep manajemen berbasis sekolah, sekolah dituntut untuk mengembangkan dan memberdayakan semua sumber daya internal maupun eksternal sekolah secara optimal.

Permasalahan yang sering dijumpai dalam pelaksanaan program kegiatan di sekolah adalah kurangnya keterpaduan langkah segenap komponen terkait. Oleh karena itu, dalam rangka keberhasilan pelaksanaan PBKL dibutuhkan panduan penyelenggaraan PBKL sebagai acuan dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan PBKL di SMA.Hasil supervisi sekolah Rintisan PBKL menunjukkan bahwa sekolah yang melaksanakan PBKL dengan baik dapat didorong untuk melaksanakan KTSP dan atau PSB. Untuk keperluan tersebut diperlukan pedoman penyelenggaraan PBKL.

LANDASAN OPERASIONAL

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Pasal 14, ayat (1,2) mengamanatkan bahwa kurikulum SMA dan yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal yang dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, atau kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan.Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Bab II Nomor 2.1.a menyatakan bahwa pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, serta tuntutan lingkungan. Lampiran Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Stndar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran Ketrampilan. Lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 bagian B. 5 butir a.6, menyatakan bahwa setiap guru bertanggung jawab menyusun silabus mata pelajaran yang diampunya. Lampiran Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007, butir D.10 tentang Standar Penilaian Pendidikan mengungkapkan bahwa penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian mata pelajaran yang relevan. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, Lampiran II tentang Perencanaan Proses Pembelajaran.

LANDASAN EMPIRIS

Hasil evaluasi terhadap implementasi program BBE life skill SMA menjadi SMA Berbasis Keunggulan Lokal Kelautan (BKLK) th. 2006 menyimpulkan bahwa kegiatan life skill, lebih bersifat vokasional; belum teremplementasikan secara komprehensif; pendidik dan tenaga kependidikan yang tersedia belum sepenuhnya memahami program Life skill; program pembelajarannya tidak didasarkan pada analisis kondisi/kebutuhan; implementasi di sekolah lebih bersifat administratif.

Lanjutan

Hasil supervisi terhadap 170 sekolah RSKM menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya untuk mendorong sekolah rintisan tersebut agar dapat melaksanakan PBKL secara lebih baik. Hasil supervisi pada 93 sekolah Rintisan PBKL menunjukkan bahwa sekolah yang melaksanakan PBKL dengan baik dapat didorong untuk melaksanakan KTSP dan atau PSB dengan baik. Untuk itu, diperlukan pedoman penyelenggaraan PBKL. Tindak lanjut penyelenggaraan sekolah rintisan SKM, PBKL, dan PSB perlu pengembangan SMA yang memadukan karakteristik ketiga program rintisan tersebut, sehingga diperlukan spesifikasi pedoman untuk menyelenggarakan PBKL di semua SMA.

TUJUAN PANDUANPanduan penyelenggaraan PBKL disusun dengan tujuan: Memberikan pemahaman yang sama dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan PBKL di SMA; Sebagai acuan SMA dalam menyelenggarakan dan melaksanakan PBKL sesuai arah pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP); Sebagai acuan para pembina dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pembinaan, pengawasan, dan dukungan untuk keberhasilan pelaksanaan PBKL di SMA.

HASIL YANG DIHARAPKAN

Adanya pemahaman yang sama bagi sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan PBKL; Adanya panduan bagi sekolah dalam penyelenggaraan PBKL sesuai arah dan tuntutan SNP; Adanya panduan bagi para pembina dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengawal keberhasilan pelaksanaan PBKL di SMA; Terlaksananya program PBKL di sekolah sesuai dengan konsep dan profil yang diharapkan.

SASARAN

Seluruh SMA dalam kategori standar maupun kategori mandiri yang melaksanakan program PBKL dan semua sekolah rintisan dengan fokus Sekolah Model SKM-PBKL-PSB. Seluruh pelaksana program PBKL di sekolah meliputi: Kepala Sekolah Tim Pengembang Kurikulum Sekolah Tim PBKL Dewan Guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran Tata Usaha Pengawas Sekolah Komite Sekolah Narasumber

Penyelenggara PBKL di tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

PENYELENGGARAAN PBKL DI SEKOLAH1. Konsep dan Karakteristik PBKL 2. Alur dan Langkah-langkah Kegiatan

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) adalah usaha sadar dan terencana melalui penggalian dan pengembangan potensi daerah secara arif dalam suasana dan proses pendidikan yang terstandar, agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kompetensi dalam upaya ikut serta membangun masyarakat, bangsa, dan negara. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA adalah pendidikan/program pembelajaran yang diselenggarakan sekolah sesuai dengan kebutuhan daerah, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya dan potensi daerah yang bermanfaat dalam proses pengembangan kompetensi peserta didik sesuai potensi, bakat, dan minat. Sumberdaya dan potensi daerah mencakup aspek SDA, SDM, ekonomi, budaya/histori, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain.

SMA pelaksana Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) adalah sekolah yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan memiliki kekhasan/karakteristik berupa keunggulan lokal yang diangkat ke dalam kegiatan pembelajaran.

Muara SMA pelaksana PBKL adalah SSN yang memiliki karakteristik keunggulan lokal

Inventarisasi & Analisis Kondisi

Pembentukan Tim Pengemb.

SosialisasiProgram PBKL

Identifikasi Keunggulan Lokal

Menentukan Tema Program PBKL

Pemetaan Kompetensi PBKL

Masuk Dalam Dokumen KTSP

Analisis SK/KD

Pengembangan RPP

Tindak Lanjut Guru

Pengembangan Silabus

Menentukan Strategi Pelaksanaan

Pengembangan Bahan Ajar

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan Penilaian

Integrasi MP Keterampilan Mulok Relevan

1. Sosialisasi Program PBKL

Kepala sekolah mensosialisasikan program PBKL kepada seluruh warga sekolah, komite sekolah, dan pihak terkait lainnya untuk memberikan pemahaman tentang: Konsep dan alur proses penyelenggaraan PBKL; Peran dan dukungan warga sekolah dalam pelaksanaan PBKL.

2. Tim Pengembang PBKL

Dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah; Beranggotakan pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah; Bertugas mempersiapkan, melaksanakan, dan mengkoordinasikan mekanisme proses penyelenggaraan PBKL; Diberikan pembekalan dan arahan pelaksanaan tugas.

3. Inventarisasi dan Analisis Kondisia. Inventarisasi dan analisis kondisi internal Meliputi komponen peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pembiayaan, program, dsb.; Mengumpulkan dan mengidentifikasi data internal sekolah melalui dokumentasi, observasi, dan atau wawancara; Melakukan analisis satuan pendidikan melalui pengungkapan kondisi riil dan kondisi ideal untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, dan kesenjangan;

Contoh Inventarisasi dan Analisis Kondisi Internal Satuan PendidikanN O 1 KOMPO NEN Peserta Didik KONDISI IDEAL KONDISI RIIL KEKUATAN KELEMAHAN KESIAPAN SEKOLAH Penyesuaian bertahap Memberikan bekal kecaka pan vokasional

32 siswa - 36 siswa per perkelas kelas Angka Angka melanjut Melajut kan Pend. 40 % kan 100 %

-Sebagian besar keluarga petani -Motivasi kerja cukup tinggi -Tinggal di daerah wisata- dst....

-Belum sesuai SNP Angka me lajutkan pendidikn rendah paham seluk Daya beli beluk tanam buku rendah an pertanian, perkebu Kecintaan nan, wisata, produk seni budaya dalam Daya tahan negeri terhadap rendah kesulitan dan kerja keras tinggi Guru kurang lengkap

-Penyediaan Buku Pustaka -Peningkatan kreasi/inovasi pendidikan /berbasis potensi lokal (pertanian, perkebunan, pariwisata, seni/budayaMelaksanakan pelatihan

2

Pendidi Memiliki k & Ten guru dik. lengkap

Tidak memiliki guru pertanian/ Perkebunan

b. Inventarisasi dan analisis kondisi eksternal

Mengumpulkan/mengidentifikasi data eksternal melalui dokumentasi atau observasi; Melakukan analisis lingkungan satuan pendidikan melalui pengungkapan peluang dan tantangan kondisi ideal dan kondisi riil untuk menemukan kesenjangan; Memperoleh potensi PBKL yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran.

Contoh Isian/Format Inventarisasi dan Analisis Kondisi Eksternal Satuan PendidikanN o 1 KOMPO NEN Smber Daya Alam KONDISI RIIL PELUANG TANTANGAN POT