128647025 tugas perencanaan dan evaluasi program kesehatan 1 docx

Download 128647025 Tugas Perencanaan Dan Evaluasi Program Kesehatan 1 Docx

Post on 30-Oct-2015

82 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

khjhjkl

TRANSCRIPT

  • TUGAS PERENCANAAN DAN EVALUASI PROGRAM KESEHATAN

    METODE NGT (Nominal Group Technique)

    OLEH ALIH JENIS KELAS B

    KELOMPOK 8

    1. AGUSTINA ZAHROTUN NISA 101111301

    2. BASTIAN S. DHARMAWAN 101111308

    3. DEWI PUTRI ARLADIN 101111315

    4. NUR CHOLILAH 101111319

    5. HARNILA PURWINDASARI 101111326

    6. TRI PUTRI YUNDIARTI 101111343

    FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

    UNIVERSITAS AIRLANGGA

    SURABAYA

    2012

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Meningkatkan kinerja dan mutu perencanaan program kesehatan, diperlukan

    suatu proses perencanaan yang akan menghasilkan suatu rencana yang menyeluruh

    (komprehensif dan holistik). Perencanaan kesehatan adalah kegiatan yang perlu

    dilakukan di masa yang akan datang dan jelas tujuannya. Langkah-langkah

    perencanaan sebetulnya bersifat generik yaitu sama dengan alur pikir siklus

    pemecahan masalah, langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan adalah :

    1. Analisis situasi

    2. Identifikasi masalah dan menetapkan prioritas

    3. Menetapkan tujuan

    4. Melakukan analisis untuk memilih alternatif kegiatan terbaik

    5. Menyusun rencana operasional.

    Kelima langkah pokok di atas harus dilaksanakan secara berurutan

    (sistematis). Setiap langkah yang dilakukan memiliki tujuan sendiri. Analisis situasi

    sebagai langkah awal dalam perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin,

    sehingga dapat diperoleh gambaran tentang masalah kesehatan yang ada serta

    faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan tersebut, yang merupakan

    tujuan dari analisis ini, pada akhirnya akan diperoleh hasil dari analisis ini yang

    merupakan titik tolak perencanaan kesehatan terpadu dan dalam langkah

    selanjutnya diikuti oleh kegiatan untuk merumuskan masalah secara jelas, sekaligus

    menentukan prioritas masalah-masalah tersebut.

    Yang dimaksud dengan masalah dalam perencanaan kesehatan tidak

    terbatas pada masalah gangguan kesehatan saja, akan tetapi meliputi semua faktor

    yang mempengaruhi kesehatan penduduk (lingkungan, perilaku, kependudukan dan

    pelayanan kesehatan).

    Menurut Abraham. L, masalah adalah terdapatnya kesenjangan (gap) antara

    harapan dengan kenyataan. Oleh sebab itu, cara perumusan masalah yang baik yaitu

    jika rumusan tersebut jelas menyatakan adanya kesenjangan. Kesenjangan tersebut

    dikemukakan secara kualitatif dan dapat pula secara kuantitatif.

  • Identifikasi dan prioritas masalah kesehatan merupakan bagian dari proses

    perencanaan harus dilaksanakan dengan baik dan melibatkan seluruh unsur terkait,

    termasuk masyarakat. Sehingga masalah yang ditetapkan untuk ditanggulangi

    betul-betul merupakan masalah dari masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan

    kegiatan untuk menanggulangi masalah kesehatan yang ada, masyarakat dapat

    berperan aktif didalamnya.

    Menetapkan prioritas dari sekian banyak masalah kesehatan di masyarakat

    saat ini merupakan tugas yang penting dan semakin sulit. Manager kesehatan

    masyarakat sering dihadapkan pada masalah yang semakin menekan dengan

    sumber daya yang semakin terbatas. Metode untuk menetapkan prioritas secara

    adil, masuk akal, dan mudah dihitung merupakan perangkat manajemen yang

    penting. Oleh karena itu perlu diketahui teknik-teknik analisis prioritas masalah

    sehingga petugas kesehatan dapat menentukan masalah apa yang paling utama

    diantara masalah-masalah yang ada.

    Menurut Amrulloh (2011) ada banyak metode yang dapat digunakan dalam

    penentuan prioritas masalah, namun metode yang lazim digunakan oleh puskesmas

    atau instansi lain dalam menyusun program tahunan antara lain: Metode Hanlon,

    Metode MCUA (Multi Criteria Utility Assesment), Metode USG (Urgency,

    Seriousness, and Growth), Metode CARL(Capability, Accesability, Readiness &

    Leverage) dan Metode NGT (Nominal Group Technique).

    Diantara metode-metode yang tersebut di atas, tentu mempunyai kelemahan

    dan kelebihan masing-masing. Dalam makalah ini tidak semua metode tersebut

    akan dijelaskan, namun hanya metode NGT yang akan dibahas lebih lanjut. Metode

    NGT merupakan salah satu cara menetapkan prioritas penyelesaian masalah dengan

    metode teknik scoring. Proses untuk metode NGT dilaksanakan dengan

    memperhatikan urgensi dari masalah, keseriusan maslah yang dihadapi, serta

    kemungkinan bekembangnya masalah tersebut semakin besar.

  • 1.2 Rumusan Masalah

    1. Apa Pengertian metode NGT?

    2. Bagaiman Langkah langkah cara menentukan masalah mengunakan

    metode NGT?

    3. Bagaimanakah implementasi dari metode NGT prioritas penyelesaian

    masalah?

    1.3 Tujuan Penulisan

    1. Mempelajari pengertian metode USG

    2. Mempelajari langkah-langkah cara menentukan masalah menggunakan

    metode USG

    3. Mengetahui implementasi dari metode USG dari penentuan prioritas

    masalah.

  • BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Definisi NGT

    Suatu keterampilan pokok yang harus dimiliki oleh para perencana

    kesehatan ialah kemampuan memimpin proses dinamika kelompok untuk

    identifikasi dan penentuan prioritas masalah dan urutan pemecahan masalah. Salah

    satu proses dinamika kelompok yang harus dikuasai adalah Delbecq Technique atau

    Nominal Group Technique (NGT) yang dilaksanakan melalui suatu forum

    pertemuan dari para ahli, yaitu para ahli kesehatan dan kelompok perencana.

    Nominal Group Technique (NGT) adalah salah satu quality tools yang

    bermanfaat dalam mengambil keputusan terbaik. Dalam quality management,

    metode ini dapat digunakan untuk berbagai hal, mulai dari mencari solusi

    permasalahan, hingga memilih ide pengembangan produk baru. NGT adalah suatu

    metode untuk mencapai konsensus dalam suatu kelompok, dengan cara

    mengumpulkan ide-ide dari tiap peserta, yang kemudian memberikan voting dan

    ranking terhadap ide-ide yang mereka pilih. Ide yang dipilih adalah yang paling

    banyak skor-nya, yang berarti merupakan konsensus bersama. Metode ini dapat

    menjadi alternatif brainstorming, hanya saja konsensus dapat tercapai lebih cepat.

    Teknik ini awalnya dikembangkan oleh Delbecq dan VandeVen, yang kemudian

    diaplikasikan untuk perencanaan program pendidikan untuk orang dewasa oleh

    Vedros.

    Tujuan NGT yaitu :

    1. Identifikasi masalah dan penentuan prioritas (Need Identification and Priority

    Setting)

    2. Pemilihan alternatif pemecahan masalah dan penentuan prioritas (Action

    Definition and Priority Setting)

    3. Melibatkan personel pada semua tingkatan organisasi dalam pengambilan

    keputusan final

    Teknik ini terdiri dari serangkaian aktivitas yang berurutan yaitu :

    1. Menuliskan masalah atau pemecahan masalahnya, sesuai dengan tujuan

    forum, tanpa diskusi atau tanya jawab (silent generation of ideas in writing)

  • 2. Membuat daftar atau melakukan listing hasil masalah yang telah ditulis oleh

    forum sebelumnya

    3. Mendiskusikan daftar masalah yang telah disusun

    4. Membuat daftar dan pra-penentuan prioritas

    5. Mendiskusikan hasil daftar dan pra-penentuan prioritas yang telah disusun

    6. Penentuan prioritas berdasarkan hasil diskusi forum.

    2.2 Langkah-langkah NGT

    2.2.1 Langkah-langkah persiapan NGT

    Langkah-langkah NGT adalah sebagai berikut:

    1. Persiapan gugus tugas

    Lakukan pembagian tugas sebelum pertemuan dimulai. Tentukan:

    a. Pimpinan proses NGT

    b. Penulis di flipchart

    c. Pencatat skor

    d. Pembaca hasil

    2. Persiapan ruang pertemuan

    Meja dan tempat duduk diatur seperti huruf U yang terbuka ujungnya (round table)

    dimana pada ujung meja yang terbuka ditempatkan flipchart atau papan tulis.

    3. Persiapan sarana atau peralatan

    a. Daftar hadir atau absensi

    b. Kertas flipchart atau papan tulis lengkap dengan alat tulisnya

    c. Alat tulis di masing-masing meja

    d. Kalkulator (jika perlu)

    4. Persiapan peserta

    a. Tentukan siapa saja orang yang akan diundang atau dilibatkan untuk

    melaksanakan NGT.

    b. Untuk tingkat Dinkes kabupaten yang harus dilibatkan antara lain para

    Kasubdin dan Kasie.

    c. Untuk tingkat Puskesmas yan harus dilibatkan antara lain Kepala

    Puskesmas, dokter puskesmas, bidan, dan perawat.

    d. Jumlah peserta 7-10 orang.

  • 2.2.2 Langkah-langkah inti NGT

    1. Silent Generation of Ideas in Writing

    Fasilitator mengutarakan pertanyaan atau masalah ke kelompok dalam bentuk

    tertulis di kertas. Selanjutnya, masing-masing peserta diminta untuk

    menuliskan seluruh ide yang muncul di kepalanya. Para peserta diminta untuk

    bekerja secara independen, tanpa berdiskusi sama sekali dengan peserta lain.

    Tahap ini membutuhkan sekitar 10 menit.

    2. Recorded Round Robbin Procedure

    Selanjutnya, fasilitator meminta peserta untuk berbagi ide-ide yang

    sebelumnya sudah mereka tuliskan di kertas. Sang moderator menuliskan ide-

    ide dari tiap peserta pada papan tulis, supaya semuanya dapat melihat. Ide yang

    sama tidak disertakan, namun jika ada perspektif atau penekanan yang berbeda,

    dapat dimasukkan. Lanjutkan proses ini hingga seluruh ide dari tiap peserta

    dapat terdokumentasi. Pada tahap ini tidak ada diskusi atau debat, dan peserta

    boleh menuliskan ide-ide baru yang muncul sepanjang proses. Tahap ini

    membutuhkan sekitar 15-30 menit.

    3. Serial Discussion of Ideas

    Selanjutnya, peserta diminta untuk me