3masalah memilih kelangkaan dan€¦ · menentukan pilihan yang terbaik tidak mudah, tidak murah,...

Click here to load reader

Post on 09-Nov-2020

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 3. Kelangkaan dan masalah memilih|21

    Kelangkaan danMasalah Memilih3

    Pada Bab 2 telah dijelaskan bahwa setiap perekonomian harus menjawab 4pertanyaan kunci tanpa memperdulikan sistem ekonomi apa yang dianut olehperekonomian tersebut. Dari 4 pertanyaan kunci tersebut, pertanyaan yangpertama adalah apa yang diproduksikan, dan bagaimana memproduksinya.Pertanyaan ini pada hakekatnya adalah berkaitan dengan konsep produksi.Pemahaman mengenai konsep produksi ini harus juga mencakup konsep-konsepterkait seperti misalnya: faktor produksi, proses produksi, fungsi produksi,kemungkinan kombinasi produksi, keputusan produksi, metode produksi,efisiensi dalam produksi, distribusi produk, dan produksi dan pertumbuhan.Masing-masing konsep dijelaskan di bawah ini.

    3.1 Sumber daya atau faktor produksi

    Faktor produksi sering juga disebut sumber daya. Sumber daya adalah segalasesuatu yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Sumberdaya, atau faktor produksi, terbatas dan langka, terdiri dari 3 kelompok:

    a) sumber daya alam (SDA): tanah, air, iklim, curah hujan, sinar matahari,tambang, angin, gelombang laut, dll.

    b) tenaga kerja (Sumber daya manusia – SDM): orang yang dianggapsebagai angkatan kerja, yakni mereka yang berusia antara 16 – 60tahun, dan

    c) sumber daya ciptaan manusia yang terdiri dari modal, kewirausahaan,teknologi, keterampilan, dan informasi.

    Urutan kelompok sumber daya tersebut disusun sedemikian rupa, seyogyanyatidak sembarangan pengurutannya. Pengurutan ini tidak otomatismenunjukkan kedudukan, arti penting, ataupun peran sumber daya tersebutdalam menghasilkan produk, namun perlu diketahui sebagai dasar filosofispemahaman tentang sumber daya. Urutan itu dimulai dari SDA sebab SDA inidisediakan Tuhan Maha Pencipta di alam ini untuk digunakan secara

  • 22|PENGANTAR ILMU EKONOMI| Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

    bertanggung jawab oleh umat manusia. Oleh karena itu, sudah menjadikewajiban dan tanggung jawab semua orang (termasuk pengusaha yang mem-punyai pabrik menghasilkan barang) untuk memelihara ciptaan Tuhan danmelestarikan lingkungan hidup. Kemudian menyusul SDM, yaitu diri manusiaitu sendiri yang akan mengerjakan pekerjaan menghasilkan barang/ jasa, danselain itu bukankah manusia itu sendiri kelak yang akan dan harus memanfaat-kan hasil proses produksi tersebut. Yang terakhir, adalah sumber daya ciptaanmanusia yang merupakan hasil karya manusia berkat pikiran, pengetahuan,kerja keras, dan kemampuan manusia itu.

    3.2 Kelangkaan dan pilihan

    Sumber daya jumlahnya terbatas atau disebut langka, ada yang sekali pakaihabis sehingga tidak dapat diperbaharui atau di daur ulang, ada pula yangdapat dipakai berkali-kali, diperbaharui atau didaur ulang. Dalam kondisi apapunsumber daya adalah langka. Tanah misalnya semakin berkurang yang tersediauntuk dimanfaatkan baik untuk menjadi areal pertanian ataupun untuk maksudlain, udara tidak lagi menjadi benda bebas yang dapat diperoleh dengan mudahdan tidak tercemar. Begitu juga dengan air, puluhan tahun yang lalu masihbisa ditemukan sungai yang jernih dan mengalir tenang, mata air yang jernih,belum tercemar dan tidak pernah kering. Pada masa itu, air dan udara masihdianggap sebagai benda bebas, jumlahnya berlimpah, sehingga tidakdibutuhkan biaya yang berarti untuk memperoleh dan mengkonsumsinya. Kinisituasi itu sudah jauh berubah. Air yang bersih, udara yang bersih tidak tercemarsudah langka, sehingga dibutuhkan biaya yang besar untuk memperoleh danmenggunakannya. Air dan udara bersih sudah bukan benda bebas, semuanyasudah menjadi benda ekonomi yang membutuhkan pengorbanan untukmemperolehnya.

    Karena sumber daya langka maka barang dan jasa yang dihasilkan juga terbatas,padahal di sisi lain, kebutuhan yang harus dipenuhi manusia bertambah danhampir tidak terbatas. Perekonomian selalu dihadapkan dengan masalahkelangkaan sumber daya dan upaya pemenuhan kebutuhan manusia, olehkarena itu pemanfaatan dan pemeliharaannya haruslah bertanggung jawabdemi kepentingan kemanusiaan masa kini dan masa mendatang.

  • 3. Kelangkaan dan masalah memilih|23

    Berkaitan dengan kelangkaan sumber daya yang tersedia untuk menghasilkanbarang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat, maka produsen harus melakukanpilihan penggunaan dari sumber daya itu. Karena jumlahnya langka danterbatas, maka harus ditentukan pilihan yang terbaik dalam pemanfaatannya.Selanjutnya, jumlah barang dan jasa yang dapat dihasilkan dari sumber dayayang langka tersebut juga akan terbatas, oleh karena itu konsumen juga harusmelakukan pilihan dari kebutuhan yang tidak terbatas. Dengan demikian barangatau jasa yang terbatas dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa setiap perekonomian diperhadapkandengan masalah kelangkaan, dan masalah ini mengharuskan perekonomianmelakukan pilihan yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada. Dalam konteksinilah sebenarnya ilmu ekonomi akan sangat berperan membantu menyediakanalat untuk dipakai dalam mengambil keputusan pilihan yang terbaik.Menentukan pilihan yang terbaik tidak mudah, tidak murah, dibutuhkankearifan dan kebijaksanaan. Pada hakekatnya masalah ekonomi adalahterfokus pada masalah kelangkaan dan pilihan

    Semua sumber daya ini disebut input yang akan diolah menjadi output atauproduk baik yang masih setengah jadi yang kemudian menjadi input untukmenghasilkan barang jadi maupun barang jadi atau jasa yang dihasilkanperekonomian. Dalam dunia nyata untuk menghasilkan suatu jenis barang tidakhanya mem-butuhkan satu jenis faktor produksi, tetapi dibutuhkan beberapajenis faktor produksi dalam jumlah masing-masing. Faktor-faktor produksi iniharus diolah bersama-sama atau sering disebut dengan dikombinasikan sede-mikian rupa berdasarkan kebutuhannya untuk menghasilkan produk berbentukbarang dan jasa. Inilah yang disebut dengan proses produksi.

    Contoh sederhana adalah membuat kue nagasari: dibutuhkan tepung beras,santan kelapa, gula, pisang, daun pisang untuk membungkus. Jumlah masing-masing bahan ini haruslah sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkan sejumlahkue nagasari. Bila salah satu bahan kurang atau sangat berlebihan dibandingkandengan bahan lainnya, maka tidak akan diperoleh kue nagasari seperti yangdimaksudkan. Kalau begitu, proses produksi adalah proses menghasilkan barangatau jasa dengan mengkombinasikan faktor-faktor produksi yang dibutuhkanuntuk menghasilkan sejumlah barang tertentu. Dari pemahaman tentang

  • 24|PENGANTAR ILMU EKONOMI| Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

    proses produksi ini dapat diketahui apa yang disebut dengan fungsi produksi,yaitu jumlah masing-masing faktor produksi yang dibutuhkan untukmenghasilkan sejumlah out-put tertentu. Secara singkat fungsi produksi dapatpula disebut dengan hubungan input-output yang terwujud dalam; f(I)=O.Misalnya untuk menghasilkan 1 ton padi dibutuhkan tanah 0,5 ha, 5 orangSDM, uang sejumlah Rp 1.000.000 untuk bibit, pupuk, pestidida, dll serta bajak,pacul, kerbau, dan ketrampilan mengolah sawah. Dengan singkat: fungsi (Tanah,SDM, modal, ketrampilan, teknologi) = sejumlah ton padi.

    3.3 Kurva kemungkinan produksi

    Di atas telah dikemukakan bahwa kelangkaan sumber daya mengharuskanprodusen melakukan pilihan atas penggunaan sumber daya tersebut.Masalahnya dengan sumber daya yang tertentu perlu diambil pilihan keputusanyang terbaik mengenai barang dan jasa apa yang akan diproduksi dan dalamjumlah berapa dari berbagai kemungkinan yang ada. Pilihan tentang barangyang ada dan dalam jumlah berapa akan dihasilkan dapat digambarkan denganmenggunakan kurva yang disebut kurva kemungkinan produksi. Kurva ini meng-gambarkan potensi total output (barang) dari kombinasi 2 jenis produk yangdapat dihasilkan dari sejumlah tertentu sumber daya. Artinya menggambarkanpotensi perekonomian dalam mengalokasikan sumber daya yang langka untukmenghasilkan berbagai kombinasi barang. Kurva ini digambarkan pada suatukondisi dimana perekonomian beroperasi pada kapasitas yang penuh dengantingkat teknologi dan sumber daya yang tersedia pada perekonomian. Dalamkapasitas penuh seperti itu, jumlah nyata barang yang dihasilkan sama dengankemampuan potensi menghasilkan output.

    Jika semua sumber daya digunakan untuk menghasilkan ikan, maka dapatdihasilkan 950 unit, dan jumlah jala ikan 0 (lihat Grafikk 3.1). Kombinasi initidak akan dijadikan pilihan. Yang diinginkan adalah menghasilkan kedua jenisproduk tersebut: ikan dan jala ikan. Untuk itu, jika jumlah jala ikan yangdihasilkan adalah 10 maka harus dikorbankan sejumlah ikan, misalnya ikanyang dihasilkan adalah 900 unit; bila jumlah jala ikan yang dihasilkan dinaikkanmenjadi 20, maka ikan yang dihasilkan berkurang menjadi 800 unit, dan jikajala ikan menjadi 30, jumlah ikan menjadi 600 unit, demikian seterusnya. Disini terlihat adanya opportunity cost: yaitu bila jala ikan ditambah maka jumlah

  • 3. Kelangkaan dan masalah memilih|25

    ikan harus dikurangi. Semua ini terjadi karena sumber daya yang tersediajumlahnya tertentu dan tetap.

    Contoh kurva kemungkinan produksi digambarkan dalam Grafik 3.1. Dalamcontoh di bawah, ikan disebut sebagai barang konsumsi karena digunakan untukmemenuhi kebutuhan dan dengan menggunakannya dapat dengan segeradiperoleh kepuasan. Jala ikan disebut sebagai barang investasi; barang yangdigunakan untuk menghasilkan ikan. Bila titik-titik dari mulai A sampai denganF dihubungkan maka diperoleh suatu kurva yang disebut dengan kurvakemungkinan produksi (production possibility curve). TitiK A , B, C

    Grafik 3.1 Kurva Kemungkinan Produksi

    dan seterusnya pada kurva di atas menggambarkan kombinasi jala ikan danikan yang dapat dihasilkan pada suatu waktu tertentu pada jumlah dan kualitassumber daya yang tertentu yang tersedia untuk digunakan. Biaya dari jala ikanditunjukkan oleh berapa besar unit ikan yang dikorbankan pada jumlah sumberdaya yang tertentu. Opportunity cost ikan yang dikorbankan semakin meningkatbesarnya dengan semakin besar jala ikan yang dihasilkan. Hal ini membuat kurvakemungkinan produksi tidak berbentuk garis lurus tetapi garis cembung dari titik 0.

    3.4 Keputusan produksi

    Masalah ekonomi lainnya adalah bagaimana menentukan barang atau jasa apadan berapa banyak harus diproduksi. Masalah ini sangat crucial agar

    Jumlah jala ikan

    45 A 40 B

    30 C

    20 D

    10 E

    F 0

    350 600 800 900 950 Jumlah ikan

  • 26|PENGANTAR ILMU EKONOMI| Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

    pemanfaatan sumber daya optimal dan yang dihasilkan pun dapat memenuhikebutuhan dan kepuasan konsumen. Seperti dikemukakan di bagian depan,karena sumber daya terbatas atau langka sedang kebutuhan manusia tidakterbatas, maka sangatlah perlu untuk diputuskan produk apa dan berapa banyakproduk yang harus diproduksikan. Keputusan produksi ini sangat pentingdipahami dan dituruti agar kegiatan produksi memberi makna positif baik bagiprodusen, konsumen, maupun perekonomian secara menyeluruh.

    Keputusan produksi tergantung dari sistem ekonomi yang dianut oleh suatunegara. Di negara yang keputusannya dipusatkan pada suatu badan perencanayang dikuasai pemerintah yang berkuasa semisal di Korea Utara dan Cuba,produk apa yang dihasilkan dan dalam jumlah berapa ditentukan oleh badanpemerintah atau komite yang dibentuk oleh badan perencana tersebut. Sistemekonomi seperti ini disebut command economy — ekonomi komando.Kegiatan ekonomi termasuk kegiatan produksi harus mengikuti komando atauperintah dari negara, tidak terdapat kebebasan untuk berproduksi, semuanyadiatur oleh negara.

    Di negara yang menganut sistem desentralisasi dalam proses pengambilankeputusan termasuk keputusan ekonomi semisal di Amerika, negara Uni Eropaterdapat banyak sekali produsen dan konsumen barang dan jasa. Dalam sistemini yang menentukan barang dan jasa apa yang dihasilkan dan berapa banyaknyaditentukan oleh pasar, ditentukan melulu oleh mekanisme pasar melaluikekuatan permintaan dan penawaran. Sistem ini disebut dengan marketeconomy – ekonomi pasar.

    Dalam kenyataan di dunia ini tidak ada negara yang betul-betul murni ekonomi,dimana pasar yang hanya ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaransaja tanpa adanya campur tangan apapun dan siapapun. Realitas di banyak negarayang disebut menganut sistem ekonomi pasar, ternyata sistem ekonomi pasarnyatidaklah murni, masih ada campur tangan dan pengawasan sampai ke suatuderajat tertentu yang dilakukan oleh negara. Dalam kondisi seperti itu,keputusan produksi dibuat sebagian oleh badan perencana pemerintah dansebagian lagi dibuat oleh pasar melalui interaksi antara produsen dankonsumen. Porsi badan perencana pemerintah seringkali lebih kecil bobotnyadibandingkan dengan porsi kekuatan pasar. Sistem ini disebut mixed economy

  • 3. Kelangkaan dan masalah memilih|27

    – ekonomi campuran. Dalam sistem ekonomi campuran dimana kekuatanpasar lebih dominan maka keputusan produksi ditentukan oleh apa yangdisebut sebagai consumer sovereignty – kedaulatan konsumen, di mana kon-sumen dianggap sebagai “raja”. Apa yang diinginkan dan dibutuhkan olehkonsumen akan menentukan barang dan jasa apa yang akan dihasilkan.Misalnya, bila semakin banyak konsumen yang membeli compact disc (CD)maka semakin banyak dihasilkan CD. Dengan demikian, kedaulatan konsumenmenjelaskan bagaimana konsumen pada sistem ekonomi campuran yang dominanpasar menentukan barang apa dan berapa banyak barang akan dihasilkan.Perkembangan menunjukkan bahwa keinginan konsumen juga dipengaruhi olehtindakan produsen, oleh kreatifitas produsen dalam menciptakan dan meng-hasilkan barang-barang baru yang belum dikenal sebelumnya oleh konsumen.Produsen dapat saja mempunyai kekuatan untuk menentukan keputusankonsumen dalam menentukan barang dibelinya. Inilah yang disebut denganproducer sovereignity – kedaulatan produsen.

    Dalam kehidupan dewasa ini kedua kedaulatan itu nampaknya saling tarikmenarik tergantung dari kedaulatan siapa yang lebih menonjol di pasar padasuatu waktu dan tempat tertentu.

    3.5 Metode produksi

    Karena kelangkaan sumber daya, maka perlu diputuskan bagaimana caranyamenghasilkan barang dan jasa agar sumber daya yang terbatas itu dapatdigunakan sebaik mungkin; artinya harus diputuskan metode apa yang palingtepat dipakai untuk berproduksi. Hal ini juga terkait erat dengan masalahekonomi. Dalam hal ini dikenal 2 metode produksi yaitu capital intensive –padat modal, dan labour intensive – padat tenaga kerja. Jika suatu jenis produktertentu disebutkan dihasilkan dengan padat modal artinya dibutuhkan rasiomodal yang lebih besar dibandingkan dengan tenaga kerja; sebaliknya disebutpadat tenaga kerja bila rasio tenaga kerja lebih besar daripada modal dalammeng-hasilkan suatu barang. Perkembangan dunia produksi menunjukkanbahwa ada barang yang dihasilkan dengan padat teknologi, artinya dibutuhkanteknologi yang canggih untuk menghasilkan barang tersebut, contohnya untukmenghasilkan satelit dibutuhkan teknologi yang canggih dan ketersediaansatelit telah memungkinkan kita menggunakan celular phone (menarik,

  • 28|PENGANTAR ILMU EKONOMI| Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

    bukan?). Teknologi yang canggih membutuhkan modal yang besar sehinggaharganya mahal. Barang yang padat teknologi ini dikategorikan sebagai barangyang padat modal.

    Metode manakah yang “paling bagus”? Jawabannya berbeda dari satu negarake negara lain, dari suatu waktu ke waktu lain. Di negara dimana tenaga kerjabanyak sehingga lebih murah dibandingkan dengan modal maka negaratersebut akan memilih padat tenaga kerja, demikian sebaliknya. Tenaga kerjayang banyak yang tersedia pada suatu negara apalagi bila tenaga kerja tersebutadalah tenaga kerja yang tidak terdidik, tenaga kerja yang disebut sebagai bluecollar (buruh) seringkali upahnya rendah (biaya tenaga kerjanya murah). Kondisiseperti ini dianggap dan dijadikan sebagai keunggulan komparatif negaratersebut. Di India misalnya tenaga kerja banyak dan murah dibandingkandengan Amerika, tenaga kerja langka sehingga mahal. Di India metode produksicenderung padat tenaga kerja sedang di Amerika cenderung padat modal danteknologi. Hal yang sama dengan Indonesia, kita mempunyai tenaga kerja(terutama di lapisan bawah) yang jumlahnya besar dan bertambah setiap tahun,kegiatan produksi kita juga banyak yang padat tenaga kerja. Hal ini terkait eratdengan teknologi yang digunakan di suatu negara. Jepang lain lagi halnya,penduduknya cukup besar dan tenaga kerjanya banyak tetapi mutunya tinggisehingga upahnya tinggi pula, biaya tenaga kerja di sana cukup mahal sehinggametode produksi yang digunakan adalah padat modal dan teknologi.

    3.6 Efisiensi dalam produksi

    Pertanyaan yang juga harus dijawab adalah apakah sumber daya atau faktorproduksi sudah atau belum efisien digunakan dalam menghasilkan barang danjasa? Dengan perkataan lain, masalah ekonomi lainnya yang harus dihadapioleh perekonomian adalah masalah efisiensi penggunaan sumber daya.Meskipun sumber daya langka, tapi tidak seluruhnya, ada juga sumber dayayang dimanfaatkan dan juga sebagian sumber daya dibiarkan idle –menganggur. Sumber daya yang menganggur kelak akan dapat dimanfaatkanuntuk menghasilkan barang dan jasa. Namun kalau sumber daya yang langkatidak digunakan secara efisien artinya ada yang diboroskan maka hal ini akanmenimbulkan masalah, yaitu barang dan jasa yang dihasilkan kurang dari yangseharusnya dapat dihasilkan. Pemanfaatan sumber daya disebut tidak efisien

  • 3. Kelangkaan dan masalah memilih|29

    apabila misalnya sejumlah tenaga kerja tambang tidak dapat memperolehpekerjaan di tambang pada tingkat harga yang berlaku, maka disebutlahpemanfaatan sumber daya belum efisien, atau perekonomian belum beroperasipada potensinya yang penuh. Pabrik sepatu yang beroperasi dibawah kapasitasyang seharusnya juga disebut dengan pemanfaatan sumber daya yang kurangefisien. Tenaga kerja terlatih dan terampil yang bekerja hanya beberapa jamsehari karena kondisi perusahaan misalnya juga merupakan penggunaan sumberdaya yang kurang efisien. Oleh karena itu semua input atau faktor produksiyang masuk dalam produksi harus dimanfaatkan se-efisien mungkin. Efisiensiberarti kemampuan untuk mengurangi dan menekan segala macampemborosan sumber daya dalam menghasilkan suatu barang. Contoh keciltentang pemborosan yang sering kita lihat adalah kran air yang sudah mulairusak dibiarkan saja dan tidak segera diperbaiki sehingga air menetes, terbuangpercuma, atau lampu di ruangan yang tidak dipakai dibiarkan terus menyala.

    Dalam pemahaman mengenai efisiensi ini perhatian kita ditujukan pada tenagakerja, dengan beberapa alasan antara lain:a) sebagian besar dari biaya produksi adalah biaya tenaga kerja (upah, gaji);b) tenaga kerja yang menganggur mungkin juga mempunyai kewajiban untuk

    memberi makan sejumlah orang;c) mereka yang mempunyai modal dan teknologi cenderung lebih kaya diban-

    dingkan dengan mereka yang hanya mempunyai tenaga sebagai tenaga kerja.

    Tidaklah mudah untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja denganketersediaan tenaga kerja. Dalam situasi tertentu dapat saja tersedia tenagakerja yang banyak namun tidak dapat sepenuhnya dimanfaatkan karena tidakmemenuhi persyaratan kebutuhan tenaga kerja. Sebagian menjadi mengangguratau bekerja tetapi tidak menyumbang kepada peningkatan total output.Dengan perkataan lain, sukar untuk menentukan cara terbaik dalampemanfaatan faktor produksi, sehingga selalu terdapat faktor produksi yangmenganggur. Namun demikian dalam pemanfaatan faktor produksi harusdiupayakan cara yang paling baik agar dari faktor produksi tersebut dapatdiperoleh yang terbaik pula.

    Dengan menggunakan kurva kemungkinan produksi apabila kombinasi barangyang dihasilkan dari sejumlah sumber daya yang tersedia berada di sebelah

  • 30|PENGANTAR ILMU EKONOMI| Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko

    kiri kurva kemungkinan produksi, yaitu titik kombinasi jumlah produk yangdihasilkan ternyata tidak berada di salah satu titik pada kurva kemungkinanproduksi, maka kondisi itu merupakan kondisi dimana pemanfaatan sumberdaya perekonomian belum efisien. Dalam kondisi ini ada sejumlah sumber dayayang tersedia yang diboroskan sehingga kombinasi produk yang seharusnyatidak tercapai.

    3.7 Distribusi produk

    Apabila faktor produksi dialokasikan untuk dimanfaatkan guna menghasilkanbarang dan jasa, masalah ekonomi berikutnya adalah bagaimana barang danjasa tersebut didistribusikan agar sampai ketangan konsumen. Untuk itu dalamsuatu sistem ekonomi harus dibuat suatu mekanisme yang menentukanbagaimana mendistribusi-kan barang dan jasa kepada anggota masyarakat.Mengapa ada sebagian orang yang dapat memperoleh barang dan jasa lebihmudah dan murah daripada bagian masyarakat lainnya?. Hal ini tentu tidakdapat dilepaskan dari berbagai faktor, salah satunya adalah distribusipendapatan dalam masyarakat tersebut. Mereka yang mempunyai pendapatanlebih besar akan lebih mudah memperoleh barang dan jasa, dengan asumsibarang dan jasa tersebut tersedia di pasar. Misalnya, Tiger Woods, pemain golfdunia yang tersohor, dia mempunyai ketrampilan bermain golf yang membuat-nya memperoleh pendapatan yang besar. Dia akan dapat memperoleh barangdan jasa yang diinginkannya lebih mudah daripada si A yang bekerja sebagaipegawai di suatu perusahaan swasta kecil. Contoh lain: Ronaldo, pemain boladari Brasil yang menjadi pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik pada PialaDunia 2002 mempunyai pendapatan yang besar yang membuatnya dapatmemperoleh apa saja yang ia suka dengan mudah dibandingkan dengan pemainbola dari salah satu kesebelasan kota di Indonesia. Mengapa aktor atau aktristerkenal memperoleh uang yang besar? Karena menguasai sumber daya yanglangka yaitu bakatnya dan keterkenalannya. Oleh karena itu mereka yangmemiliki atau mempunyai akses yang lebih baik kepada sumber daya yanglangka akan memperoleh pendapatan yang lebih baik pula dibandingkandengan yang kurang baik aksesnya.

  • 3. Kelangkaan dan masalah memilih|31

    3.8 Produksi dan pertumbuhan

    Ketersediaan sumber daya di suatu negara dan pemanfaatan sumber dayatersebut secara efisien akan menentukan laju pertumbuhan barang dan jasayang dapat dihasilkan oleh perekonomian itu. Untuk men-ciptakanpertumbuhan ekonomi barang-barang yang kurang dibutuhkan harus dikurangiproduksinya (atau tidak diproduksi, tidak diimpor dari luar negeri), danmeningkatkan produksi barang modal. Dengan perkataan lain, mengorbankansejumlah barang konsumsi di masa kini untuk dapat mengalami suatupertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa mendatang adalah suatutindakan yang masuk akal dan bijaksana. Mengapa demikian? Investasi barangmodal seperti misalnya peralatan teknologi maju dan investasi dalam sumberdaya manusia dengan meningkatkan ketrampilan tenaga kerja akan menggeserkurva kemungkinan produksi ke sebelah kanan (lihat kurva kemungkinanproduksi pada gambar di atas bergerak dari 1 menjadi 2). Hal ini menggambar-kan peningkatan jumlah barang yang dapat produksi di masa mendatang.Perekonomian yang banyak melakukan investasi kini akan mampu memproduksilebih pada masa mendatang dan dengan demikian di masa mendatang dapatpula meningkatkan konsumsi.

    Harus diingat bahwa pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan peningkatanbarang dan jasa tidak menghilangkan kelangkaan barang dan jasa. Meskipunmisalnya pada suatu periode tertentu perekonomian berhasil menciptakanpeningkatan barang dan jasa yang lebih cepat daripada pertambahan penduduksehingga penduduk kondisinya menjadi lebih baik, namun dalam kondisi sepertiini kelangkaan tetap ada. Peningkatan dan perbaikan kondisi masyarakat akanmenghasilkan peningkatan permintaan sehingga dibutuhkan sumber daya yanglebih banyak lagi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan.

  • 32|PENGANTAR ILMU EKONOMI| Konta Intan Damanik & Gatot Sasongko