232283238 case sita bedah kepaniteraan bedah rsu cilegon

Download 232283238 Case Sita Bedah Kepaniteraan Bedah RSU Cilegon

Post on 27-Dec-2015

19 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bedah

TRANSCRIPT

  • oleh : Sita Prasida Nayenggita, SKed110.2008.242

  • Identitas PasienNama: Tn. SJenis kelamin: Laki-lakiUmur: 50 tahunAlamat: Lkp. PrigilAgama: IslamSuku: Jawa Status Perkawinan: KawinPendidikan: SDPekerjaan : Petani Masuk Rumah Sakit: 29 Januari 2014

  • Autoanamnesa,29 Januari 2014Keluhan utama: Di gigit ular tanah 3 jam SMRS.

    Keluhan tambahan: Nyeri dan bengkak pada bekas gigitan ular.

  • Riwayat Penyakit Sekarang+ 3 jam SMRS pasien tergigit ular berwarna cokelat dan bentuk kepala segitiga saat sedang mengambil air wudhu di belakang rumah pasien. Pasien digigit ular di jari tengah tangan kanan dan setelah digigit ular, jari pasien mengeluarkan darah berwarna merah segar sendok teh. Pasien mengeluh jari-jari tangan kanan nya bengkak hingga ke daerah siku dan terasa nyeri pada daerah sekitarnya. Lengan kanan bawah terasa berat dan kesemutan sehingga sulit untuk digerakkan.

  • Pasien juga mengeluh nyeri kepala, serta mual tanpa disertai muntah. Setelah tergigit ular, pasien mengikat jarinya dengan kain lalu berobat ke Puskesmas terdekat. Tetapi di Puskesmas tersebut tidak ada persediaan Anti Bisa Ular, sehingga pasien memutuskan untuk berobat ke IGD RSUD Cilegon.

  • Riw. Penyakit DahuluRiw.Penyakit KeluargaRiwayat tergigit ular sebelumnya disangkal.

    Riwayat HT, DM, asma, alergi disangkal oleh pasien.

    Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan yang sama

    Riwayat HT, DM, Alergi, Asma disangkal

  • Pemeriksaan FisikSTATUS PRESENTKeadaan Umum: Tampak sakit sedangKesadaran: ComposmentisTanda Vital:Tensi: 110/70 mmHgNadi: 76x/menitRR: 24x/menitSuhu: 36,6 o C

  • STATUS GENERALISKulitTurgor cepat.

    Kepala Normocephali. Rambut putih, lurus, tidak mudah dicabut.

    Mata CA (-)/(-), SI(-)/(-), Pupil isokor /3 mm, reflek cahaya (+)N/(+)N, perdarahan konjungtiva (-/-), ptosis (-/-), oftalmoplegi (-/-),

    Hidung Nafas cuping (-), discharge (-), deviasi septum (-), nafas cuping hidung (-).

    Telinga Discharge (-)/(-)

    Mulut Bibir pucat (-), bibir sianosis(-).

    Leher Simetris, pembesaran kel. Limfe (-), trakea di tengah

  • PARU - PARU JANTUNGInspeksi : Simetris, statis, dinamis

    Palpasi: Fremitus taktil simetris kanan dan kiri.

    Perkusi: Sonor di seluruh lapangan paru

    Auskultasi: Suara dasar vesikuler, Suara tambahan (-)

    Inspeksi : Ictus cordis tak tampak

    Palpasi : ICS V, linea midklavikularis sinistra

    Perkusi : Batas jantung kanan ICS IV LSD, batas jantung kiri ICS V linea midklavikularis sinistra.

    Auskultasi: Suara jantung murni, Bising (-), Gallop (-)

  • ABDOMENEKSTREMITASInspeksi: Datar, supel, ruam kulit (-), benjolan (-), Venektasi (-)

    Palpasi: Nyeri tekan (-), Lien tak teraba, hepar tak teraba.

    Perkusi: Timpani seluruh lapang abdomen, nyeri ketok (-)

    Auskultasi: Bising usus (+) normal

    Atas : Akal hangat +/+, Edema +/-

    Bawah : Akral hangat +/+, Edema -/-

    Reflek fisiologis : +N/+N +N/+N

    Reflek patologis : - / - - / -

    Kekuatan otot :5 /5 5 / 5

  • STATUS LOKALISInspeksi: tampak jejas (+), bekas gigitan ular berbentuk dua buah titik, warna kehitaman, edema (+), perdarahan aktif (-).

    Palpasi: Nyeri (+), edema (+)

  • PEMERIKSAAN PENUNJANG

    Laboraturium Tanggan 29 Januari 2014HbLeukosit13 g/dl13.340 /uLHematokrit38,9%Trombosit69.000GDS93 mg/dlUreum18Kreatinin0,6Kalium4,24 mmol/lKlorida111,9 mmol/lNatrium141,4 mmol/l

  • RESUMEAnamnesisPasien datang dengan keluhan digigit ular berwarna cokelat dengan bentuk kepala berbentuk segitiga 3 jam SMRS. Pasien digigit ular di jari tengah sebelah kanan. setelah digigit ular, jari pasien mengeluarkan darah berwarna merah segar yang jumlahnya kurang lebih sendok teh. Setelah digigit ular, pasien mengikat jarinya dengan sarung tangan.

  • RESUME (2)Pasien mengeluh nyeri pada jari yang tergigit ular, bengkak sampai ke lengan bawah tangan kanan, terasa berat dan sulit digerakaan dan pasien juga mengeluh mual tanpa disertai muntah. Pasien sudah berobat ke Puskesmas terdekat tetapi disana tidak ada persediaan Anti Bisa Ular sehingga pasien memutuskan untuk berobat ke IGD RSUD Cilegon

  • DIAGNOSIS KERJADIAGNOSIS BANDINGSnake Bite Digiti III manus dextra.AnafilasisTrombosis vena bagian dalamTrauma vaskular ekstrimitasScorpion StingSyok septicLuka infeksi

  • PenatalaksanaanIVFD RL 30 TPMCefotaxime 2 x 1 grRanitidine 2 x 1 ampKetorolac 2 x 1 ampAnti Tetanus SerumAnti Bisa Ular 2 vial dalam D5% habis dalam 24 jamEdema bekas gigitan ditandai dengan garis debridement luka.Tutup luka dengan kasa steril. Pengawasan keadaaan umum, tanda vitalCek darah rutin, balance cairan, tanda-tanda perdarahan, tanda-tanda nekrosis.

  • PROGNOSISAd vitam : dubia ad bonam

    Ad functionam : dubia ad bonam

    Ad sanationam : dubia ad bonam

  • TINJAUAN PUSTAKASNAKE BITE Gigitan ular kepada mangsanya dan meninjeksikan bisa nya secara subkutan atau intramuscular.

    BISA suatu modifikasi kelenjar ludah parotid yang terletak di setiap bagian bawah sisi kepala di belakang mata melumpuhkan mangsa dan sebagai sistem pertahanan diri pada ular

  • KOMPOSISI BISA ULAR(90%) protein : berbagai macam enzim, polipeptida non-enzimatik dan protein non-toksikLogam: zink Karbohidrat: glikoprotein serine protease ancord prokoagulan C.rhodostoma venom Amin biogenik seperti histamin dan 5-hidroksitriptamin (Viperidae) bertanggungjawab terhadap timbulnya rasa nyeri pada gigitan ular.

    Enzim lain: fosfoesterase, hialuronidase, ATP-ase, 5-nuklotidase, kolinesterase, protease, RNA-ase, dan DNA-ase perannya belum jelas.

  • EPIDEMIOLOGI5 juta kasus gigitan ular terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, menyebabkan sekitar 125.000 kematian.

    Terjadi di wilayah tropis dan di daerah agrikultural. Korban utama adalah petani, pekerja perkebunan, nelayan, pawang ular, pemburu, dan penangkap ular. Kebanyakan gigitan ular terjadi ketika orang tidak mengenakan alas kaki atau hanya memakai sandal dan menginjak ular secara tidak sengaja. Gigitan ular juga dapat terjadi pada penghuni rumah, ketika ular memasuki rumah untuk mencari mangsa berupa ular lain, cicak, katak, atau tikus.

  • AS Diperkirakan ada 45.000 gigitan ular/tahun terbanyak pada musim panas, sekitar 8000 digigit oleh ular berbisa. 96% gigitan pada ekstremitas, 56% pada lengan. Indonesia tidak ada data berapa kasus gigitan ular karena masih banyak yang dibawa ke pengobatan tradisional bukan ke pelayanan medis.

  • KLASIFIKASIDi seluruh dunia dikenal >2000 spesies ular ular berbisa ganas 250 spesies.

    Berdasarkan morfologi gigi taringnya, ular diklasifikasikan ke dalam 4 familli utama, yaitu:Famili Elapidae. Familli Crotalidae/ ViperidaeFamilli HydrophidaeFamilli Colubridae.

  • Famili Elapidae.jenis ular berbisa kuat di Indonesia. bertubuh pendek.taring pendek di bagian depan yang kuat dan tegak permanen.

    EX: ular cabai (Maticora intestinalis), ular weling (Bungarus candidus), ular sendok (Naja sumatrana), dan ular king kobra (Ophiophagus hannah).

  • Familli Crotalidae/ Viperidae.ular berbisa kuat di Indonesia. taring panjang yang dapat dilipat ke bagian rahang atas, dapat ditegakkan bila sedang menyerang mangsanya.Viperinae Crot alinae : organ untuk mendeteksi mangsa berdarah panas (pit organ), terletak di antara lubang hidung dan mata. EX: ular bandotan (Vipera russelli), ular tanah (Calloselasma rhodostoma), dan ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris).

  • Familli Colubridae.bisa yang dihasilkannya bersifat lemah.

    EX:sapi (Zaocys carinatus), ular tali (Dendrelaphis pictus), ular tikus atau ular jali (Ptyas korros), dan ular serasah (Sibynophis geminatus).

  • KLASIFIKASIkepala ular dan luka bekas gigitan

    TampakanUlar BerbisaUlar tidak BerbisaBentuk kepalaKepala seperti segi empatKepala segi tigaMorfologi gigiGigi taring kecilDua gigi taring besar di rahang atasBekas gigitanLuka halus berbentuk lengkunganDua luka gigitan utama akibat gigi taring.

  • PATOFISIOLOGI SNAKE BITEBISA ULAR : diproduksi & disimpan pada sepasang kelenjar di bawah mata dikeluarkan dari lubang pada gigi-gigi taring yang terdapat di rahang atas.

    Dosis bisa tergantung pada derajat ancaman yang dirasakan ular, dan ukuran mangsa melalui Lubang hidung ular merespon panas yang dikeluarkan mangsa

  • ENZIM PADA BISA ULARHyaluronidase : bisa dapat cepat menyebar melalui jaringan subkutan dengan merusak mukopolisakarida.

    Phospholipase A2 : berperan pada hemolisis sekunder dari efek esterolitik pada membran eritrosit menyebabkan nekrosis otot

    Enzim trombogenik: terbentuknya bekuan fibrin yang lemah mengaktivasi plasmin koagulopati konsumtif trombositopenia

  • PROTEIN PADA BISA ULARHemotoxin menghancurkan eritrosit, atau menganggu sistem koagulasi perdarahan internal.

    Cytotoxin kerusakan jaringan lokal.

    Neurotoxin menyerang sistem syaraf paralisis melibatkan otot-otot menelan dan pernafasan.

    Cardiotoxin berefek langsung pada jantung kegagalan sirkulasi dan syok.

  • MANIFESTASI KLINISbervariasi sesuai spesies ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban.

    MANIFESTASI KLINIS :Gejala LocalGejala Sistemik

  • MANIFESTASI KLINIKGejala lokalTanda gigi taringNyeri lokalPendarahan lokalBruisinglymphangitisBengkak, merah, panasMelepuhNecrosis

    Gejala sistemik umumMualMuntahMalaiseNyeri abdominalWeaknessDrowsinessprostration

  • Reaksi lambat gigitan Cobra

  • Ptosis e.c gigitan Ular Cobra

  • Bula dan multiple bula haemoraghic karena gigitan ular viper

  • DIAGNOSISTergantu