148955627 manifestasi klinis dalam berbagai kelainan septum hidung

20

Upload: rajaalfatih

Post on 28-Nov-2015

27 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

Hubungan antara deviasi septum nasi dan penyakit sinus sudah sering kita ketahui,tetapi kurangnya sistem klasifikasi tunggal diterima secara universal untuk deviasi septum membuat studi tentang pengaruh berbagai jenis deviasi pada hidung dan sinus paranasal menjadi perdebatan

Untuk menentukan patologi sinus dengan bebagai jenis kelainan septum pada gejala pasien menurut klasifikasi mladina

Selama perode dari july 2008 – july 2009 dalam 100 paien deviasi septum nasi teridentifikasi di departemen otorinolaringology AL Sulamanyia

Pemeriksaan rutin nasal, nasopharyoskopi, endoskopi nasal

Laki : wanita ( 1,8 : 1 )

Laki – laki 64 %, perempuan 84% dengan insiden tertinggi umur 21 – 40 tahun

Keluhan paling umum adalah obstuksi hidung

Deviasi septum nasi prevalensi terbanyak pada pria dan umur antara 21 – 40 tahun dengan tipe “S” deviasi septal adalah tipe terbanyak

Berbagai tingkat deformitas septum hidung terjadi saat lahir, dengan maksud meningkatkan pertumbuhan dan dengan epidemiologi pada prevalensi usia baru lahir sampai dewasa dilakukan dengan klasifikasi berbeda

Variable yang penting dalam aliran udara adalah

- vestibulum nasi

- katup hidung

- bagian konka hidung

Sebagai penyebab kelainan mungkin hasil dari trauma langsung pemakaian forcep atau bagian kepala janin melalui jalan lahir sempit

1. deviasi anterior ringan tanpa gangguan fungsi

2. anterior vertical deviation dengan gangguan fungsi

3. posterior vertical deviation

4. “S” shape septum

5. horizontal spur

6. tipe s dalam saluran horizontal lain

7. septum kerut

Selama periode dari july 2008 – july 2009, dalam 100 pasien kelainan septum hidung teridentifikasi di departemen otorhinolaryngology AL Sulaimanyia

Qustioner disiapkan untuk mengumpukan data semua pasien yang terdaftar

Pasien disarankan untuk pemeriksaan hidung rutin, nasopharyngoskop, endoskopi hidung

1. Usia dan jenis kelamin

laki-laki(64% : wanita36%)

1,8 : 1

kejadian menurut usia menunjukan bahwa sebagian besar pasien berada di kelompok usia 21 – 40 tahun

2.Menurut gejala

Sebuah studi menunjukan bahwa 84% dari pasien menunjukan cairan nasal 51 % dengan mendengkur secara terpisah 45% hiposmia sisanya anosmia

3. Tipe septum nasal deviasi

- Deviasi septum horizontal ( tipe 5 dan 6 ) 54%

- Deviasi vertikal 34%

- Tipe 2 13%

- Tipe 3 10 %

- Tipe 4 11%

- Tipe 7 12%

- Tipe 1 0%

4. Yang ditemukan di dinding lateral hidung, termasuk pemeriksaan hidung dan temuan radiologi hipertrofi konka inferior 42 pasien, sinusitis 31 pasien, konka bulosa 18 pasien

Kelaian septum merupakan temuan umum pada pemeriksaan hidung, menjadi lebih umum pada populasi kaukasia dari pada yang non kaukasia, dan mungkin terlihat dalam 80% dari orang kaukasia.

Dalam penelitian, usia kejadian menunjukan bahwa sebagian besar pasien berada di kelompok usia 21 – 40 tahun dengan perbandingan pria : wanita

(1,8 : 1)

ini karena pria yang brada di kelompok ini lebih rentan terhadap trauma bekerja diluar rumah atau mungkin karena kenyataan bahwa pada kelompok usia muda komplikasi kelainan septum mungkin tidak muncul dengan baik dan ini sesuai dengan temuan oleh Rao J. Janardhan

Subaric dan Mladina pada tahun 2003 mempelajari prevalensi pada kelainan septal berada di kelompok usia 2 – 22 tahun dan menemukan bahwa jenis 1 dan 2 paling sering ditemukan

Dan pada tahun 2008 menemukan bahwa 89,2% dari paien ENT menunjukan cacat septum

Keluhan paling umum dalam penelitian adalah gangguan hidung 84%, sakit kepala 55% nasal discharge 54% ini fakta yg bertepatan dengan hasil Rao J.Jandarhan bahwa gangguan hidung adalah hal utama

N koch-Henriksen dkk menunjukan rasio/perbandingan laki-laki : perempuan 1,6 : 1 pada pasien rata-rata berumur 33tahun

N koch-Henriksen dkk juga menunjukan bahwa gangguan hidung adalah keluhan yang paling umum sebanyak 60%

Penyakit sinus adalah bukti radiologis pada 31% dari 18% pasien memiliki konka bulosa bertepatan dengan Akoglu E yang dalam sebuah studi CT turbinate hipertrophy pada pasien dengan septum hidung menyimpang dan menunjukan pembesaran tulang

Elahi MM, dalam dua studi yang berbeda menggunakan ct scan (1997 dan 2000) untuk mengevaluasi struktur paraseptal dan penyakit sinus kronis dalam kaitannya dengan septum yang mengalami kelainan

Calhoun KH deviasi septum menunjukan bahwa terkait dengan penyakit ethmoidalis bagian anterior dan posterior

Caughey RJ menunjukan sebuah asosiasi kelainan septum hidung dan penebalan mukosa dikaitkan dengan penyemptan komplex osteomeatal

Kayaliogu menunjukan kelainan nasal septal dengan penyakit sinus

E. Karanzincir yang dalam sebuah CT konka hipertrofi pada pasien dengan septum hidung menyimpang yang menunjukan pembesaran tulang dan permukaan yang signifikan dalam segmen anterior dan konka inferior, temuan yang sama dipresentasikan oleh Egeli E tahun 2004.

Deviasi septum nasal prevalensi terbanyak pada pria dan umur antara 21-40 tahun

Deviation septal tipe 5 tipe yang paling umum menunjukan gejala pada pasien