002.pedoman teknis pb final wk

Download 002.Pedoman Teknis PB Final Wk

Post on 15-Jul-2015

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pedoman Teknis PINJAMAN BERGULIR

BAB I

PENDAHULUANSalah satu pilihan masyarakat yang termuat dalam Perencanaan Jangka Menengah (PJM)Program Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis) adalah memanfaatkan sebagian dana BLM untuk kegiatan pinjaman bergulir. Pinjaman Bergulir adalah pinjaman dalam PNPM Mandiri Perkotaan yang diberikan kepada masyarakat miskin melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya Untuk memberikan panduan kepada pengelola Pinjaman Bergulir (LKM, Pengawas UPK dan UPK) dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari maka perlu disusun Pedoman Teknis Pinjaman Bergulir ini. Pedoman ini merupakan pedoman kegiatan minimal yang perlu dilaksanakan oleh pengelola Pinjaman Bergulir. Artinya dalam pelaksanaan di lapangan selain aturan standard yang ada dalam pedoman ini dapat dilakukan pengembangan disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat daerah tersebut asalkan tidak bertentangan dengan pedoman standard ini. Pedoman ini mengatur hal-hal mengenai kriteria LKM, UPK dan KSM yang memenuhi syarat untuk mengelola dan menerima Pinjaman Bergulir, skim pinjaman, tahapan dalam pemberian pinjaman, pembinaan pinjaman dan penyelesaian pinjaman bermasalah. Laporan Pinjaman Bergulir serta indikator kinerja Pinjaman Bergulir juga diberikan dibagian akhir Pedoman Teknis ini.

1

Pedoman Teknis PINJAMAN BERGULIR

BAB 2

KRITERIA LKM, PENGAWAS UPK, UPK DAN KSM PEMINJAM

Pinjaman Bergulir dalam PNPM Mandiri Perkotaan bisa mencapai sasaran yang ditentukan apabila semua pelaku baik LKM, Pengawas, UPK dan KSM Peminjam telah memenuhi persyaratan dan mengikuti ketentuan dalam Pedoman Teknis ini. Berikut adalah kriteria pokok minimal yang harus dipenuhi oleh LKM, Pengawas UPK, UPK dan KSM dalam kegiatan Pinjaman Bergulir.

1.

LEMBAGA KESWADAYAAN MASYARAKAT (LKM) LKM yang akan mengelola Pinjaman Bergulir harus memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut :

a.

LKM telah terbentuk secara sah sesuai ketentuan PNPM Mandiri Perkotaan dan memiliki Anggaran Dasar yang menyatakan bahwa kegiatan Pinjaman Bergulir akan dijalankan sebagai salah satu alat penanggulangan kemiskinan di wilayahnya, dan telah membuat pernyataan bahwa : 1) Dana Pinjaman Bergulir hanya diperuntukkan untuk kegiatan Pinjaman Bergulir saja 2) Pendapatan UPK hanya untuk membiayai kegiatan operasional UPK dan tidak dapat dipergunakan untuk membiayai kegiatan lainnya, termasuk biaya LKM dan Pengawas. Pengawas hanya bisa dibiayai dari Laba bersih tahunan UPK. Laba bersih akhir tahun UPK setelah dikurangi pemupukan modal (minimal 20%) dapat digunakan untuk membiayai kegiatan non UPK .

b.

LKM dengan telah mengangkat Pengawas UPK (23 orang) dan petugas UPK (minimal 2 orang) dan semua telah memperoleh pelatihan rencana usaha, keorganisasian, pinjaman bergulir, pembukuan, pengelolaan kas, pengawasan, pengukuran kinerja, review keuangan, pengelolaan ekonomi rumah tangga dan kewirausahaan

2

Pedoman Teknis PINJAMAN BERGULIR

c.

LKM dengan persetujuan masyarakat telah membuat aturan dasar Pinjaman Bergulir yang memuat kriteria KSM dan anggotanya yang boleh menerima pinjaman, besar pinjaman mula-mula, besar jasa pinjaman, jangka waktu pinjaman dan sistem angsuran pinjaman serta ketentuan mengenai tanggung renteng anggota KSM. Dalam penetapan jasa pinjaman, penerimaan Jasa Pinjaman minimal harus cukup untuk menutup seluruh biaya operasional UPK.

d.

Untuk kelurahan/desa lama (yang telah menjalankan P2KP) : 1) Kinerja pinjaman bergulir yang dijalankan mencapai kriteria memuaskan; Peminjam beresiko (LAR) < 10%, pinjaman beresiko (PAR) 125% dan hasil investasi (ROI) >10%. 2) Bersedia melakukan perbaikan kelembagaan:

Membentuk pengawas UPK LKMtelah menerima pelatihan mengenai rencana usaha,

keorganisasian, pinjaman bergulir, pembukuan, pengelolaan kas, pengawasan, pengukuran kinerja, review keuangan, pengelolaan ekonomi rumah tangga dan kewirausahaan Telah memiliki rekening atas nama LKM dengan kewenangan

menandatangani 3 orang.

2.

PENGAWAS UPK Pengawas UPK yang bertugas mengawasi kegiatan UPK dalam mengelola Pinjaman Bergulir telah memenuhi kriteria minimal antara lain : a. Telah diangkat sebanyak 2-3 orang, memenuhi unsur pria dan wanita oleh LKM dengan persetujuan masyarakat b. Telah memiliki uraian tugas yang mencakup tugas dan tanggung jawab pengawas sesuai yang tercantum dalam AD/ART c. Telah mengikuti pelatihan mengenai Keorganisasian, Rencana Usaha, Pinjaman Bergulir, Pembukuan, Pengelolaan Kas, Pengawasan, Pengukuran Kinerja, PERT dan Kewirausahaan.

3

Pedoman Teknis PINJAMAN BERGULIR

3.

UNIT PENGELOLA KEUANGAN (UPK) Unit Pengelola Keuangan (UPK) yang akan mengelola Pinjaman Bergulir telah memenuhi kriteria minimal sebagai berikut: a. b. Petugas UPK minimal 2 orang (ideal 4 orang) sudah diangkat oleh LKM Telah mengikuti pelatihan mengenai Keorganisasian, Rencana Usaha, Pinjaman Bergulir, Pembukuan, Pengelolaan Kas, Pengawasan, Pengukuran Kinerja, PERT dan Kewirausahaan. c. d. Telah memiliki uraian tugas dan tanggung jawab Telah memahami aturan dasar Pinjaman Bergulir yang memuat kriteria KSM dan anggotanya yang boleh menerima pinjaman, besar pinjaman mula-mula, besar jasa pinjaman, jangka waktu pinjaman, sistem angsuran pinjaman, pembinaan pinjaman, penyelesaian pinjaman bermasalah serta ketentuan mengenai tanggung renteng anggota KSM. e. Telah memiliki rekening atas nama UPK dengan kewenangan penandatangan 3 orang dengan ketentuan: 1) Apabila aset Dana Bergulirnya senilai Rp. 150 juta dan rata-rta RR 80%, penandatangan 1 orang LKM dan 2 orang UPK (Manajer dan Kasir) 2) Apabila aset Dana Bergulirnya < Rp. 150 juta atau Rp 150 juta namun rata-rata RR < 80 %, penandatangan 2 orang LKM dan 1 orang UPK (Manajer). f. g. Telah memiliki Sistem Pembukuan yang berlaku di PNPM Mandiri Perkotaan Untuk kelurahan/desa lama (yang telah menjalankan P2KP dan PNPM Mandiri Perkotaan): 1) Kinerja pinjaman bergulir yang dijalankan mencapai kriteria memuaskan; peminjam berisiko (LAR) 10%. 2) Kinerja Pembukuan UPK minimal memadai

4.

KELAYAKAN PEMINJAM KSM Peminjam dan anggotanya sebagai calon peminjam harus memenuhi kriteria kelayakan yang dipersyaratkan untuk mendapat pinjaman bergulir dari UPK. Hanya

4

Pedoman Teknis PINJAMAN BERGULIR

KSM dan anggota yang memenuhi kriteria kelayakan yang dapat dilayani oleh LKM/UPK. Dengan kata lain, KSM Peminjam dan anggotanya yang tidak atau belum memenuhi kriteria kelayakan tidak dapat dilayani dan harus ada pendampingan terlebih dahulu sampai KSM Peminjam tersebut memenuhi kriteria kelayakan sebagai calon peminjam. a. Kriteria kelayakan KSM

1)

KSM peminjam telah terbentuk dan anggotanya adalah warga miskin yang tercantum dalam daftar PS2 sebagaimana Lampiran 3 serta seluruh anggota telah memperoleh pembekalan tentang pembukuan KSM, pinjaman bergulir (persyaratan peminjam, skim pinjaman, tanggung renteng, dan tahapan peminjaman), PERT, kewirausahaan serta telah melakukan kegiatan menabung diantara anggota KSM.

2)

KSM dibentuk hanya untuk tujuan penciptaan peluang usaha dan kesempatan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat miskin;

3)

KSM dibentuk atas dasar kesepakatan anggota-anggotanya secara sukarela, demokratis, partisipatif, transparan dan kesetaraan;

4)

Anggota KSM termasuk kategori keluarga miskin sesuai kriteria yang ditetapkan sendiri oleh LKM/Masyarakat.

5)

Jumlah anggota KSM minimal 5 orang; Jumlah anggota KSM minimal 30% perempuan Mempunyai pembukuan yang memadai sesuai kebutuhan Semua anggota KSM menyetujui sistim tanggung renteng dan dituangkan secara tertulis dalam Pernyataan kesanggupan Tanggung Renteng.

6)7) 8)

9)

Semua anggota KSM telah memeproleh pelatihan tentang pinjaman bergulir, Rencana Usaha, Kewirausahaan dan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga (PERT) dari fasilitator dan LKM/UPK

b.

Kriteria kelayakan anggota KSM 1) Anggota KSM adalah warga masyarakat dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) setempat

5

Pedoman Teknis PINJAMAN BERGULIR

2)

Termasuk dalam katagori keluarga miskin sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan disepakati sendiri oleh masyarakat;

3) 4)

Dapat dipercaya dan dapat bekerjasama dengan anggota yang lain. Semua anggota KSM telah mempunyai tabungan minimal 5 % dari pinjaman yang diajukan dan bersedia menambah tabungannya minimal 5 % selama jangka waktu pinjaman dan tidak akan mengambil tabungan tersebut sebelum pinjamannya lunas.

5)

Memiliki motivasi untuk berusaha dan bekerja atau dapat pula memiliki usaha mikro dan bermaksud untuk meningkatkan usaha, pendapatan dan kesejahteraan keluarganya;

6)

Belum pernah mendapat pelayanan dari lembaga keuangan yang ada.

Proses pembentukan KSM Peminjam mengacu kepada proses pembentukan KSM pada umumnya, hanya tujuan KSM Peminjam disini adalah untuk memperoleh pinjaman bergulir dari UPK.

6

Pedoman Teknis PINJAMAN BERGULIR

BAB 3

SKIM PINJAMAN BERGULIR

Ketentuan Umum atau Skim Pinjaman bergulir dalam PNPM Mandiri Perkotaan 2008 ditentukan sebagai berikut : 1. Peminjam Peminjam dalam Pinjaman Bergulir ini adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang telah memenuhi kriteria minimal KSM diatas, bukan individu (perorangan). Adapun kriteria anggota KSM yang meminjam harus memenuhi kriteria antara lain sebagai berikut: Warga miskin yang tercantum dalam PS2 Mempunyai usaha atau akan memulai usaha Usahanya menguntungkan dan dapat dikembangkan Mempunyai motivasi untuk mengembangkan usaha Memerlukan tambahan modal kerja Mempunyai kemauan dan kemampuan mengembalikan pinjaman Mendapat persetujuan kel