123583107 hernia inguinalis

Download 123583107 Hernia Inguinalis

Post on 25-Oct-2015

40 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakangHernia inguinalis adalah salah satu masalah yang paling sering di jumpai oleh ahli bedah umum. Hernia inguinalis pertama kali di temukan dalam tulisan pada lebih dari 3.500 tahun yang lalu, dan perawatan bedah di lakukan sekurangnya pada 2.000 tahun yang lalu. Terdapat banyak teori tentang etiologi dan jumlah deskripsi anatomi, yang menghasilkan berbagai cara reparasi. Hernia inguinalis adalah kegagalan dari lantai kanalis inguinalis. Ini diekspresikan sebagai cincin internal yang berdilatasi pada hernia indirek atau sebagai kelemahan dan penipisan difus pada hernia direk (Cameron, 1997).Sebagian besar hernia timbul dalam regio inguinalis dengan sekitar 50 persen dari ini merupakan hernia inguinalis indirek dan 25 persen sebagai hernia inguinalis direk (Sabiston, 1994). Pada saat ini hampir semua hernia dikoreksi dengan pembedahan, kecuali bila ada kontraindikasi bermakna yang menolaknya. Hernia timbul dalam sekitar 1,5 % populasi umum di Amerika Serikat, dan 537.000 hernia diperbaiki dengan pembedahan pada tahun 1980 ( Sabiston, 1994 ). Proses turunnya testis mengikuti prosesus vaginalis. Pada neonatus kurang lebih 90% prosesus vaginalis tetap terbuka, sedangkan pada bayi umur 1 tahun sekitar 30% prosesus vaginalis belum tertutup. Tetapi kejadian hernia pada umur ini hanya beberapa persen. Tidak sampai 10% anak dengan prosesus vaginalis paten menderita hernia. Pada anak dengan hernia unilateral dapat dijumpai prosesus vaginalis paten kontralateral lebih dari separo, sedangkan insiden tidak melebihi 20%. Umumnya di simpulkan adanya prosesus vaginalis yang paten bukan merupakan penyebab tunggal terjadinya hernia, tetapi diperlukan faktor lain seperti anulus inguinalis yang cukup besar, tekanan intra abdomen yang meninggi secara kronik seperti batuk kronik, hypertropi prostate, konstipasi, dan ascites sering disertai hernia inguinalis. Dalam kehidupan masyarakat, anggapan terhadap hernia adalah merupakan kelainan yang biasa, karena pada awal terjadinya tidak merasa sakit dan tidak mengganggu aktifitas atau pekerjaan sehari- hari, sehingga dalam perjalanan penyakitnya penderita memerlukan waktu yang cukup untuk periksa atau konsultasi ke dokter, setelah konsultasi pun masih cukup waktu untuk menunda tindakan yang dianjurkan. Sebagian penderita menerima tindakan operasi apabila sudah terjadi keadaan inkarserata atau strangulate. Adanya keadaan ini penderita atau keluarga baru menyadari resiko dan bahayanya, yang dapat menyebabkan morbiditas meningkat serta biaya perawatan yang lebih tinggi.

1

BAB IILAPORAN KASUS

I. Identitas pasien Nama: Wasito Jenis Kelamin: Laki laki Usia: 51 tahun Pekerjaan : PNS (karyawan SMA) Agama: Islam Alamat: Karang pula Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul Tanggal Masuk : 28 Januari 2013 Ruang Rawat: Marwah A-5 No. RM: 47-05-49

II. AnamnesisAnamnesis dilakukan secara auto anamnesis a. Keluhan Utama Terdapat benjolan pada lipat paha sebelah kiri sejak 3 tahun yang lalu, benjolan terlihat jelas pada saat posisi berdiri dan menghilang pada posisi tidur atau duduk, pasien tidak merasakan keluhan nyeri pada lokasi benjolan.b. Keluhan Tambahan Tidak ada demam, tidak mual, muntah ataupun nyeri pada perut.c. Riwayat Penyakit Sekarang Hari ini pasien tidak terdapat keluhan. d. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah mengalami gejala yang sama sebelumnya Pasien belum ada riwayat penyakit lain sebelumnya.e. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang serupa dengan pasien. f. Anamnesis Sistem 1) Sistem serebrospinal: Pusing (-), demam (-). 2) Sistem respirasi : Batuk (-), kadang sesak nafas (-). 3) Sistem kardiovaskuler : Kadang berdebar-debar (-), nyeri dada (-). 4) Sistem digestivus : Mual (-),muntah (-), perut sebah (-), nyeri perut (-), Flatus (+)5) Sistem Urogenital : Nyeri pinggang (-), hematuria (-). 6) Sistem muskuloskeletal : Tidak ada hambatan dalam bergerak. III. PEMERIKSAAN FISIK

a. Pemeriksaan Fisik Umum 1) Keadaan Umum : Baik2) Kesadaran : Compos mentis 3) Status Gizi : Cukupb. Vital Sign 1) Tekanan darah : 130/70 2) Suhu : 36 C 3) Nadi : 80 x/menit irregular4) Pernafasan : 24x/menit 1. KEPALA a. Mata : Mata cekung (-/-), conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), palpebra udem (-/-), reflek pupil (+) normal, isokor b. Telinga : Discharge (-/-), deformitas (-/-) c. Hidung: Discharge (-/-) d. Mulut: Bibir kering (-), sianosis (-), lidah kotor (-) e. Leher : JVP tidak meningkat, pembesaran thyroid (-), limfonodi teraba (-) , nyeri (-).2. THORAX a. PULMO Inspeksi : simetris (+), ketinggalan gerak (-), retraksi intercostae melebar (-). Palpasi : Ketinggalan gerak (-), vocal fremitus kanan = kiri Perkusi : Sonor dikedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler (+/+) normal, Suara tambahan (-)

b. JANTUNG Inspeksi: Ictus kordis tampak di SIC IV mid clavicula sinistra Palpasi: Ictus kordis teraba di SIC IV mid clavicula sinistra, kuat angkat (-), kesan besar jantung normal Perkusi : Batas kiri atas: SIC II linea para sternalis sinistra Batas kanan atas: SIC II line para sternalis dextra Batas kiri bawah: SIC IV midclavicula sinistra Batas kanan bawah : SIC IV para sternalis dextra Auskultasi : S1, S2 reguler, bising (-), gallop (-)

3. ABDOMEN Inspeksi : tampak tinggi abdomen = thorax, sikatrik(-) Auskultasi : peristaltik (+) normal, suara abnormal (-) Palpasi: Nyeri tekan epigastrik (-),defans musculer (-),murphy sign (-), hepatomegali (-), splenomegali (-), teraba benjolan di regio inguinalis sinistra (pada posisi berdiri) hilang pada posisi tidur, saat mengejan benjolan muncul (+), benjolan tidak keras, tidak berbatas tegas. Perkusi : Tympani diseluruh regio abdomen 4. EKSTREMITAS Superior : Edema (-/-), hambatan gerak (-/-), akral dingin (-/-) Inferior : Edema (-/-), hambatan gerak (-/-), akral dingin (-/-)

I. PEMERIKSAAN PENUNJANG Tanggal 28 Januari 2013 1. Laboratorium Darah Lengkap Hb : 16,1 gr/dl (12 17 gr/dl) AL :13,6 ribu (4-10 ribu) AE : 5,58 juta (l : 4,4 - 5,9 juta; p : 4,0-5,0 juta) AT : 275 ribu/ml (150 450 ) Hmt : 52% (l : 36 52, w : 36-46 %) Hitung Jenis Lekosit Eosinofil : 0 % (0 5) Basofil : 0 % (0 1) Netrofil : 72 % (50 70) Limfosit : 21 % (20 40) Monosit : 7 % (2 8) GDS : 145gr/dl ( 70 140 ) PPT: 13,4 dtk ( 11 15) APTT: 30,9 dtk ( 25 35) HbsAg: (-) HIV: (-)2. Radiologi Foto Thorax Hasil : cord dan pulmo dalam batas normal

V. DIAGNOSIS Hernia Inguinalis Lateral Sinistra Reponible

VI. DIAGNOSIS BANDING 1. Hernia femoralis2. Nodes lymph inguinal3. Hydrocele dari saluran neck

VII. TERAPI 1. Terapi Non Farmakologis : Awasi keadaan umum per 24 jam Diet biasa Dilarang untuk mengangkat beban berat Dilarang mengejan terlalu kuat2. Terapi Farmakologis : Infus RL 20 tpm Inj. Ranitidin 2x1 amp Inj. Ketorolac 3x1 amp Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gr VIII. PROGNOSIS : Dubia ad bonam.

28

BAB IIITINJAUAN PUSTAKA

A. AnatomiRegio inguinalis untuk beberapa struktur merupakan tempat peralihan dari daerah perut ke organ organ kelamin luar dan ke tungkai bagian atas. Garis pemisah anatomis antara kedua daerah tersebut di bentuk oleh ligamentum inguinale (poupart) yang terletak diantara tuberculum ossis pubikum, pada sisi medialnya dan spina illiaka anterior superior, pada sisi lateralnya. Sebenarnya ligamentum inguinale ini merupakan tempat pertemuan fascia yang menutupi permukaan perut dan fascia yang menutupi permukaan tungkai (fascia lata) (kuijjer,1991).Di atas ligamentum inguinale, funikulus spermatikus meninggalkan rongga perut melalui anulus inguinalis profundus yang terletak di sebelah lateral. Funikulus spermatikus ini menembus dinding perut melalui kanalis inguinalis yang terletak sejajar dengan ligamentum inguinale dan berada di bawah kulit dalam annulus inguinalis superfisialis yang terletak di sebelah medial. Lubang yang di sebutkan belakangan ini dengan mudah dapat diraba di bawah kulit pada dinding perut, kalau skrotum didorong ke dalam, serta meraba di atas lipatan inguinale (kuijjer,1991).Kanalis inguinalis dibatasi di kraniolateral oleh annulus inguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari facia transversalis dan aponeurosis m. transversus abdominis. Di medial bawah, diatas tuberkulum pubikum, kanal ini dibatasi oleh anulus inguinalis eksternus, bagian terbuka dari aponeurosis m. obliqus eksternus. Atapnya ialah m. obliqus internus dan m. transverses abdominis, dan didasarnya terdapat ligamentum inguinale, bagian depan dibatasi oleh aponeorosis m. obliqus abdominis eksternus, belakang m. obliqus abdominis internus. Kanal berisi tali sperma pada pria, dan ligamentum rotundum pada wanita ( Syamsuhidayat dan Wim de Jong, 1997 ).

Hernia inguinalis lateralis (indirek), karena keluar dari rongga peritonem melalui annulus inguinalis internus yang terletak lateral dari pembuluh epigastrika inferior, kemudian hernia masuk kedalam kanalis inguinalis dan jika cukup panjang, menonjol keluar dari anulus inguinalis eksternus. Apabila hernia ini berlanjut , tonjolan akan sampai ke skrotum, ini disebut hernia skrotalis.

Sedangkan hernia inguinalis medialis (direk), menonjol langsung kedepan melalui trigonum Hesselbach di batasi oleh : inferior : ligamentum inguinale lateral : vasa epigastrica inferior medial : tepi lateral musculus rectus abdominis ( Syamsuhidayat dan Wim de Jong, 1997 ).

B. Fisiologi Pada laki- laki, penutupan yang berhubungan dengan terjadinya hernia ini memerlukan pengetahuan embriologis yang berhubungan dengan turunnya testis. Mula - mula testis tumbuh sebagai suatu struktur di daerah ginjal dalam abdomen (retroperitoneal). Selama pertumbuhan foetus testis akan turun (descensus testis) dari dinding belakang abdomen menuju