3. ekspor dan impor

Download 3. Ekspor Dan Impor

Post on 19-Dec-2015

58 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ekspor

TRANSCRIPT

  • STATISTIK EKSPOR DAN IMPOR*Statistik Distribusi

  • Perdagangan internasional yang tercermin dari kegiatan ekspor impor suatu negara menjadi salah satu komponen penting dalam pembentukan PDB dari sisi pengeluaranPeningkatan ekspor bersih suatu negara akan meningkatkan PDB suatu negara*

  • Era globalisasi: Barang, jasa, bahkan manusia (tenaga kerja) dapat dengan mudah melewati batas negara > persaingan global semakin ketat.Pasar antar negara menjadi semakin luas (negara dengan keunggulan kompetitif akan semakin kaya sedangkan negara yang tidak siap akan makin terpurukGlobalisasi ekonomi ditandai dengan semakin menipisnya batas-batas geografi dari kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional atau regional, tetapi semakin mengglobal menjadi satu proses yang melibatkan banyak negara. Globalisasi ekonomi biasanya dikaitkan dengan proses internasionalisasi produksi, perdagangan dan pasar uang. Globalisasi ekonomi merupakan suatu proses yang berada diluar pengaruh atau jangkauan kontrol pemerintah, karena proses tersebut terutama digerakkan oleh kekuatan pasar global*

  • Liberalisasi perdagangan: implikasi dari interdependensi perdagangan antar negaraliberalisasi perdagangan adalah kebijakan mengurangi atau bahkan menghilangkan hambatan perdagangan (tarif maupun non tarif) dalam rangka meningkatkan kelancaran arus barang dan jasa. Kebijakan Perdagangan Internasional: Integrasi Ekonomi (ITO>GATT>WTO, ASEAN, APEC, UE, dll), Hambatan perdagangan (tarif dan Non tarif)*

  • Why International Trade?Why?Motif mencari keuntunganKarena negara berbeda satu sama lainUntuk mencapai skala ekonomi

    Teori Perdagangan InternasionalMerkantilismeAdam SmithDavid Ricardo*

  • 1. MerkantilismeSatu-satunya cara bagi sebuah negara untuk menjadi kuat dan kaya adalah dengan melakukan sebanyak mungkin ekspor dan sesedikit mungkin imporKaum merkantilisme selalu melakukan pengendalian pemerintah yang ketat terhadap semua aktivitas ekonomi dan mengajarkan nasionalisme ekonomi karena mereka percaya bahwa sebuah negara hanya dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan dengan mengorbankan negara lain.*

  • 2. Keunggulan mutlak (absolute advantage)

    TK kerja Indonesia memiliki keunggulan absolut dlm produksi teh (12 kg) satu hari orang kerja menghasilkan 12 kg teh di Indonesia sedangkan di China hanya 4 kgTK Cina memiliki keunggulan absolut dlm produksi sutera (8 m)Hasil: Semakin banyak komoditi yang akan diproduksi dan dikonsumsiGain From Trade : Manfaat dari spesialisasi : 1. Indonesia akan mendapat keuntungan 2 m m = 1 m sutera 2. Cina mendapat keuntungan perdagangan 4 kg kg = 3 kg teh*

    NegaraJumlah Produk per hari orang kerjaDasar Tukar Dalam NegeriTehSuteraIndonesia12 kg3 m4kg = 1m1 kg = 1/4mCina4 kg8 m kg = 1 m1 kg = 2m

  • 2. Keunggulan mutlak (absolute advantage) Bedanya Keunggulan Mutlak dgn Merkantilisme: - Adam Smith percaya bahwa semua negara dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan - Kebijakan Laisez-faire yaitu kebijakan yg menyarankan sesedikit mungkin intervensi pemerintah terhadap perekonomian

    Kelemahan:Apabila hanya satu negara yang memiliki keunggulan absolut maka perdagangan internasional tidak akan terjadi karena tidak ada keuntungan

    *

  • 3. Keunggulan Komparatif David RicardoDavid Ricardo (Keunggulan Komparatif) Meskipun sebuah negara kurang efisien dalam memproduksi kedua komoditi, namun msh tetap dapat melakukan perdagangan. Negara 1 hrs berspesialisasi dalam meproduksi & mengekspor komoditi yg memiliki kerugian terkecil (memiliki keungggulan komparatif) & mengimpor komoditi yg memiliki kerugian lebih besar (memiliki kerugian komparatif)

    *

  • 3. Keunggulan Komparatif David Ricardo

    Teori keunggulan absolut: Indonesia memiliki keunggulan di kedua komoditiBerdasarkan Cost Comparative Advantage: Indonesia lebih efisien dalam memproduksi gula (hanya membutuhkan 3 hari kerja ) daripada memproduksi kain (yang membutuhkan 4 hari kerja)Cina lebih efisien dalam memproduksi kain (hanya membutuhkan 5 hari kerja) dibanding memproduksi gula (yang membutuhkan 6 hari kerja)

    Sehingga:Indonesia melakukan spesialisasi produksi dan ekspor gulaCina melakukan spesialisasi produksi dan ekspor kain

    *

    Negara1 Kg Gula1 Kg KainIndonesia3 hari kerja4 hari kerjaCina6 hari kerja5 hari kerja

  • 3. Keunggulan Komparatif David RicardoHasil: Peningkatan konsumsi gula maupun kain yang dialami kedua negara dimungkinkan oleh terjadinya peningkatan output yang dihasilkan akibat spesialisasi yang dilakukan oleh kedua negara pada komoditi yang memiliki keunggulan komparatif*

  • Why X and M Data to be collected ?*Government ??Stakeholders or Data Users ??Academic purpose ??

  • Government (G)*Penghitungan Pendapatan NasionalDefisit or Surplus Neraca Perdagangan (Devisa)Komposisi X dan M (Komoditi Unggulan)Origin & Destination of X dan M (Countries or Port)Bahan Kebijakan Perdagangan InternasionalOther Purposes

  • Bentuk Kebijakan Perdagangan Internasional (Instrumen)*http://bunda-bisa.blogspot.com/2013/03/kebijakan-impor-hambatan-tarif-hambatan.html

  • Kebijakan eksporBertujuan untuk mengontrol arus ekspor (mendorong atau menghambat ekspor)Umumnya negara mendorong peningkatan ekspor yang akan meningkatkan pendapatan nasional, memperluas kesempatan kerja, peningkatan penerimaan devisa, dan pengembangan teknologiAlasan kebijakan menghambat ekspor:Barang yang diekspor sangat diperlukan oleh konsumen DNMengurangi pengaruh inflasi dari luar negeri (pengurangan ekspor dapat menekan turunnya harga)Memperbaiki harga barang tersebut dan nilai tukar perdagangan (term of trade) >> pengendalian ekpor dapat meningkatkan harga produk (contoh pengendalian produksi minyak oleh OPEC)Sebagai senjata ekonomi untuk kepentingan LN-nya (melakukan embargo produk2 ttn ke negara2 ttnMasalah yang relevan bagi negara-negara berkembang adalah bukan perlu/tidaknya proteksi, tapi pemilihan proteksi mana yang paling sedikit biayanya*

  • 1. Kebijakan Ekspor di Dalam Negeri*

  • 2. Kebijakan Ekspor di Luar Negeri*

  • Stakeholders or Data Users*Komposisi X n M (Komoditi Unggulan)Term of Trade / Harga X or M (Trade Margin) Origin & Destination of X n M (Peluang Pasar)Bahan Penyusunan Kebijakan Other Purposes

  • Academic Purpose*The Law of Absolute Advantage Adam Smith, The Wealth of Nations, 1776The Law of Comparative Advantage David Ricardo, The Principles of Political Economy and Taxation, 1817Other Theories eq HO, Porter, etcGain From Trade

  • Competitive Advantage of Nation

  • Porters Diamond

    Menurut M. Porter, dlm era persaingan global saat ini, suatu bangsa atau negara yang memiliki competitive advantage of nation dapat bersaing di pasar internasional bila memiliki 4 (empat) faktor penentu (W.J.keegan & M.C. Green, 1997) yang digambarkan sebagai suatu diamond berikut: Firm Strategy Structure & RivalryFactor ConditionsRelated SupportingIndustryDemand Conditions

  • Porters DiamondFactor Condition (FC), yaitu keadaan faktor-faktor produksi dalam suatu industri, mengacu pada input yang digunakan sebagai faktor produksi, seperti tenaga kerja, sumber daya alam, modal dan infrastrukturkelangkaan sumber daya (factor disadvantage) seringkali membantu negara menjadi kompetitif. Terlalu banyak (sumber daya) memiliki kemungkinan disia-siakan, ketika langka dapat mendorong inovasiDemand Condition (DC), yaitu keadaan permintaan atas barang dan jasa dalam negara. Related and Supporting Industries (RSI), yaitu keadaan para penyalur dan industri lainnya yang saling mendukung dan berhubungan. Firm Strategy, Structure, and Rivalry (FSSR), yaitu strategi yang dianut perusahaan pada umumnya, struktur industri dan keadaan kompetisi dalam suatu industri domestik

    *

  • COLLECTED DATA

    Based on International Merchandise Trade Statistics yang diterbitkan oleh United Nation (1998)

    Data Ekspor dan Impor barang (fisik) saja tidak/belum mencatat Ekspor dan Impor jasa

    Pengumpulan Data*

  • Konsep & Definisi*

  • Konsep & Definisi*

  • Konsep & Definisi*

  • Sistem Pencatatan*

  • Periode Referensi dan Penilaian*

  • *Sistem Pengkodean

    Harmonized System (HS)Standard International Trade Classification (SITC)International Standard for Industrial Classification (ISIC)Broad Economic Categories (BEC)Versi terakhir Tahun 2007Versi terakhir Revisi 4Versi terakhir Revisi 3Versi terakhir Revisi 2 Saat ini BPS menggunakan HS 10 digit BPS masih menggunakan Revisi 3.1 BPS msh meng gunakan Revisi 2 Penggolongan brg menurut pemakai akhir yg utama (Main End User) HS 10 digit terbagi: 6 digit berasal dari HS-WCO Inter nasional), 2 digit dari AHTN (NegASEAN), dan 2 digit merupakan pos tariff nasionalPenggolongan semua barang perdagangan internasional, digit 1-5 bersifat internasional, digit berikutnya sesuai dgn ke butuhan msg2 negaraPenggolongan brg menurut sektor yg menghasilkan; Utk melihat hubungan antara brg yg diekspor dgn brg yg diproduksiDiutamakan utk Statistik Impor

  • Kode HS http://www.foreign-trade.com/reference/hscode.cfm?cat=1ISIC:http://unstats.un.org/unsd/cr/registry/regcst.asp?Cl=27SITChttp://unstats.un.org/unsd/cr/registry/regcst.asp?Cl=28SITC Rev.3 http://unstats.un.org/unsd/cr/registry/regcst.asp?Cl=14

    *

  • Harmonized System (HS) Code http://djpen.kemendag.go.idInternational transactions is now much easier to use the Harmony System Code, or another name is the HS Code. HS Code applies globally. The use of HS codes can facilitate the suppliers if they want to have international cooperation. Currently, the classification of good