2. diesel engine operasi_pemeriksaan & troubleshooting

Download 2. Diesel Engine Operasi_pemeriksaan & Troubleshooting

Post on 10-Nov-2015

21 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Disel DiselDiselDiselDiselDiselDiselDiselDiselDiselDiselDiselDisel

TRANSCRIPT

  • *

  • BAB IPENDAHULUANMotor Diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor bensin, proses penyalaannya bukan dengan loncatan api listrik. Pada langkah isap hanyalah udara segar y ang masuk ke dalam silinder. .Pada waktu torak hampir mencapai TMA bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder maka terjadilah proses penyalaan untuk pembakaran, ,pada saat udara didalam silinder bertemperatur tinggi.

    Persyaratan ini dapat dipenuhi apabila digunakan perbandingan kompresi yang cukup tinggi. Perbandingan kompresi yang tinggi banyak dipakai pada motor diesel berukuran kecil dengan putaran tinggi (4000 rpm).

    Pencipta motor diesel adalah RUDOLF DIESEL, seorang ilmuwan Jerman pada tahun 1898, sedangkan pada tahun 1876 seorang ilmuwan bernama NIKOLAUS OTTO berhasil menciptakan motor gas bersiklus empat langkah yang merupakan prinsip kerja dari motor bensin pada waktu itu. Kedua tokoh itu merupakan perintis bagi pengembangan motor bakar torak pada saat itu, namun sebelumnya pada tahun 1860 seorang ilmuwan perancis bernama LENOIR berhasil membuat mesin gas bersiklus dua langkah. Kemudian seorang ilmuwan Perancis bernama BEAU de ROCHAS pada 1862 berusaha memperbaikinya. Ia memandang perlu mengadakan kompresi terlebih dahulu sebelum gas dinyalakan. Teori tersebut kemudian menjadi prinsip kerja mesin dengan siklus empat langkah. Ide ini dituangkan untuk pertama kalinya pada mesin yang dibuat oleh OTTO.

    *

  • Motor diesel biasanya juga disebut motor penyalaan kompresi (Compression Ignition Engine) oleh karena cara penyalaan bahan bakarnya dilakukan dengan menyemprotkan bahan bakar kedalam udara yang telah bertekanan dan bertemperatur tinggi, sebagai akibat dari proses kompresi.

    Pemakaian bahan bakar dari motor diesel kira-kira 25% lebih rendah dari motor bensin, sedangkan harga bahan bakarnya lebih murah. Hal itulah yang menyebabkan motor diesel lebih hemat dari motor bensin. Namun perbandingan

    kompresi yang tinggi maka tekanan kerja motor diesel menjadi lebih tinggi dari motor bensin. Oleh karena motor diesel harus dibuat lebih bunyi yang keras, warna dan bau gas buang yang kurang menyenangkan. Namun dari segi ekonomis bahan bakar dan polusi motor diesel masih lebih disukai.

    *

  • BAB IIPEDOMAN MENJALANKAN MESIN

    II.1. Bahan Bakar Mesin Diesel Putaran TinggiPada umumnya minyak ringan dapat dipakai sebagai bahan bakar motor diesel. Namun, minyak berat dapat pula digunakan apabila hal tersebut dinyatakan oleh pabrik pembuatnya. Akan tetapi, oleh karena saringan untuk masing-masing bahan bakar itu berbeda kualitasnya, sebaiknya dipakai bahan bakar yang sesuai.Usaha terpenting yang harus diperhatikan adalah mencegah adanya air dan kotoran dalam bahan bakar. Maka untuk memperoleh keadaan tersebut perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini:1. Sebelum bahan bakar dialirkan dalam tangki bahan bakar, sebaiknya bahan bakar dibiarkan dahulu selama 24 jam. Hal ini dimnaksudkan agar air dan kotoran mengendap.2. Dalam membuka tutup kedua tangki tersebut harus dalam keadaan bersih.3. Sebaiknya digunakan kain untuk menyaring bahan bakar pada waktu mengisi ke dalam tangki mesin.4 . Tangki bahan bakar diusahakan agar selalu terisi penuh setiap kali dipergunakan, sehingga jumlah udara dalam tangki berkurang untuk menegah terjadinya pengembunan air yang ada di dalam tangki.5 . Sebaiknya tangki dibersihkan dan dicuci seara berkala.

    II.2. Minyak Pelumas Untuk Motor Diesel Putaran TinggiOleh karena minyak pelumas motor diesel bekerja pada keadaan yang lebih berat daripada minyak pelumas motor bensin pada umumnya. Untuk itu minyak pelumas motor diesel harus memenuhi persyaratan dibawah ini:1. Stabilitas terhadap panas dan oksidasi.2. Kekentalannya tidak banyak terpengaruh oleh perubahan temperatur.3. Tidak menyebabkan korosi pada logam.Di dalam setiap buku pedoman menjalankan mesin biasanya dicantumkan kapan minyak pelumas harus diganti. Akan tetapi laja kerusakan *

  • minyak pelumas dipengaruhi kondisi operasinya, maka sebaiknya diadakan pemeriksaan secara berkala kapan minyak pelumas harus diganti. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan meneteskan minyak pelumas diatas sehelai kertas saring. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu menambah atau mengganti minyak pelumas:1. Janganlah mencampur minyak pelumas dengan jenis lainnya, karena kemungkinan besar terdapat perbedaan zat aditive.2. Pada waktu mengisi minyak pelumas harus dijaga jangan sampai ada kotoran yang masuk kedalam mesin.3. Pembuangan minyak pelumas yang lama harus dilakukan pada waktu mesin masih panas.

    II.3. Menjalankan Mesin BaruPersiapan yang harus dilakukan sebelum menjalankan mesin yang masih baru meliputi:1. Periksalah semua sekrup dan baut.2. Periksalah saringan udara, sebab umur mesin menjadi pendek apabila saringan udara dalam keadaan tidak baik.3. Pakailah minyak pelumas dan gemuk sesuai dengan buku pedoman.4. Periksalah tangki bahanbakar dan salurannya, jarus dalam keadaan bersih.5. Isilah air radiator dengan air bersih dan berilah larutan anti beku bila diperlukan.6. Periksalah semua bagian mesin yang bergerak supaya dapat diketahui apakah ada yang kurag baik.Boleh dikatakan umur mesin sangat tergantung pada ara menjalakan dan menangani mesin baru, maka selam 60 jam pertama perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini: 1. Sesudah mesin dapat di start, panaskan mesin terlebih dahulu dalam keadaan tanpa beban beberapa saat lamanya.2. Usaha tidak menjalakan mesin pada putaran tinggi.3. Demikian juga, beban supaya dibatasi pada 70%-80% dari beban nominalnya.

    *

  • II. 4. Pmeriksaan Sebelum Menyetart Mesin1. Periksa jumlah pelumas dengan menggunakan batang pengukur minyak pelumas.2. Periksalah keadaan air pendingin dan untuk mesin berpendingin udara periksalah kipas dan saluran pendinginnya.3. Periksalah jumlah bahan bakar.4. Periksalah hubungan listrik dari batera ke motor starter atau tekanan udara yang diperlukan untuk menyetart.5. Mesin tidak dibebani dalam keadaan distart.

    II. 5. Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Estela Mesin Dapat DistartProsedur menyetart mesin biasanya diberikan pada buku pedoman menjalakan mesin, maka patuhilah petunjuk yang sudah diberikan itu.Setelah mesin dapat distart, jalankan mesin pada putaran sedang tanpa beban selama kurang lebih 5 menit, sampai setiap mesin dan air atau minyak pelumas mencapai temperatur kerjanya. Sementara itu ada hal yang harus diperhatikan:1. Tekanan minyak pelumas.2. Bunyi dan getaran dari mesin, biasanya pada awalnya berbunyi keras Namur lama-lama akan melunak.3. Warna gas buang.4. Kebocoran air atau minyak pelumas.

    II. 6. Mematikan MesinJanganlah mematikan mesin dengan tiba-tiba. Lepaskanlah beban terlebih dahulu secara berangsur-angsur, kemudian biarkanlah bekerja tanpa beban pada putaran rendah kira-kira 5 menit lamanya, sehingga mesin dingin. Sesudah itu mesin baru boleh dimatikan.Ada 2 cara dalam mematikan mesin, yang pertama adalah menutup aliran bahan bakar dan yang ke dua adalah dengan cara menekan atau menarik tuas dekompresi sehingga tidak terjadi proses kompresi. Cara yang kedua inilah yang lebih menguntungkan karena mesin akan berhenti pada kedudukan poros engkel yang sembarang*

  • Hal ini berarti pada waktu mesin berhenti, posisi beberapa roda gigi gaya terhadap pinion motor stater boleh dikatakan berubah-rubah. Dengan demikian keausan roda gigi gaya karena kerja motor starter boleh dikatakan merata. Apabila mesin sudah berhenti bekerja, lakukanlah tindakan lanjut sebagai berikut: 1.Kembalikan tuas letak dekompresi pada posisi jalan. 2.Tutuplah kran bahan bakar. 3. Putarlah kuni kontak stater pada posisi "off". 4.Tutuplah kran air pendingin. 5.Apabila adanya kemungkinan pembekuan air pendingin, bukalah kran pembuangan sehingga air keluar dari blok mesin.

    II. 7. Menyetart Mesin Pada Temperatur RendahPada temperatur rendah, mesin tidak mudah distart karena beberapa hal sebagai berikut: 1.Karena minyak pelumas lebih kental pada temperatur rendah, maka diperlukan momen puntir yang lebih tinggi untuk menyetart. 2. Untuk mesin yang harus distart dengan motor listrik, mungkin timbul kesulitan karena kapasitas baterai menurun pada temperatur rendah sehingga arus listrik yang dibutuhkan tidak menukupi. 3.Kalau temperatur udara masuk mesin terlalu rendah maka temperatur udara pada saat bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder kurang tinggi sehingga bahan bakar tidak terbakar. 4.Karena kekentalan bahan bakar lebih tinggi pada temperatur rendah, maka bahan bakar lebih sukar dikabutkan dan didistribusikan.*

  • Untuk mengatasi keadaan tersebut diatas maka perlu dilakukan beberapa hal di bawah ini: 1.Pakailah minyak pelumas yang sesuai baik untuk mesin maupun saringan udara. 2. Panaskan baterai. 3. Apabila tidak dipakai zat anti beku maka sebaiknya digunakan air hangat sebagai fluida pendinginnya 4.Panaskan minyak pelumas dengan alat pemanas minyak pelumas yang dimasukan ke dalam bak minyak pelumas. 5.Pada cuaca yang sangat dingin, sebaiknya dipakai bahan bakar ringan yang kekentalannya ringan. 6.Dalam keadaan tersebut besar kemungkinan air yang ada di dalam bahan bakar akan membeku. Oleh karena itu sebaiknya baut pembuangan pada tangki dan saringan bahan bakar dibuka seara berkala supaya air yang ada di dalam bahan bakar dapat dikeluarkan.II. 8. Menjalankan Mesin Pada Temperatur Tinggi 1.Pakailah minyak pelumas yang sesuai keadaan daerah. 2.Jangan lupa mengisi air pendingin dan jagalah supaya tidak kekurangan atau jangan sampai ada kebocoran. Sebaiknya air pendingin diganti secara berkala dan bersihkanlah saluran-salurannya. Jadi pakailah air pendingin yang bersih. 3.Yakinlah bahwa pompa air bekerja dengan baik. Maka usahakanlah supaya tali kipas tidak kendor. Demikian juga termostrat dan radiatornya. 4.Jika mesin kepanasan dan air pendinginnya mendidih,