12 next generation network

Click here to load reader

Post on 09-Dec-2015

236 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

NGN

TRANSCRIPT

  • Quiz susulan : Rabu pekan depan Setelah kuliah (jam 18.30-19.00)Quiz susulan bagi yang belum ikut quiz atau ingin memperbaiki nilai (
  • NEXT GENERATION NETWORK Pertemuan ke-12

  • overviewNext Generation Network (NGN) dirancang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur infokom abad ke 21. Jaringan tidak lagi diharapkan bersifat TDM, melainkan sudah dalam bentuk paket-paket yang efisien, namun dengan QoS terjaga. NGN harus mampu mengelola dan membawa berbagai macam trafik sesuai kebutuhan customer yang terus berkembang. Salah satu perangkat pendukung dalam NGN adalah Softswitch. Softswitch merupakan arsitektur terbuka dan terdistribusi yang memungkinkan jaringan mendukung layanan suara, data, dan multimedia dari perangkat pelanggan ke jaringan inti dan mendukung interworking jaringan dengan aplikasi yang dapat menyediakan kombinasi layanan suara, data dan multimedia tersebut.

  • TujuanMahasiswa memahami konsep NGN.Mahasiswa memahami arsitektur NGN.Mahasiswa memahami integrasi jaringan dalam NGN.Mahasiswa memahami teknologi softswitch.

  • Arsitektur NGN NGN disusun dalam blok-blok kerja yang terbuka, dan bersifat open system.

  • Blok Transport membawa bukan hanya bagian media yang berupa data, suara, dan gambar dari customer, tetapi juga membawa sinyal-sinyal dari blok-blok lainnya. Blok Control and Signalling melakukan pengendalian dengan bertukar informasi permintaan panggilan dan policy network serta mengirimkan perintah-perintah yang sesuai kepada blok Transport untuk menyampaikan media data dan sebagainya ke tujuan yang benar, sesuai policy yang ditetapkan. Blok Services and Application berisi aplikasi-aplikasi network dalam bentuk software yang mendefinisikan layanan yang diberikan, feature yang disediakan, dan pengaturan-pengaturan lain, termasuk billing.

  • Integrasi Jaringan Dalam NGNTransportasi DataKarakteristik: broadband network yang menghantarkan data paket dengan secara efisien, scalable, memungkinkan diferensiasi dalam satu sistem, serta mampu diakses secara mobile. ATM QoS, DiferensiasiIP SkalabilitasIP MPLS, DWDM MPS

    GMPLS, menyediakan network yang secara keseluruhan mampu menangani bandwidth besar dengan QoS yang konsisten serta pengendalian penuh dan terintegrasi

  • SignallingPemisahan kanal data dengan signalling (CCS#7) efisiensi network yang lebih baik, memungkinkan pembentukan IN dengan berbagai layanannya. Signalling untuk multimedia dapat menggunakan suite H.323 yang distandarkan ITU, atau SIP yang distandarkan IETF

  • H.323 adalah rekomendasi ITU-T untuk komunikasi multimedia berbasis paket

  • Protokol H.225 atau RAS (registration, admission, and status) untuk permintaan panggilan dari terminal atau gateway ke gatekeeper GK. Dari data di dalam GK, diketahui hak akses user atau perangkat yang melakukan permintaan hubungan melalui GK ini. Jika permintaan disetujui, RAS membuka sesi komunikasi Q.931 dengan ujung lawan. Protokol Q.931 untuk setup panggilan, seperti protokol yang digunakan oleh telepon PSTN atau ISDN, termasuk transfer dan penerjemahan nomor-nomor telepon. Jika semuanya berjalan baik, akan dibuka sesi H.245 dari ujung ke ujung. Untuk hubungan VoIP yang lebih sederhana, sebenarnya bagian dari H.225 sudah cukup untuk melakukan setup tanpa Q.931.

  • Protokol H.245 untuk melakukan setup network, termasuk memeriksa kapabilitas yang tersedia, menyusun hubungan master-slave jika diperlukan, membuka kanal logika (paket), dan memberikan deskripsi serta alamat untuk paket RTP dan RTCP bagi pertukaran data percakapan. Protokol RTP (real-time transport protocol) untuk menyampaikan data dari ujung ke ujung selama komunikasi berlangsung. RTP dienkapsulasi oleh UDP kemudian oleh IP. UDP hanya memberikan fasilitas multipleks dan checksum, sehingga RTP harus memiliki fasilitas info identifikasi, pengurutan paket, dan monitoring. RTP merupakan standar dari IETF (RFC 3550).

  • Protokol RTCP (real-time transport control protocol) merupakan metode pengendalian bagi RTP. Yang dilakukan RTCP adalah memberikan feedback atas kualitas distribusi data, serta membawa nama kanonik bagi sumber-sumber RTP yang akan digunakan untuk sinkronisasi audio dan video. Pengkodean suara dilakukan dengan protokol-protokol G.711 untuk rate 64 kb/s dan delay 1/8 ms; G.721, G.723, atau G.726 untuk rate 16 hingga 40 kb/s dengan delay 1/8 ms; G.728 untuk rate 16 kb/s dengan delay 2.5 ms; G.729 untuk rate 8 kb/s dan delay 10 ms; atau G.723.1 untuk rate 5.3 atau 6.3 kb/s dengan delay 30 ms.

  • SIPSIP (session initiation protocol) diterbitkan sebagai standar oleh IETF (RFC 3261) setelah adanya VoIP. SIP disiapkan sebagai protokol dalam suite IP untuk membentuk dan melakukan pengendalian atas sesi multimedia over IP. SIP merupakan protokol client-server yang diangkut di atas TCP. Bentuknya teks, seperti keluarga HTTP.

  • Softswitch ISC mendefinisikan softswitch sebagai arsitektur terbuka dan terdistribusi yang memungkinkan jaringan mendukung layanan suara, data, dan multimedia dari perangkat pelanggan ke jaringan inti dan mendukung interworking jaringan dengan aplikasi yang dapat menyediakan kombinasi layanan suara, data dan multimedia Menurut Sun Microsystem, softswitch merupakan suatu kumpulan dari produk-produk dan protokol-protokol yang memungkinkan peralatan apapun untuk mengakses telekomunikasi dan/atau layanan-layanan internet melalui suatu jaringan IP.

  • NameTitle

    NameTitle

    NameTitle

    NameTitle

    NameTitle

    NameTitle

    Team Title

    Name

    Company Name

    Company NameDepartment Name

    Telephone

    Fax

    Comm. Tower

    Laptop

    Organizational Person

    House

    Public house

    PDA

    class 4

    class 4

    class 5

    class 5

    Telecomunication Network

    Fax

    SS7

    Softswitch

    Softswitch

    IP Networkover ATM, Gignet, SoNet,..etc

    THE INTERNET

    Enterprise Network

  • Komponen SoftswitchGateway Controller (GC)Signaling Gateway (SG)Media Gateway (MG)Feature Server (FS)Media Server (MS)

  • GC adalah salah satu unit fungsional kunci dari softswitch. GC bertanggungjawab untuk menjembatani jaringan dengan karakteristik yang berbeda, termasuk PSTN, SS7, dan jaringan IP. GC memegang aturan proses panggilan, tetapi menggunakan Media Gateway (MG) dan Signaling Gateway (SG) untuk menjalankan tugasnya.

  • Signaling Gateway (SG) merupakan suatu signaling agent yang menerima dan mengirim pensinyalan pada jaringan IP.

    Karakteristik Signaling Gateway Function (SG-F):Mengenkapsulasi dan transport protokol pensinyalan PSTN (contoh : SS7) menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F atau SG-F lainnya.Untuk jaringan mobile, mengenkapsulasi dan transport protokol pensinyalan PSTN / PLMN (contoh: SS7) menggunakan SIGTRAN ke MGC-F atau SG-F lainnya.Satu SG-F dapat melayani bermacam-macam MGC-F.Dapat digunakan pada protokol yang meliputi: SIGTRAN, SUA, dan M3UA over SCTP.

  • MG berfungsi sebagai antarmuka dua jaringan yang berbeda protokol, seperti antara jaringan PSTN dengan jaringan IP dan sebaliknya. Di MG panggilan dari jaringan PSTN diteruskan ke trunk PSTN. Disini suara dikompres dan dipaketkan menjadi packet voice dan dikirimkan voice packet ke jaringan IP. Jika panggilan berasal dari jaringan IP, MG akan membalikkan proses tadi.

  • Beberapa Media Gateway yang sering digunakan :Trunking Gateway (TG) : adalah media gateway yang menjalankan fungsi media bagi softswitch kelas 4, yaitu merutekan trafik dari jaringan PSTN / PLMN (jaringan mobile).Access Gateway (AG) : adalah media gateway yang menjalankan fungsi media bagi softswitch kelas 5 untuk menghubungkan softswitch dengan terminal pelanggan (CPE). Access Gateway berfungsi mengkonversi format trafik paket IP ke / dari format sesuai jenis terminal pelanggan dan sebaliknya.

  • Media Server (MS) adalah elemen jaringan softswitch yang berfungsi mendukung aplikasi seperti messaging, audio-video conferencing, announcement, music-on-hold, dsb.

  • Feature Server (FS) adalah elemen jaringan softswitch yang berfungsi menyediakan fitur-fitur untuk layanan teleponi dan harus memiliki fasilitas Application Programming Interfaces (API) yang memungkinkan operator atau pihak pengembang layanan dapat mengembangkan sendiri fitur-fitur yang akan diberikan kepada pelanggan.

  • Fungsi SoftswitchFungsi SwitchingFungsi KontrolFungsi InterfaceFungsi Pensinyalan

  • Fungsi Switchingsoftswitch berkemampuan untuk menyambungkan dan memutuskan hubungan sementara. Softswitch mampu menghubungkan jaringan PSTN dengan jaringan IP dan juga melakukan pengaturan trafik yang berupa suara, data dan video

  • Fungsi kontrol pada teknologi softswitch dilakukan oleh media gateway controller (MGC), yakni mengarahkan voice over packet building blocks, memvalidasi user accounts, menyediakan service access, merutekan signalling messages ke jaringan PSTN dan me-manage availability jaringan

  • Pensinyalan yang dilakukan antar MGC menggunakan protokol MGCP, Megaco, H.323 dan SIP untuk menjamin unjuk kerja sistem yang optimal. Pensinyalan antara jaringan PSTN yang menggunakan SS7 dengan jaringan IP dilakukan oleh signalling gateway (SG). Softswitch juga mampu melakukan translasi protokol, sehingga dapat menjamin interoperability antara sistem pensinyalan yang berbeda-beda seperti SS7, MGCP, IP, SIP, H.323 dan lain-lain.

  • Softswitch mempunyai antarmuka yang disebut Application Programming Interface (API) yang membuatnya mampu untuk menambahkan atau mengembangkan server-server yang digunakan untuk menambahkan service baru.

  • RangkumanDalam NGN, jaringan tidak lagi diharapkan bersifat TDM, melainkan sudah dalam bentuk paket-paket yang efisien, namun dengan QoS terjaga. NGN harus mam