116480241 budidaya paprika secara hidroponik

Download 116480241 Budidaya Paprika Secara Hidroponik

Post on 26-Oct-2015

181 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • BUDIDAYA PAPRIKA SECARA HIDROPONIKDI GREENHOUSE

    INDEX ARTIKEL INI:

    BAGIAN I: Sebelum Anda Mulai

    BAGIAN II: Persemaian

    BAGIAN III: Persiapan Tanam dan Transplanting

    BAGIAN IV: Penyiraman dan Pemupukan (Fertigasi)

    BAGIAN V: Pengendalian Hama dan Penyakit

    BAGIAN I: SEBELUM ANDA MULAI

    Dalam artikel ini akan dibahas mengenai budidaya tanaman paprika secara hidroponik yang telah dilakukan di greenhouse Horticultural Production adn Practical Training Network (HPPTN) di Cigugurgirang -Lembang. Setiap bagian akan dibahas mengenai situasi dan masalah aktual dalam greenhouse.

    Hal-hal penting sebelum mengambil keputusan untuk memulai usaha budidaya paprika secara hidroponik diantaranya persiapan nursery, persemaian, pemilihan varietas, penanaman (transplanting) pengendalian hama penyakit, pemupukan, panen dan dan pasca panen, pemasaran dan sebagainya.

    Ada beberapa pertanyaan yang harus Anda tanya pada diri Anda sendiri SEBELUM ANDA MULAI, diantaranya:

    Mengapa Anda ingin mulai mulai dalam bisnis ini? Dalam situasi ini ada asumsi bahwa kita mulai karena ini mendapatkan keuntungan.

    Apakah lokasinya cocok untuk tanaman paprika? Dataran tinggi kurang lebih 1.000 m dpl, suhu siang hari 27 derajat Celcius, suhu malam hari 18 derajat Celcius, persediaan air cukup, tidak jauh dari pasar dan sebagainya.

    Siapa yang akan mengurus kebun dari hari ke hari? Seseorang yang mempunyai skil dalam hal teknis, sosial dan manajemen akan melakukan rutinitas pekerjaan ini dan tidak takut tangan dan pakaiannya menjadi kotor.

    Seberapa besar Anda akan mulai? Tentunya tergantung berapa banyak uang yang Anda punya, kualitas dan pengalaman dari manager dan staff Anda, tingkat teknologi yang akan digunakan dan sebagainya.

    Kapan Anda akan mulai? Setelah melakukan penelitian kelayakan teknis dan ekonomis secara serius. Jangan terlalu sepat percaya pada informasi yang baru Anda dengar atau kepada spesialis yang baru Anda kenal.

    Berapa besar Anda harus berinvestasi? Tergantung beberapa hal seperti teknologi, kualitas sarana produksi yang Anda gunakan, lokasi manajemen, konsultan, supplier, dan lain-lain.

    Investasi dan biaya operasional untuk tahun pertama sekitar Rp.125.000,- s/d 325.000,- per meter persegi bahkan bisa lebih besar.

  • Perkiraan keuntungan adalah Rp. 10.000,- s/d Rp. 30.000 per meter persegi, tetapi lebih kecil juga mungkin.

    Kebali ke index artikel ini: click disini

    BAGIAN II: PERSEMAIAN

    Hampir sama dengan komoditi lainnya, komoditi yang lainnya, komoditi paprika dengan sistem hidroponikpun dilakukan pembibitan terlebih dahulu. Priode pembibitan awal dari sistem dari bercocok tanam yang sangat penting karena akan menentukan berhasil tidaknya tanaman pada masa produksi.

    A. PERSIAPAN

    Sarana, alat dan bahan yang harus dipersiapkan adalah Nursery, Tray semai/wadah, Benih (contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, kelvin F1), Media semai (Rockwool-Grodan/Sekam bakar,dll), Thermometer dan Hygrometer, Pinset, Ruang semai/lemari semai dan Alat semprot (hand sprayer).

    B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam persemaian/pembibitan antara lain Kualitas benih, Jenis media yang digunakan, Suhu dan Kelembaban, intensitas cahaya dan Teknis pembibitan.

    C. TEKNIS PEMBIBITAN

    Benih terlebih dahulu direndam dengan air hangat kuku selama 30 menit, sambil menunggu kita bisa menyiapkan media semai yang akan digunakan.

    Basahi media dengan air bersih dan pastikan media basahsampai merata dan biarkan sesaat agar air siraman yang berlebihan menetes.

    Buat lubang kecil pada rockwool-Grodan (apabila menggunakan Rockwool) atau garitan kecil yang saling berpotongan pada Sekam (apabila menggunakan sekam bakar) sehingga membentuk bujur sangkar dengan jarak 2 Cm.

    Letakkan benih satu persatu pada setiap lubang dengan posisi calon lembaga (titik tumbuh menghadap kebawah 0,5 Cm dengan menggunakan Pinset, setelah semua benih disemai kemudian tutup dengan plastik mulsa.

    Benih-benih tersebut ditaruh dlemari semai (germenation chamber), selama dilemari semai suhu optimal 20-25 C dengan RH 70%-90%. Suhu dan RH dapat diatur dengan cara memasang lampu jika suhu rendah dan Jika kelembaban rendah semprotkan air ke dalam lemari semai dengan menggunakan hand sprayer.

    Benih akan berkecambah dalam waktu 7 hari, Plastik mulsa dibuka kemudian bibit dipindahkan ke tempat yang ada sinar dengan tetap menjaga suhu dan kelembaban.

    Bibit dengan koteledon tumbuh sempurna, dipindahkan kepolybag 15 x 15 Cm yang telah dibasihi dengan larutan nutrisi (JORO A&B Mix) dengan EC. 1,5 mS/Cm dan pH. 5.5.

    Pemeliharaan dipersemaian/pembibitan meliputi Penyiraman,1-2 kali

  • sehari (tergantung Cuaca, Fase pertumbuhan bibit, dan media yang digunakan), Pengendalian hama dan penyakit selama di nursery misalnya Trips, Mite, Leaf miner, Rebah kecanbah dll) dan yang tak kalah pentingnya adalh pengaturan kembali jarak antar tanam agar daun tanaman tidak saling menutupi.

    Bibit siap tanam ke greenhouse produksi setelah berumur 21 hari di polybag atau sudah berdaun 5 hilai.

    Kebali ke index artikel ini: click disini BAGIAN III: PERSIAPAN TANAM DAN TRANSPLANTING

    Setelah bibit siap untuk dipindahkan ke greenhouse ada beberapa hal yang harus dilakukan/dipersiapkan sebelun transplanting:

    A. SANITASI GREENHOUSE

    Kegiatan ini merupan kegiatan ini merupan kegitan untuk membersihkan greenhouse dari rumput atau sisa tanaman lainnya, sampah dan benda-benda lainnya yang tidak diinginkan.

    B. STERILISASI GREENHOUSE

    Sterilisasi dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan seluruh greenhouse dari mikroorgnisme (telur/larva, virus, bakteri dan fungi) yang dapat merugikan tanaman. Ada beberapa bahan yang sering digunakan dalam sterilisasi antara lain lysol, formalin dan beberapa jenis pestisida, yang dalam penggunaannya biasa dilakukan dengan cra:

    Formalin 5% disemprotkan ke seluruh bagian greenhouse dengan konsentrasi 5 cc/liter air

    Dalam waktu 4-5 hari setelah penyemprotan formalin disusul dengan penyemprotan pestisida (insektisida dan fungisida) dan diulang sampai 2-3 kali.

    Sehari sebelum media tanam ditata, greenhouse disemprot dengan larutan lysol dengan konsentrasi 3-5 cc/ liter air.

    Instalasi bak desinfektan kaki supaya penyakit tidak bisa dibawa ke dalam greenhouse.

    C. PERSIAPAN TANAM

    Sebelum media ditempatkan, terlebih dahulu media dimasukkan kedalam polybag atau plastik slab atau pot.

    Bila menggunakan plastik slab, ukuran yang biasa digunakan adalah 100 x 25 cm dan jika menggunakan polybag, ukurannya 35 x 40 cm

    Media yang biasa digunakan adalah sekam bakar, rockwool-grodan atau cocopeat.

    Plastik mulsa dipasang pada permukaan bedengan atau dibawa slab/polybag supaya kar tanaman tidak kontaminasi/masuk kedalam tanah.

    Kemudian media tersebut ditata didalam greenhouse sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan (diLembang standar antar bedengan 140 cm dan antar tanaman 50 cm).

  • Buat lubang tanam dengan diameter 15 cm pada permukaan slab (jika menggunakan sistem slab) apabila menggunakan polybag buatlah lubang tanam sesuai dengan besarnya polybag yang digunakan untuk pemeliharaan dinursery.

    Media dibasahi dengan larutan nutrisi/pupuk dengan EC 1,5 dan pH 5,5 sampai benar-benar basah/jenuh.

    Pada lubang tanam yaang telah dipersiapkan taburkan Furadan 3G sebanyak 2 gram/lubang tanam untuk preventive terhadap serangan Nematoda.

    Tahap selanjutnya bibit siap untuk ditransplanting ke greenhouse. Sebelum bibit ditempatkan bagian bawah polybag digunting dengan hati-hati supaya akar bibti tidak putus/rusak, kemudian bibit ditempatkan pada lubang tanam yang telah dipersiapkan.

    Untuk menghindari terjadi kelebihan air siraman dan tumpukan garam-garam dimedia, satu hari setelah transplanting lubang draenase dibuat pada bagian bawah slab/polybag.

    Kebali ke index artikel ini: click disini BAGIAN IV: PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN (FERTIGASI)

    Pemupukan dan Penyiraman (fertigasi) pada budidaya sistem hidroponik umumnya dilakukan secara bersamaan. Teknis fertigasi bisa dilakukan dengan manual atau sistem irigasi tetes (Drip irrigation system), tapi yang terbaik untuk fertigasi adalah dengan sistem irigasi tetes yang berkualitas baik dengan demikian fertigasi bisa merata, tenaga kerja tidak terlalu banyak, menghemat waktu (dalam waktu singkat bisa menyiram tanaman dalam jumlah yang banyak). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

    Kualitas air (sumber air/sumur/mata air), harus bersih dan bebas dari penyakit/kimia

    Kualitas pupuk/nutrisi (komposisi hara harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, pupuk yang dipakai mempunyai kemampuan larut 100 %)

    Waktu, volume dan frekuensi fertigasi

    Jenis tanaman yang ditanam

    Jenis media yang digunakan

    Khusus memngenai nutrisi untuk sistem hidroponik telah tersedia nutrisi siap pakai seperti JORO A&B MIX yang tersedia untuk berbagai komoditi (selain untuk Paprika juga ada JORO A&B MIX untuk tanaman Tomat, Melon, Timun, Mawar Anggrek dll) yang dalam apalikasinya sangat mudah, mengandung unsur hara komplit baik makro maupun mikro yang dibutuhkan tanaman.

    TEKNIS FERTIGASI

    Frekuensi dan volume siram harus disesuaikan dengan kondisi cuaca, jenis dan umur tanaman, fase pertumbuhan tanaman dan jenis media yang digunakan. Cuaca mendung atau hujan (evaporasi kurang) volume dan frekuensi penyiraman dikurangi karena efek terhadap media menjadi terlalu basah sehingga akar tidak bisa tumbuh dengan baik. kondisi yang diinginkan tanaman adalah berimbang antara air, udara, pupuk dan media tanam. Sebal

Recommended

View more >