1.Jurnal Elah Matematika Revisi

Download 1.Jurnal Elah Matematika Revisi

Post on 13-Jul-2015

270 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 ISSN: 1412-09171PENGEMBANGAN BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABARYANG BERBASIS PROGRAM KOMPUTER DAN TUGAS RESITASIUNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DANDAYA MATEMATIK MAHASISWAOleh:Elah NurlaelahJurusan Pendidikan Matematika FPMIPAUniversitas Pendidikan IndonesiaEmail: elahn@upi.edu atau azela_bdg@yahoo.comABSTRAKMakalahinimenyajikanhasilkajianteorimengenai pembelajaran berbasiskomputer, tugasresitasi,pengertiankreativitasdandayamatematik. Berdasarkankajiantersebut dikembangkanbahanajar padamatakuliahStrukturAljabar.Pengembangan bahan ajar ini dirasa perlu untuk memfasilitasi aktivitas belajar yangdapatmeningkatkankreativitas,kemampuanpemecahanmasalah (mathematicalproblemsolving), berkomunikasimatematika(mathematicalcommunication),bernalarmatematika(mathematicalreasoning),mengkaitkanidematematika(mathematicalconnection), dan pembentukansikappositifterhadapmatematika(positive attitudes towards mathematics).Kata Kunci : Tugas Resitasi,Kreativitas dan Daya Matematik.LATAR BELAKANG MASALAHMatakuliahStrukturAljabarmerupakansuatumatakuliahyangmemuatkonsep-konsepyangabstrak,karenasifatdarimatakuliahtersebutsepertiitumakamahasiswaseringkalimendapatkesulitandalammempelajarinya.Untukmengatasihaltersebut,seorangdosenharusmampumembantudanmengarahkanmahasiswanyasupayadapatmempelajarimateri-materipadamatakuliahtersebutmenjadi lebih menarik dan bermakna.Penggunaan komputer sebagaimedia pembelajaran merupakan salah satu carauntukmenarikminatmahasiswadalam mengikutidanmemahamimateriStrukturAljabar.Sebagaimanadikemukakanoleh(Lesh,1990)Komputersebagaisalahsatumediapembelajaran, baiksecarafisikataupunmanipulasi,gambardankata-Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 ISSN: 1412-09172katayangditulisbisamenghubungkanantaraidematematikayangberbentukkongkrit dengan ide matematika yang berbentuk abstrak. Sementara (Sowell, 1989)mengemukakanbahwamanipulasikomputerjugadapatmeningkatkannilaitesretensidanpemecahanmasalah. Disampingitu sikapmahasiswaterhadapmatematikameningkatketikamerekabelajardenganmenggunakanbantuanmanipulasi komputer. Ditambahkan pula bahwa aktivitas komputer dapat membuatkonsepmatematikamenjadilebihbermaknabagimahasiswa,karenamelaluiaktivitaskomputermahasiswadapatmelihatkonsep-konsepmatematikayangabstrak dari sisi kongkrit (Asiala. et al, 1996).Cara lain yang dapat digunakan dalammembantu mahasiswa untuk mengikutiperkuliahandenganbaikadalahpemberiantugas resitasi.Tujuandaripemberiantugasiniadalah mahasiswadapatmempersiapkandiridalammempelajarimateri-materiyangakandisampaikanpadaperkuliahanatau pada pertemuantatapmukasehinggamahasiswadapatbelajarlebihterarah,danlebihterfokus.Keduacaratersebutdiharapkandapatmemotivasimahasiswasupayalebihkreatifdalammemecahkanmasalah,mampuberkomunikasisecaramatematik,menyajikanmatematikdenganpenyajianyangberagam,mengaitkansuatukonsepdengankonsepyanglainataupundengankehidupannyata,sertamampubernalarsecaralogis dan sistematis.Namun demikian, sampai saat initerutama di tempat penulis mengajar belumtersusunsuatubahanajaryangdapatdijadikanpanduanmengajarmatakuliahStrukturAljabaryangberbasisprogramkomputer,ataupunbahanajaryangberbasispemberiantugas resitasi.Dengandemikianmakadianggapperluuntukmenyusunsuatubahanajaryangberdasarkanpadakondisitersebut,yaitupenggunaankomputersebagaimediapembelajarandanberbasispadapemberiantugas.TINJAUAN PUSTAKA1. Pemanfaatan Komputer untuk Mendukung PembelajaranKonsepkonsepdanprosedurmatematikamemuatelemen-elemenyangabstrakdanyangkongkrit. Disamping itu terdapat bermacam-macam representasidarisuatukonsepdanprosedurmatematika. Manipulasikomputerdapatmeningkatkan nilai tes retensi dan pemecahan masalah. Pada saat yang samasikapmahasiswaterhadapmatematikameningkatketikamerekabelajardenganmenggunakanbantuanmanipulasikomputer(Sowell,1989). Komputer jugasebagaisalahsatumediapembelajaran,baiksecarafisik,manipulasi,gambardankata-katayangdisajikandapatmenghubungkanantaraidematematikayangberbentuk kongkrit dengan ide matematika yang berbentuk abstrak tersebut(Lesh,1990).Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 ISSN: 1412-09173Beberapamanipulasikomputermempunyaikemampuanuntukmengubahsusunanrepresentasi.Representasiyangberbedasepertigambar,tabel,grafikdansimbol yang memungkinkanpengajardapatmenyajikanpengetahuanmatematikayang lebih luas bagi mahasiswa. Pengaruh suatu perubahan dari suatu representasimungkinberkaitandenganyanglainnya.Sebagaicontohsuatupersegipanjangpadatampilan komputerdapatdirubah-rubah ukuransisi,kelilingdanluasnya.Hubungandinamiktersebutakanmenolongmahasiswauntukmenghubungkanaspekyangberbedadarimatematiksehinggamahasiswadapatmengkonstruksipengetahuan matematika secara lebih luas.Hsiao,L (2001)mengemukakanbahwaComputerSupportedCollaborativeLearning(CSCL)yangdigunakandalamsetingpembelajarandapatmemfasilitasikomunikasi,produktivitasmahasiswadanmeningkatkanscaffolding.DisampingituCSCLdapatmendorongmahasiswabelajarbersamasecaraefektif.Halinitercapaikarenasistemkomputerdapatmendorongdanmemfasilitasiproseskelompokdandinamikakelompokdimanahalitutidakakandicapaidenganpertemuan perseorangan. Namun demikian ini tidak berarti bahwa komputer dapatmenggantikan komunikasi perseorangan (face-to-face). Sistem CSCL sangat sesuaiuntukdigunakanolehpengajaruntukmemberikantugaspadamahasiswapadawaktu yang sama melalui jaringan. Sistem ini dapat mendorong ide-ide komunikasidan informasi,mengakses informasi dan dokumen, dan memberikan umpan balikdalamkegiatanpemecahanmasalah.AdapuntujuaneksplisitdaripembelajarandenganCSCLadalahuntukmendorongrefleksidaninquiriyangdapatmengakibatkan pemahaman yang mendalam.Fletcher(dalamKusumah,2003)menyatakanbahwapotensiteknologikomputersebagaimediadalampembelajaranmatematikabegitubesar,melaluisoftwareyangsesuai,komputerbisamenjadialatyangefektifdalammembantupembelajaranmatematika.HalinimendukungstudiyangdilakukanolehWilson(1988)yangmengemukakanbahwasoftware yangdidesaindenganpemikiranmendalamdapatmenghadirkanbanyakhal,misalnyadapatmenampilkanpresentasiberulangyangterhubungsecaradinamis,yangtidakmungkinbisaditampilkan oleh mediayang diam seperti buku atau papan tulis. Beberapa aplikasidariteknologikomputeradalahkemampuannyauntukmenampilkanprosespendidikan secara energik, dan tampilan visual yang dinamis.Sejumlahahlimengidentifikasibahwamahasiswamenyukaipembelajarandenganmenggunakanmediakomputer.Halinidisebabkankarenakomputer:1)memilikikesabaranyangtakterbatas,2)menjadikanmahasiswabisabelajarmandiri, 3) memungkinkan bereksperimen dengan berbagai pilihan, 4) memberikanbalikansegera,5)merupakanpembangkitmotivasiyangbaik,6)memberikankontrolpadasaatpembelajaran,7)bisamengajardenganbobotmateriyangbertahap,8)mengeliminasikesulitandalamaktivitastertentuyangbanyakJurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 ISSN: 1412-09174menggunakan tangan, 9) membangun keterampilan dalam menggunakan komputeryang sangat bergunabagi kehidupan masa depan (Lawton dan Grechner, 1982).Penggunaankomputerakanmendukungperubahanstrategidalammengajar,karenakomputerdapatmembantumeningkatkanpemahamanmahasiswadalammengkonstruksimentalmatematikaatassuatukonsep.Halinidapatdilakukandenganberbagaicara,namuncarayangdianggapterbaikadalahimplementasi idematematikapadakomputerolehparamahasiswasendiri,yaitumelaluiaktivitasdenganmenggunakanprogramyangcocokuntukmengimplementasikanprosesdanobjekmatematika.MenurutShute, et.al (1994)dan Dubinsky, et.al (1994),melalui aktivitas di laboratorium komputer pengetahuan akan bertahan lama dalamfikiranmahasiswa,karenapengalamandapatmembantumengembangkanstrukturkognitif.Disampingitupembelajaranyangmenggunakankomputerdapatmenumbuhkanmotivasibelajarmatematika.SelanjutnyaAsiala, etal.(1997),danBrown(1997)menguraikanbahwapembelajaranAljabardenganmenggunakanbantuanprogramkomputersangatefektifuntukmenolongmahasiswadalammeningkatkan pemahaman konsep yang kuat.Dapat ditambahkan bahwa aktivitas komputer dapat menyebabkan pemahamankonsepmatematikamenjadilebihbermaknabagimahasiswa,karenamelaluiaktivitaskomputermahasiswadapatmelihatkonsep-konsepmatematikayangabstrakdarisisikongkrit(Asiala. etal,1996).Haliniterutamabagimahasiswayangtarafberpikirnyabelumsampaipadatarafberpikirformalsecarapenuh,sehinggamasihmemerlukanbantuandenganhal-halyangbersifatkongkrit.Dengan bantuan komputer ini diharapkan mahasiswa tersebut dapat terbantu dalammemahamikonsep-konsepyangabstrak.Karenaketikasuatuideyangabstrakdimunculkandikomputer,makaituakanmenjadikongkritdalampikiranmahasiswa. Adapun peran pengajar adalah membantu mahasiswa menghubungkanantara bentuk yang abstrak dan kongkrit dari matematika.2. Tugas ResitasiUntukmencapaitujuanpembelajarankitadapatmemberikanpengalamanbelajarkepadamahasiswamelaluiberbagaikegiatan.Salahsatukegiatanyangdapat dilaksanakan adalah pemberian tugas. Yang dimaksud tugas pada konteks iniadalahtugasyangbertujuandapatmeningkatkankegiatanbelajarmahasiswasupayatidakpasif,mahasiswamemilikikesempatanuntukmengeksplorasimateriatau konsep secara mandiri, dan tugas yang dapat menumbuhkankepercayaan diribahwa mereka sebenarnya mampuAlipandie(1984)menyatakanbahwametodepemberiantugasadalahsalahsatu carayang dilakukan oleh guru dengan jalan memberikan tugas kepada muriduntukmengerjakansesuatudiluarjamsekolah.Pasaribu(1986)menyatakanJurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 ISSN: 1412-09175bahwapemberikantugasbertujuanuntukmeninjaupelajaranbaru,untukmenghafalpelajaranyangdiberikan,untukmemecahkanmasalah,untukmengumpulkanbahan,danuntukmembuatlatihan-latihan.Ruseffendi(1991)mendefinisikan metode tugas adalah adanya tugas dan adanya pertanggungjawabandariyangdiberitugas.SedangkanNCTM(1991)menguraikanbahwatugasmatematikaatau mathematicaltask adalahsuatuproyek,pertanyaan,masalahpengkonstruksian, penerapan dan latihan yang diberikan kepada siswa.Jikaditinjaudariragamataujenisnya,tugaspadapembelajaranmatematikaterdiritugasyangmampumembuatsiswaberpartisipasiaktif,mendorongpengembanganintelektual,mengembangkanpemahamandanketrampilanmatematika, dapatmenstimulasi siswa menyusun hubungandan mengembangkantatakerja ide matematika,mendorong memformulasi masalah, pemecahan masalahdan penalaran matematika,memajukan komunikasimatematika, menggambarkanmatematikasebagaiaktifitasmanusia,sertamendorongdanmengembangkankeinginan siswa untuk bekerja dengan matematika (NCTM, 2000).Selanjutnyajikaditinjaudaricarapemberiantugas,penulisberpendapatpemberiantugassecaragarisbesarterbagimenjadiduabagianyaitutugasyangdiberikan sebelum dan tugas yang diberikan sesudah suatu materi diajarkan. Suatutugasyangdiberikansebelumsuatumateridiberikanjarangdanhampirtidakpernah diberikan oleh guru sebagaimana yang disampaikan oleh Wahyudin(1999)bahwatugasyangdiberikangurucenderungtugasyangdiberikanpadaakhirpembelajaran sehingga pada proses pembelajaran matematika, umumnya para gurumatematika hampir selalu menggunakan metode ceramah dan ekspositori. Terdapatempat buah alasan yang dapat dikemukakan mengapa kedua metode tersebut yangpaling seringdigunakan,salahsatudiantaranyaadalahparagurumatematikajarangsekalibahkantidakpernahmenugaskanparasiswanyauntukmempelajarimateri baru sebelum diajarkan oleh gurunya, sehingga metode yang lainnya sepertitanyajawabataudiskusitentangmateribaruitu sukaruntukditerapkan.Dalamtulisaninisuatutugasyangdiberikansebelumsuatumateridiajarkanselanjutnyaakandisebutsebagai tugas resitasi. Pasaribu(1986)tugasresitasiadalahsuatubentuktugasyangtidaksemata-matauntuk menghapal,mengerjakan,tetapiberusahauntukmerenungkanisinya,mengolahkembaliisinyadengankata-katasendiri, dengan pengertian dan interpretasi sendiri.Pemberiantugasresitasiakanmemberikankesempatankepadamahasiswauntukmenemukansendirisegalainformasiyangdiperlukan,sehinggamahasiswamemperolehpengetahuanatauinformasiitudariberbagaisumber.Akibatnyamahasiswasendiriyangmenemukaninformasidanpengetahuanyangharusdipelajaridandikuasainya. Hasilbelajaratauilmupengetahuanyangdiperolehmahmahasiswamelaluihasilbelajarsendirikarenapemberiantugasdiharapkanakan tertanam lebih lama dalam ingatan mahasiswa, disamping itu pemberian tugasinimerupakansalahsatuusahadosenuntukmembantumeningkatkankesiapanJurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 ISSN: 1412-09176mahasiswadalamprosesbelajarmengajar.Akibatlainyangdiharapkandarikegiatanpemberiantugasiniadalahmahasiswamenjadilebihaktifbelajardantermotivasi untuk meningkatkan belajar mandiri yang lebih baik, memupuk iniasitifdan berani bertanggung jawab.Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberian tugaspentinguntuk diberikan dalam kegiatan belajar mengajar sebab;a. Dapat membantu kesiapan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan yang akandisampaikan oleh dosen.b. Pengetahuanyangdiperolehmahasiswadarihasilbelajarmelaluipemberiantugas diharapkan tertanam lebih lama dalam ingatan.c. Meningkatkan aktivitas mahasiswa.d. Melatih mahasiswa untuk berpikir kritis.e. Mempupukrasatanggungjawabdanhargadiriatassegalatugasyangdikerjakan.3. Kreativitas dan Daya MatematikKreativitasmerupakansuatufenomenayangkomplekssehinggasangatsulitdidefinisikan(Standler,1998,Meissner,2000dalamYushau:2009).Beberapadefinisikreativitasdisajikanmelaluipendekatanyangberbeda.Jacob(dalamYushau: 2009)mendefinisikan kreativitas berdasarkan pendekatan deskriptif, yaitukreativitas dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu: a bolt out of the blue dan aprocess of incremental revisions.Dalam a bolt out of the blue, kreativitas munculpadasuatukondisiyangtiba-tiba,melaluiinspirasiyangmembingungkanpadawaktu menghasilkan suatu produk sehinggakadang-kadang tidak dapat dijelaskan.Dalam aprocessofincrementalrevisions,kreativitasadalahkerjakerasyangmemerlukanwaktu untukmerevisidanberfikirulang melaluiprosesyangmelelahkan danbahkan membuat frustrasi.Quigley(dalamYushau:2009)mendefinisikankreativitassebagaisuatukemampuanuntukmenghasilkansesuatuyangefektifdanbaru.SementaraStandler(dalamYushau:2009)membedakanantarakreativitasdankecerdasan.Menurutpendapatnya,kecerdasanadalahkemampuanuntukbelajardanberfikir,sementarakreativitasadalahkemampuanuntukmengerjakansesuatuyangbelumpernahdikerjakansebelumnya.Implikasidaridefinisiiniadalahbahwaindividuyangkreatifitucerdastetapisebaliknyatidakselalubenar.SedangkanmenurutColeman dan Hammen (dalam Gie, 2003) Creatitivity is thinking which producednew methods, new concept, new understanding, new inventions, new work of art.Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 ISSN: 1412-09177Amabile(dalamSupriadi,2000)mendefinisikan kreativitasberdasarkandefinisi konsensual dan definisi yang konseptual. Definisi konsensual menekankankonsepkreativitas padasegiprodukkreatif denganmenilaiderajatkreatifberdasarkan pengamatanparaahli.Sedangkandefinisikonseptualbertolak padakonseptertentutentangkreativitasyangdijabarkankedalamkriteriatentangapayang disebut kreatif.Definisi konsensual didasarkan pada asumsi-asumsi: bahwa produk kreativitasataurespon-responyangdapatdiamatimerupakanmanifestasidaripuncakkreativitas;kreativitasadalahsesuatuyangdapatdikenaliolehpengamat dari luarsehinggapengamatdapatsepakatsesuatuituadalahprodukkreatifataubukan;padahakekatnyakreativita...</p>