2011-1011 AW bahasa

Download 2011-1011 AW bahasa

Post on 27-Mar-2016

242 views

Category:

Documents

21 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

2011-1011 AW bahasa official

TRANSCRIPT

<ul><li><p>11 - 2011</p><p>W a r t a G e r e j a A d v e n t</p><p>KaruniaMenyembuhkan</p><p>26SepanjangHidupmu</p><p>20 Umur</p><p>More Than</p><p>MenyerahkanSegalanya</p><p>11</p><p>Deep **Satu ungkapan dalam Bahasa Inggris yang artinya ada dijelaskan pada halaman 17.</p><p>Skn</p></li><li><p>P E K E R J A A N G E R E J A</p><p>Pandangan Sedunia ....... 3</p><p>Laporan Sedunia3 Berita &amp; Pandangan10 One-Day Church</p><p>Panorama Sedunia8 Satu Tahun untuk Mengubah Dunia</p><p>P E R T A N YA A N A L K I T A B</p><p>KaruniaMenyembuhkan ........... 26Oleh Angel Manuel Rodrguez</p><p>P E L A J A R A N A L K I T A B</p><p>Mengatasi RasaKhawatir dan Takut ..... 27Oleh Mark A. Finley</p><p>W O R L D E X C H A N G E</p><p>29 Surat30 Ruang Doa31 Pertukaran Ide</p><p>Lokasi Masyarakat ....... 32</p><p>Warta GMAHKse-Indonesia ............ 33-48</p><p>C E R I T A S A M P U L</p><p>More Than Skin DeepOleh Chantal and Gerald Klingbeil .............................................. 16Sejarah Helderberg College mengandung pelajaran untuk sekarang ini.</p><p>T A M P I L A N K H U S U S</p><p>Memberikan Segalanya Oleh Penny Brink ......................... 11Apakah penatalayanan itu tentang pengorbanan atau tentangkedermawanan?</p><p>R E N U N G A N</p><p>Dosa dan Pengorbanan Oleh Michael Mxolisi Sokupa...... 14Suatu transaksi dengan Allah: dosa-dosa kita untuk kasih karunia-Nya.</p><p>K E P E R C A Y A A N D A S A R</p><p>Sepanjang Hidupmu Oleh Lael Caesar ............................... 20Masa depan kita bukanlah kesuraman dan malapetaka;melainkan kemenangan dan keagungan.</p><p>R O H N U B U A T</p><p>Buku Kisah Para Rasul Oleh Tim Poirier ............................................................................ 22Selama 100 tahun menceritakan kisah Gereja Kristen mula-mula.</p><p>K E H I D U P A N A D V E N T</p><p>Operation Global Rain Oleh Janet Page .............................. 24Apa yang terjadi ketika umat Allah berdoa?</p><p>Ed</p><p>wa</p><p>rd</p><p> a</p><p>. </p><p>ap</p><p>po</p><p>ll</p><p>is</p><p>11 - 2011</p><p>2 Adventist World | 11- 2011</p></li><li><p>Lebih dari 800 mahasiswa dan pega- wai Union College di Lincoln, Nebraska, Amerika Serikat, bergabung dengan Ted N.C. Wilson, Ketua Gereja Masehi Ad-vent Hari Ketujuh, General Confe rence; istrinya, Nancy; dan para pemimpin lain pada satu hari yang berfokus pada la-yanan masyarakat yang diadakan oleh se-kolah milik gereja itu.</p><p>Sekarang saya bisa melihat mengapa Project Impact itu merupakan satu peris-tiwa besar tiap tahunorang muda se-nang berpartisipasi, kata Wilson setelah </p><p>L A P O R A N S E D U N I A</p><p>acara itu. Semua orang berpartisipasistaf pengajar, staf, bahkan kantor Uni Amerika Tengah. Senang sekali melayani Tuhan; memberitahu orang-orang ten-tang Union College dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh; dan memiliki pengalaman yang mempererat.</p><p>Wilson berkata kepemimpinan siswa dalam acara itu memberinya kesan: Ini memperlihatkan kepada para pemimpin di gereja bahwa mereka dapat memper-cayakan orang muda untuk mengatur se-gala sesuatu dan tidak mesti mengurus </p><p>PA N DA N G A N S E D U N I A</p><p>Keluarga Wilson Bergabung dengan Mahasiswa Advent di Hari Layanan Masyarakat</p><p>Un</p><p>io</p><p>n </p><p>Co</p><p>ll</p><p>Eg</p><p>E</p><p>Batu-batu yang HidupSaya terbangun oleh dentingan lem-</p><p>but alat pahat logam yang memukul-mukul batulama-kela-maan saya menyadari ada tujuh detik di antara setiap pukulan. Tepat dibalik dinding wisma tamu tempat saya tinggal, seorang pekerja yang bersemangat bangun pagi dini hari Minggu di Ke-nya. Batu gunung lembut yang sedang dibentuknya dengan li-hai menggunakan seperangkat alat pahat akan segera dibawa ke bawah perbukitan untuk membangun struktur bangunan yang lain.</p><p>Saya berjalan keluar untuk memperhatikannya dari dekat saat ia membentuk balok merah dengan mudahnya. Ia menye-nandungkan beberapa lagu sambil bekerja, bercanda tawa ber-sama para rekan kerjanya. Satu per satu, sebuah batu per jam, potongan-potongan rumah baru terbentuk.</p><p>Saya memperhatikan dengan terkagum-kagun, memandang bangunan tempat saya menginap semalam. Karena tiba saat hari sudah gelap, saya tidak memperhatikan strukturnya, tidak sabar menemukan tempat tidur setelah perjalanan yang jauh. Tetapi sekarang saya melihat lebih jelas: Masing-masing balokada 1.080, setelah saya menghitungnyajuga telah dibentuk dengan metode yang sama. Masing-masing batu diselesaikan dengan indahnya, dan kekaguman saya justru semakin bertam-bah ketika memperhatikan betapa eratnya satu sama lain ber-dampingan. Rumah ini dibangun sedikit demi sedikit, dengan </p><p>sabar, dengan metode-metode yang tidak lagi tampak pada bu-daya saya yang menghasilkan beton curah yang dihasilkan se-cara besar-besaran.</p><p>Kiasan indah dari rasul Petrus segera terlintas dalam benak saya: Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah (1 Petrus 2:5). Pe-lajaran tambahan yang dapat dipetik juga sama pentingnya: di-perlukan waktu, dan pembentukan, serta bantuan, untuk berga-bung bersama saudara-saudara kita menjadi bagian dari rumah rohani agar Tuhan dapat tinggal. Saya tidak bisa mempertahan-kan keistimewaan dan pada saat bersamaan mengaku menjadi bagian dari dinding penopang yang kuat itu. Untuk dipasang-kan ke dalam satu struktur yang membawa kemuliaan kepada Allah saya perlu memberi kepada tetangga dan anggota di sebe-lah sayadan oleh penyerahan dan kerendahan hati ini maka injil terus-menerus memanggil saya.</p><p>Kerajaan Allah sedang dibangunkadang pelan-pelan, na-mun terus-meneruskita dibentuk menjadi batu-batu hidup oleh Roh Tuhan yang menghidupkan. Sekarang berdoalah un-tuk bagian yang dipercayakan Allah bagi Anda di gereja yang membawa kemuliaan bagi-Nya.</p><p> Bill Knott</p><p>PAGAR LAPANGAN BERMAIN: Ketua Gene ral Conference, Ted N.C. Wilson membantu me-masang pagar lapangan bermain sebagai ba-gian dari program Project Impact, satu acara layanan masyarakat yang sudah berusia 30 ta-hun dari Union College, di Lincoln, Nebraska, Amerika Serikat. </p><p>Pekerjaan Gereja</p><p>11 - 2011 | Adventist World 3</p></li><li><p>L A P O R A N S E D U N I A</p><p>hal-hal kecil saja. Tuhan telah memberi-kan kecerdasan dan kreativitas luar biasa kepada mereka. Memberikan mereka ka-runia besar dan membiarkan mereka menjalankannya.</p><p>Bagi para mahasiswa yang berpartisi-pasi dalam proyek pembersihan, pembu-atan lahan, dan pengecatan di rumah-ru-mah dan lembaga-lembaga di kota, tuju-annya sederhana saja: Kami ingin men-jadi tangan dan kaki Allah, kata Anna Coridan, jurusan keperawatan dan koor-dinator Project Impact 2011.</p><p>Turut serta bersama Wilson dalam acara itu adalah Dekan Hubbard, mantan rektor Union College yang berperan pen-ting dalam merintis layanan tahunan itu di tahun 1981.</p><p>Pada awalnya diberi nama Project BRUSH (Beautifying Residences Using Student Help atau memperindah tempat tinggal dengan bantuan siswa), hari libur sekolah itu dimaksudkan untuk mendo-rong para mahasiswa keluar dari kampus dan masuk ke dalam komunitas Lincoln. Project BRUSH mengecat lebih dari 100 rumah dalam kurun waktu 10 tahun. Di-gerakkan oleh keinginan seisi kampus untuk melakukan lebih banyak lagi, maka Project BRUSH menjadi Project Im-pact, satu hari yang dipusatkan untuk membantu lebih dari peragenan Lincoln yang melayani komunitas sepanjang ta-hun.</p><p>Project Impact mengalihkan fokus dari diri sendiri selama satu hari, kata Coridan. Sehari penuh untuk menyadari kebutuhan orang lain.</p><p>Tiap tahun lebih dari 80 persen kelu-arga kampus berpartisipasi dalam Project Impact, satu acara yang direncanakan, di-atur, dan dilaksanakan oleh para maha-siswa. Sejak permulaan, sekitar 17.500 re-lawan telah melayani Lincoln dengan le-bih dari 111.000 jam bekerja sukarela se-lama 30 tahun terakhir. Menurut riset yang tersedia, Project Impact adalah hari layanan mahasiswa yang paling lama di-jalankan, dengan persentase tinggi ke-</p><p>ikutsertaan kampus, di Amerika SerikatRyan Teller, Direktur Komunikasi, Union College. </p><p>Pendidik Kelahiran Jamaika Memimpin NCU</p><p>Trevor Gardner, pendidik kelahiran Jamaika dan yang sekarang menjabat Rektor University of the Southern Carib-bean (USC) milik Gereja Advent di Trin-idad dan Tobago, dipilih menjadi Rektor Northern Caribbean University (NCU). Penunjukkannya dilakukan selama per-temuan dewan pemimpin universitas di Mandeville, Jamaika.</p><p>Posisi rektor jadi kosong, ketika Her-bert Thompson pensiun bulan Juni 2011.</p><p>Gardner akan sepenuhnya meme-gang jabatan tersebut pada tanggal 1 Ja-nuari 2012, kata pemimpin gereja.</p><p>Gardner tidak asing bagi NCU, ketika ia melayani sebagai wakil ketua untuk urusan akademis selama transisi lembaga itu dari perguruan tinggi (college) ke uni-versitas. Ia ditunjuk sebagai Ketua USC di tahun 2004, dan ia memelopori penga-</p><p>lihannya dari Caribbean Union College menjadi status universitas di tahun 2006. Selama periode kepemimpinannya, USC telah menyaksikan lebih dari tiga kali penambahan penerimaan siswa dari 1.200 siswa menjadi sekitar 4.000 siswa.</p><p>Gardner berkata NCU telah meng-ukir jalan yang sangat bernilai bagi orang-orang di seluruh dunia dan khu-susnya kepada mereka yang ada di wila-yah Karibia. Saya berharap saat kita me-langkah menuju masa depan, warisan ini akan terus berlanjut.</p><p>Gardner memegang gelar Ph.D da-lam bidang administrasi pendidikan dan memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun dalam bidang akademis. Pengalamannya dalam waktu 10 tahun terakhir berada di institusi-institusi Advent di Karibia.</p><p>NCU sama-sama dijalankan dan di-miliki oleh Jamaica Union Conference of Seventh-day Adventist (JAMU) dan At-lantic Caribbean Union Mission of Sev-enth-day Adventist (ACUM).Nigel Coke, Divisi Inter-Amerika.</p><p>Penghuni Penjara Australia Menginjil dengan Menggunakan Materi Pelajaran Advent</p><p> Seorang yang sudah lama menjadi siswa pelajar Alkitab yang diajar oleh Gereja Advent, Matthew J. Baronet, te-lah menjadi seorang penginjil dari dalam sel penjaranya selama masa pelayanan di Wolston Correctional Centre di Queen-sland, Australia. Modalnya: Bahan pela-jaran yang disediakan oleh Adventist Dis-covery Centre, satu pelayanan Australia dari Divisi Pasifik Selatan.</p><p>Dalam waktu enam tahun belajar di Discovery Centre, Matthew telah mere-krut hampir 150 siswa dan telah meng-adakan kelompok-kelompok doa /belajar dari dalam selnya, dan melalui waktunya dibalik jeruji ia telah memulai pelayanan JAILMAIL. Mulai dengan pelayanan </p><p>PEMIMPIN UNIVERSITAS: Trevor Gardner baru-baru ini dipilih men-jadi Rektor Northern Caribbean Uni-versity. </p><p>ni</p><p>gE</p><p>l </p><p>Co</p><p>kE</p><p>Pekerjaan Gereja</p><p>4 Adventist World | 11- 2011</p></li><li><p>persahabatan yang sederhana, pelayanan JAILMAIL dalam waktu 11 minggu per-tama menyebar luas ke tujuh penjara di Queensland dan penjara lain di New South Wales.</p><p>Saya berpikir bahwa penjara itu ada-lah lahan pelatihan Allah, dan di sana ada banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan di balik dinding-dinding ka-wat tajam ini, kata Baronet. Banyaknya jiwa-jiwa yang menderita, sakit, dan ter-luka dan orang-orang yang rusak di sini merupakan tanda sejati dari pekerjaan Setan. Saya telah melihat secara langsung kuasa Tuhan Yesus bekerja di rumah baru saya ini.</p><p>Baronet memandang pelayanan JAIL-MAIL sebagai satu jalan membawa keba-hagiaan dan dukungan dalam kehidupan orang-orang baik dari dalam penjara maupun di luar penjara. Tuhan yang baik memberkati pekerjaan saya di dalam penjara ini, dan saya merasakan hu-bungan yang dekat dengan tim di Disco-very, tambahnya.Tammy Zyderveldt, Divisi Pasifik Sela-tan</p><p>Orang Advent Yahudi Memperingati Satu Dasawarsa di Argentina</p><p>Hari Sabat tanggal 27 Agustus 2011 menandai satu peringatan penting bagi Komunitas Advent Yahudi di Buenos Ai-res, Argentina: kelompok itu merayakan 10 tahun sebagai satu jemaat.</p><p>Sekitar 100 orang menghadiri acara akhir pekan di mana tonggak bersejarah dirayakan dengan rasa syukur kepada Allah atas kemajuan mereka.</p><p>Sejak mula pertama Adventist Jewish Community di Buenos Aires, para pe-mimpin bekerja mempersiapkan sebuah buku doa yang mencerminkan penga-laman keagamaan orang Advent Yahudi. Bersamaan dengan peringatan kesepuluh itu, edisi kedua dari buku doa, yang dike-nal dalam Bahasa Ibrani sebagai sidur, di-terbitkan. Itu disertai dengan edisi lem-bar musik tiga volume, yang berisi sekitar 1.000 lembaran musik yang disusun un-</p><p>tuk piano atau gitar. Para pemimpin je-maat berkata versi bahasa Inggrisnya se-dang dipersiapkan.</p><p>Pendeta Armando Miranda, seorang wakil ketua umum gereja dunia, me-nyampaikan pesan rohani yang menan-dai peringatan tersebut selama kebaktian Sabat. Bilamana kita bekerja bagi Allah, katanya, kita tidak boleh lupa bahwa kita hanyalah ciptaan yang melayani Bapa kita dan bahwa ini melindungi kita dari kekecewaan.</p><p>Bersama Miranda, tamu lain terma-suk Pendeta Reinaldo Siqueira, direktur komunitas Yahudi, yang mewakili Divisi Amerika Selatan; Pendeta Carlos Gill, Ketua Uni Argentina; dan Horacio Cay-rus dan David del Valle, anggota staf uni. Paduan suara River Plate Adventist Uni-versity, yang dipimpin oleh Deny Luz, menyediakan musik istimewa pada ke-sempatan itu.Claudio Graf, Divisi Amerika Selatan</p><p>MANUSIA BARU: Penghuni tahanan Australia, Matthew J. Baronet adalah seorang penginjil di dalam rumah ta-hanan yang menyampaikan bahan pe-lajaran Alkitab dari Gereja Advent.</p><p>PEMBICARA TAMU: Pendeta Armando Miranda, seorang Wakil Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, berceramah di hadapan para peribadat pada acara peringatan kesepuluh Adventist Jewish Community di Buenos Aires, Argentina.</p><p>Cl</p><p>aU</p><p>di</p><p>o </p><p>gr</p><p>af</p><p>s o U t h p a C i f i C d i v i s i o n</p><p>11 - 2011 | Adventist World 5</p></li><li><p>L A P O R A N S E D U N I A</p><p>Orang-orang percaya Advent di Jerman tertarik dengan peka-baran Advent, turut berbagi de-ngan orang lain, dan ingin mengerti be-tul tentang pengalaman kebangunan dan reformasi yang sedang terjadi melalui persekutuan global kita.</p><p>Itulah kabar baik yang muncul dari satu perlawatan baru-baru ini ke Jerman yang saya bawa serta bersama dengan be-berapa anggota tim pimpinan General Conference, termasuk Pendeta Mike Ry-</p><p>yakni sekitar 53,5 juta penduduk, secara resmi mengaku Kristen, namun banyak golongan populasinya, termasuk banyak orang mudanya, sekular dalam penam-pilan mereka. Sebenarnya, 80 persen penduduk di negara bagian timur Jer-man, Saxony-Anhalt, di mana Martin Lu-ther lahir, secara resmi terdaftar tidak menganut keagamaan mana pun.</p><p>Bersaksi bisa merupakan satu tan-tangan dalam suasana budaya yang de-mikian, tetapi kebutuhan hati setiap orang tetap sama. Saya percaya orang-orang Advent, di Jerman dan di mana pun juga, memiliki pekabaran Alkitabiah yang unik untuk dibagikan yang meme-nuhi kebutuhan batin yang sama dengan begitu banyak orang sekarang ini.</p><p>Di Jerman, di Eropa, dan di wilayah Anda, dan di seluruh planet ini, kita ha-rus mengangkat Kristus sebagai Firman yang hidup dalam kehidupan kita sendiri dan dalam kesaksian kita kepada orang lain. Ketika kita membagikan kebenaran Alkitab yang berharga, melalui tuntunan </p><p>fokus pada aktivitas-aktivitas umum.Dalam mempertahankan satu fokus </p><p>kuat dalam membaca Alkitab, para pe-mimpin General Conference Anda meng-ingatkan para anggota gereja tentang wa-risan ganda unik mereka: sebagai orang Advent yang menjunjung tinggi Alkitab, dan sebagai orang Jerman yang setiap ha-rinya dikelilingi oleh warisan Marti...</p></li></ul>