148 - ik-pdg-oph-004 ik-sop lokal gardu induk pauh limo

Download 148 - IK-PDG-OPH-004 IK-SOP Lokal Gardu Induk Pauh Limo

Post on 16-Dec-2015

63 views

Category:

Documents

18 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

GI

TRANSCRIPT

  • PT PLN (PERSERO) P3B SUMATERA

    SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA GARDU INDUK PAUH LIMO

    SISTEM MANAJEMEN MUTUISO 9001 : 2008

    No.Dokumen IK-PDG-OPH-004 Tanggal 01 Juli 2010 Revisi 0 Halaman 1 dari 36

    GAMBAR SINGLE LINE DIAGRAM GARDU INDUK PAUH LIMO

    Konfigurasi Jaringan Gardu Induk PAUH LIMO dalam kondisi Normal diatur seperti pada gambar Single

    Line Diagram.

    Pengendali PMT, PMS dan PMS GROUND Penghantar 150 kV adalah Sistem 1, Pengendali PMT

    Trafo Daya, Incoming 20 kV dan Penyulang adalah Sistem 2.

    A. SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA BAY LINE 150 KV PAUH LIMO - SIMPANG HARU.2 A.1 SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA PEMBEBASAN TEGANGAN PADA BAY LINE PAUH

    LIMO SIMPANG HARU.2

    Tujuan Pembebasan Tegangan Dalam rangka pekerjaan Pemeliharaan Tahunan

    Pelaksana Manuver Operator Gardu Induk

    Pengawas Manuver Supervisor OPHAR GI

    Pengawas K3 Pegawai yang bersertifikasi K3

    Persyaratan :

  • PT PLN (PERSERO) P3B SUMATERA

    SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA GARDU INDUK PAUH LIMO

    SISTEM MANAJEMEN MUTUISO 9001 : 2008

    No.Dokumen IK-PDG-OPH-004 Tanggal 01 Juli 2010 Revisi 0 Halaman 2 dari 36

    1. Melapor ke UPB bahwa pelaksanaan Pembebasan Tegangan pada Bay Line PAUH LIMO

    SIMPANG HARU.2 siap untuk dilaksanakan.

    2. Perintah Manuver dari UPB dicatat pada kertas kerja perintah Manuver.

    3. Kertas kerja perintah Manuver harus dibawa pada saat melaksanakan (pemasukan/

    pelepasan) PMT dan PMS agar tidak terjadi kesalahan Manuver.

    4. Setiap memasuki Switchyard 150 kV harus memakai Sepatu 20 kV serta Helm.

    5. Setiap melaksanakan pemasukan dan pelepasan PMS Ground pada Bay Line 150 kV

    harus memakai Sepatu dan Sarung tangan 20 kV serta Helm.

    Langkah pelaksanaan pembebasan tegangan pada Bay Line PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 1. Melepas PMT 150 KV PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 dengan cara :

    a. Catat besaran Arus, MW, MVAR dan Tegangan (KV) sebelum pelepasan

    b. Posisikan control switch ke posisi siap untuk melepas (putar ke kiri/berlawanan

    arah jarum jam). Indikasi lampu siap lepas pada control switch menyala.

    c. Tekan control switch (sebentar saja/jangan terlalu lama) sambil diputar ke kiri ,

    switch otomatis kembali ke posisi lepas. Indikasi lampu siap lepas pada control

    switch padam.

    d. Periksa indikasi dan posisi PMT secara visual (lampu hijau menyala/Open)

    2. Melepas PMS Bus- I PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 dengan cara : a. Posisikan control switch ke posisi siap untuk melepas (putar ke kiri/berlawanan

    arah jarum jam). Indikasi lampu siap lepas pada control switch menyala.

    b. Tekan control switch (sebentar saja/jangan terlalu lama) sambil diputar ke kiri ,

    switch otomatis kembali ke posisi lepas. Indikasi lampu siap lepas pada control

    switch padam.

    c. Periksa indikasi dan posisi pisau PMS Bus I secara visual (ketiga fasa posisi

    membuka/ Open secara baik)

    3. Melepas PMS Line PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 dengan cara : a. Posisikan control switch ke posisi siap untuk melepas (putar ke kiri/berlawanan

    arah jarum jam). Indikasi lampu siap lepas pada control switch menyala.

    b. Tekan control switch (sebentar saja/jangan terlalu lama) sambil diputar ke kiri ,

    switch otomatis kembali ke posisi lepas. Indikasi lampu siap lepas pada control

    switch padam.

    c. Periksa indikasi dan posisi pisau PMS Line secara visual (ketiga fasa posisi

    membuka/ Open secara baik)

    4. Memasukkan PMS Ground PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 dengan cara : a. Buka kunci/lock PMS Ground

    b. Naikkan handle PMS Ground ke atas, dorong ke kanan sampai putaran 180 0 lalu

    turunkan kembali

  • PT PLN (PERSERO) P3B SUMATERA

    SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA GARDU INDUK PAUH LIMO

    SISTEM MANAJEMEN MUTUISO 9001 : 2008

    No.Dokumen IK-PDG-OPH-004 Tanggal 01 Juli 2010 Revisi 0 Halaman 3 dari 36

    c. Pasang kunci/lock PMS Ground

    d. Periksa indikasi dan posisi pisau PMS Ground secara visual (ketiga fasa keadaan

    menutup / close secara baik)

    5. Melapor ke UPB bahwa pembebasan tegangan pada Bay Line 150 kV PAUH LIMO SIMPANG HARU sudah selesai dilaksanakan.

    6. Memuat laporan Manuver ke Logsheet yang tersedia

    A2. SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA PEMBERIAN TEGANGAN PADA BAY LINE PAUH LIMO SIMPANG HARU.2

    Tujuan pemberian tegangan Dalam rangka pemulihan pengoperasian setelah

    pekerjaan pemeliharaan tahunan selesai

    Pelaksana Manuver Operator Gardu Induk

    Pengawas Manuver Supervisor OPHAR GI

    Pengawas K3 Pegawai yang bersertifikasi K3

    Persyaratan : 1. Melapor ke UPB bahwa pelaksanaan Pemberian Tegangan pada Bay Line PAUH LIMO

    SIMPANG HARU.2 siap untuk dilaksanakan.

    2. Perintah Manuver dari UPB dicatat pada kertas kerja perintah Manuver.

    3. Kertas kerja perintah Manuver harus dibawa pada saat melaksanakan (pemasukan/

    pelepasan) PMT dan PMS agar tidak terjadi kesalahan Manuver.

    4. Setiap memasuki Switchyard 150 kV harus memakai Sepatu 20 kV serta Helm.

    5. Setiap melaksanakan pemasukan dan pelepasan PMS Ground pada Bay Line 150 kV

    harus memakai Sepatu dan Sarung tangan 20 kV serta Helm.

    Langkah pelaksanaan pemberian tegangan pada Bay Line PAUH LIMO SIMPANG HARU.2: 1. Melepas PMS Ground PAUH LIMO SIMPANG HAU.2 dengan cara :

    a. Buka kunci/lock PMS Ground

    b. Naikkan handle PMS Ground ke atas, dorong ke kiri sampai putaran 180 0 lalu

    turunkan kembali

    c. Pasang kunci/lock PMS Ground

    d. Periksa indikasi dan posisi pisau PMS Ground secara visual (ketiga fasa keadaan

    membuka / Open secara baik)

    2. Memasukkan PMS Line 150 KV PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 dengan cara : a. Posisikan control switch ke posisi siap untuk masuk (putar ke kanan/searah jarum

    jam) Indikasi lampu siap masuk pada control switch menyala.

  • PT PLN (PERSERO) P3B SUMATERA

    SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA GARDU INDUK PAUH LIMO

    SISTEM MANAJEMEN MUTUISO 9001 : 2008

    No.Dokumen IK-PDG-OPH-004 Tanggal 01 Juli 2010 Revisi 0 Halaman 4 dari 36

    b. Tekan control switch (sebentar saja/jangan terlalu lama) sambil diputar ke kanan ,

    switch otomatis kembali ke posisi masuk. Indikasi lampu siap masuk pada control

    switch padam.

    c. Periksa indikasi dan posisi pisau PMS Line secara visual (ketiga fasa keadaan

    menutup/ close secara baik)

    3. Memasukkan PMS Bus I 150 KV PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 dengan cara : a. Posisikan control switch ke posisi siap untuk masuk (putar ke kanan/searah jarum

    jam). ). Indikasi lampu siap masuk pada control switch menyala.

    b. Tekan control switch (sebentar saja/jangan terlalu lama) sambil diputar ke kanan ,

    switch otomatis kembali ke posisi masuk. Indikasi lampu siap masuk pada control

    switch padam.

    c. Periksa indikasi dan posisi pisau PMS Bus I secara visual (ketiga fasa keadaan

    menutup/ close secara baik)

    4. Memasukkan PMT 150 KV PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 dengan cara : a. Posisikan control switch ke posisi siap untuk masuk (putar ke kanan/searah jarum

    jam). Indikasi lampu siap masuk pada control switch menyala.

    b. Posisikan Kunci Synchron pada Panel Kontrol ke posisi HAND .

    c. Periksa alat ukur pada panel Synchron, jika jarum synchron berputar berarti

    pemasukan PMT adalah proses paralel dua Pembangkit (perlu syarat synchron),

    jika tidak berputar perhatikan beda tegangannya ( 5 kV PMT dapat dimasukkan)

    d. Tekan control switch (sebentar saja/jangan terlalu lama) sambil diputar ke kanan ,

    switch otomatis kembali ke posisi masuk. Indikasi lampu siap masuk pada control

    switch padam.

    e. Periksa besaran listrik : Amper, MW, MVAR dan KV

    f. Posisikan kembali Kunci Syncron ke posisi O .

    g. Periksa indikasi dan posisi PMT secara visual (keadaan menutup/close)

    5. Melapor ke UPB Satu bahwa Bay Line 150 KV PAUH LIMO SIMPANG HARU.2 sudah diberi tegangan .

    6. Membuat laporan Manuver ke Logsheet yang tersedia

    B. SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA BAY LINE 150 KV PAUH LIMO LUBUK ALUNG. B.1 SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA PEMBEBASAN TEGANGAN PADA BAY LINE PAUH

    LIMO - LUBUK ALUNG.

    Tujuan Pembebasan Tegangan Dalam rangka pekerjaan Pemeliharaan Tahunan

    Pelaksana Manuver Operator Gardu Induk

    Pengawas Manuver Supervisor OPHAR GI

  • PT PLN (PERSERO) P3B SUMATERA

    SOP LOKAL / INSTRUKSI KERJA GARDU INDUK PAUH LIMO

    SISTEM MANAJEMEN MUTUISO 9001 : 2008

    No.Dokumen IK-PDG-OPH-004 Tanggal 01 Juli 2010 Revisi 0 Halaman 5 dari 36

    Pengawas K3 Pegawai yang bersertifikasi K3

    Persyaratan : 1. Melapor ke UPB bahwa pelaksanaan Pembebasan Tegangan pada Bay Line PAUH LIMO

    LUBUK ALUNG siap untuk dilaksanakan.

    2. Perintah Manuver dari UPB dicatat pada kertas kerja perintah Manuver.

    3. Kertas kerja perintah Manuver harus dibawa pada saat melaksanakan (pemasukan/

    pelepasan) PMT dan PMS agar tidak terjadi kesalahan Manuver.

    4. Setiap memasuki Switchyard 150 kV harus memakai Sepatu 20 kV serta Helm.

    5. Setiap melaksanakan pemasukan dan pelepasan PMS Ground pada Bay Line 150 kV

    harus memakai Sepatu dan Sarung tangan 20 kV serta Helm.

    Langkah pelaksanaan pembebasan tegangan pada Bay Line PAUH LIMO LUBUK ALUNG. 1. Melepas PMT 150 KV PAUH LIMO - LUBUK ALUNG dengan cara :

    a. Catat besaran Arus, MW, MVAR dan Tegangan (KV) sebelum pelepasan

    b. Putar handle control berlawanan dengan arah jarum jam .

    c. Periksa indikasi dan posisi PMT secara visua